BAHAN PA: SIKAP BERHADAP DENGAN KETIDAKPASTIAN (MATIUS 6:25-34)

BAHAN PA: SIKAP BERHADAP DENGAN KETIDAKPASTIAN (MATIUS 6:25-34)

YT Prewita:
BAHAN PA: SIKAP BERHADAP DENGAN KETIDAKPASTIAN (MATIUS 6:25-34)

6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Dasar Pemikiran:
1. Semua ingin kepastian masa depan, bila tidak bisa dipastikan, ada jaminan yang bisa diandalkan pada masa sekarang.
2. Padahal, tidak ada orang yang bisa memastikan hari depan, kita menjalani hidup dari waktu ke waktu, dari hari ke hari.
3. Kekuatiran saat menjadi pertimbangan dalam membuat rencana menyebabkan kebimbangan dalam membuat keputusan, bahkan tidak berani melangkah, atau malah terlalu melindungi diri terhadap masalah yang hanya di angan-angan (imaginary problem).
4. Orang percaya melibatkan Tuhan, dan berserah kepada penyelenggaraan Tuhan dalam kehidupannya. Iman kepada Tuhan memberi peneguhan atas kekuatiran kepada berserah, kebimbangan menjadi yakin, dan sikap egois untuk over-protektif terhadap diri sendiri kepada kesediaan untuk berbagi dan melayani sesama.
5. Karena itu, lebih dari mengedepankan kekuatiran dan menjadi cemas serta takut dalam menatap masa depan, kita belajar untuk mencukupkan kesusahan hari ini cukup untuk hari ini. Sebaliknya daripada menyusahkan diri dengan hari esok yang belum kita ketahui, kita diajak untuk menghargai berkat kekuatan kesehatan yang sudah dikaruniakan Tuhan kepada kita sampai hari ini. Hidup beralas anugerah, bukan karena ketakutan yang dipelihara dalam angan atas ketidakpastian hari depan.

Konteks teks dan situasi kekinian kita:
Matius 6:25-34 merupakan pengajaran Tuhan Yesus, atas situasi kehidupan bangsa Yahudi saat itu yang dalam penguasaan penjajah Romawi, pemerintahan yang kejam, dengan situasi kemiskinan dan penindasan, mengakibatkan kemelaratan bahkan kelaparan menjadi ancaman keseharian. Sabda Yesus bahwa hidup lebih penting dari makanan, dan tubuh lebih penting dari pakaian (Matius 6:25) mengingatkan umat bahwa pemeliharaan Tuhan jauh melebihi kekuatiran angan-angan kita. Terbukti hari ini masih dikaruniai hidup.
Covid 19 saat ini menjadi ancaman dan menimbulkan kekuatiran yang sangat besar, karena potensi penyebaran dan penularan penyakit yang diakibatkan apabila masyarakat tidak bekerjasama melawan dan mengatasinya sejak sekarang. Data bertambahnya pasien yang positif covid 19 dan meninggal dunia menimbulkan ketakutan, lebih dari harapan dari fakta bahwa pasien yang sembuh jauh lebih banyak, dan negara besar seperti China berhasil mengatasinya. Berdasar pengalaman keberhasilan melawan covid 19 ini, menjadikan China bisa menjadi berkat dengan membantu mengirimkan tim-tim ahli dan terlatih serta berpengalaman ke negara-negara lain yang saat ini masih berjuang mengatasi ancaman covid 19.

Rekomendasi Aksi:
1. Hentikan semua posting tentang corona yang tidak bisa kita periksa dan pastikan kebenarannya, stop hoax cukup berhenti dan dihapus di handpone kita, bahkan sekalipun informasinya benar pertimbangkan apakah itu berguna, membangun, meneguhkan, menguatkan dalam situasi kekuatiran saat ini. Untuk periksa, silakan klik situs resmi penanggulangan covid 19 dari pemerintah Indonesia: www.covid19.go.id
2. Lakukan prosedur kesehatan yang dianjurkan: 1. Cuci tangan dengan air sabun. 2. Hindari kontak, ganti jabat tangan dengan namaste, jaga jarak sosial (social distance), hindari kerumunan. 3. Isolasi diri dan segera berobat bagi orang dengan gejala batuk, pilek, demam, tenggorokan sakit, yang merupakan gejala awal covid 19. Dan bersama-sama masyarakat mengkampanyekan hidup sehat melawan penyebaran covid 19.
3. Bangun kepedulian sosial, yang kita hadapi adalah persoalan bersama, bukan hanya diri kita dan keluarga. Tetapi kita bisa mulai dari diri kita dan keluarga, dengan membatasi bepergian yang tidak harus dilakukan sekarang. Dengan memberikan pemahaman dan kejelasan.

Penutup
Pada akhirnya, sebagai orang percaya, hidup kita, dan bagaimana nanti, ada dalam penyelenggaraan Tuhan. Tanggungjawab orang beriman mewujudkan pemeliharaan Tuhan dalam aksi bersama mencegah dan menanggulangi penyebaran covid 19, dengan menghentikan hoax dan sebaliknya mewartakan pengharapan berdasar akal sehat dan iman, mengkampanyekan hidup sehat secara pribadi dan dalam kebersamaan sosial. Berkat Tuhan memampukan kita bersama melewati krisis ini.