Semiloka Early Warning System (EWS) Peletakan Jabatan Pendeta Sinode GKJ

Semiloka Early Warning System (EWS) Peletakan Jabatan Pendeta Sinode GKJ

Spiritualitas Pendeta GKJ

Simon Rachmadi, Ph.D

Pendahuluan Semiloka ini bertujuan untuk mencegah peristiwa penanggalan jabatan pendeta, yang selama ini terasa amat menyakitkan hati semua pihak di dalam gereja. Jabatan pendeta biasanya diawali dengan peristiwa yang sifatnya manis, yaitu tahbisan yang sarat dengan cita-cita. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, aneka kerapuhan insani pun semakin terungkap dan terkadang sulit diolah secara integratif dengan keseluruhan hidup gerejawi. Pada saat itulah, manisnya harapan berganti dengan pahitnya kekecewaan. Konflik berkepanjangan pun sulit dihindari. Sakit hati merebak bahkan menjelma menjadi dendam. Pada akhirnya, hal yang menyakitkan hati semua pihak di dalam gereja pun terjadi, yaitu peristiwa penanggalan pendeta. Tulisan ini bertujuan untuk mulai memikirkan hal tersebut dengan mengatakan bahwa jabatan pendeta itu memerlukan semacam “roh” (artinya semangat) yang perlu diolah dan dibina terus-menerus. Semangat itulah yang disebut sebagai spiritualitas. Semangat ini terdapat bukan hanya di dalam diri pribadi seorang individu pendeta, akan tetapi juga bersemayam di dalam kesadaran kolektif jemaat — yang non-pendeta — maupun di lingkungan kolegial dari para pendeta. Pada diri seorang pendeta, “roh” kependetaan tersebut kerap kali muncul dalam wujud kekhasan identitas personal yang dimuati oleh cita-cita kesalehan tertentu menurut keunikan imajinasi masing-masing. Pada diri lingkungan publik yang mengitarinya, “roh” kependetaan itu kerap kali muncul dalam wujud citra sosial tentang figur pendeta yang juga dimuati oleh sederetan imajinasi tertentu yang berakar dari lingkungan antropologis yang menjiwai suatu komunitas sosial. Jika tidak terolah dan terbina dengan baik, maka “roh” tersebut akan menjadi sumber penyakit, baik yang muncul dalam bentuk kerapuhan personal dari diri seorang pendeta, atau pun dalam bentuk imajinasi mistifikatif — yang terlalu ideal dan tidak realistik — pada lingkungan stakeholders yang mengitari diri seorang pendeta. Bagaimanakah cara mengolah dan membina “roh” kependetaan ini? Untuk membahas persoalan tersebut, tulisan ini mencoba melangkah dalam beberapa

Tujuan semiloka:

a. Mendapatkan infomasi tentang analisis sebab dan fase pendampingan pendeta yang sedang bermasalah.

b. Mendapatkan informasi tentang adeg (hakekat) pendeta dari sisi etika kependetaan dan spiritualitas pendeta GKJ.

c. Mendapatkan informasi tentang pengalaman pelayanan dalam pendampingan pendeta yang sedang bermasalah.

d. Menghasilkan rumusan hal-hal yang perlu dilakukan oleh gereja dan kolega pendeta dalam menyelesaikan gejala-gejala awal pendeta permasalah.


Materi semiloka dapat didownload disini

Makalah Early Warning System_NC

Makalah Early Warning System_SR

Makalah Early Warning System_SUN

Makalah Early Warning System_YW