KAMPANYE HIDUP SEHAT SETIAP RUMAH DAN LINGKUNGANNYA

KAMPANYE HIDUP SEHAT SETIAP RUMAH DAN LINGKUNGANNYA

AKSI NYATA KELUARGA
KAMPANYE HIDUP SEHAT SETIAP RUMAH DAN LINGKUNGANNYA
KEMBALI MENYEDIAKAN TEMPAT CUCI TANGAN DI DEPAN SETIAP RUMAH

Ada adat tradisi yang sekarang sudah mulai ditinggalkan:
1. Menyediakan kendi di depan rumah, selalu diisi air siap minum. Dipersilakan setiap orang yang lewat dan membutuhkan untuk meminumnya dengan bebas.
2. Di banyak rumah petani, sumur dan kamar mandi terletak di depan atau samping rumah, bukan di dalam rumah, atau di belakang rumah. Memungkinkan setiap orang yang butuh air untuk ikut serta menumpang.
Kebutuhan yang sekarang kembali muncul :
1. Penyediaan air minum bagi sesama yang tidak membawa bekal air, kehabisan air minum dan tidak punya uang untuk membeli air minum kemasan (mengingat bahwa limbah kemasan dari plastik yang bila tidak didaur ulang tetap akan menjadi sampah di alam sampai ratusan tahun mendatang).
2. Kebutuhan menjaga kebersihan tangan dan wajah, dengan mencuci tangan (dan wajah). Banyak penyakit menular menyebar melalui kontak, sehingga kebersihan tangan menjadi kebutuhan mutlak.
Aksi Nyata Keluarga yang direkomendasikan:
1. Menyediakan air minum di depan setiap rumah, bisa dengan cara tradisi seperti kendi (lebih mudah, tanpa gelas), bisa dengan botol, atau tempat air yang lain.
2. Menyediakan tempat cuci tangan atau membasuh wajah di depan rumah, bisa berupa gentong air (dengan penutup, dan gayung, lebih baik lagi dengan kran), bisa juga dengan cara lain. Sebaiknya bak tempat air ada penutupnya supaya terhindar dari kotoran.

Tulisan ini diilhami tindakan Ibu Risma, Walikota Surabaya, yang menyediakan dispenser air minum dan bak cuci tangan di tempat-tempat umum kota Surabaya, sebagai salah satu cara menjaga kebersihan tangan, dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran covid 19.
Juga diilhami usulan Pdt. DEN, beberapa kali dalam banyak kesempatan mengingatkan tradisi kendi dan gentong air di depan rumah.