IMBAUAN UNTUK GEREJA PEDULI TERHADAP SESAMA PADA MASA PANDEMI COVID-19 MAJELIS PEKERJA HARIAN PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (MPH-PGI)

IMBAUAN UNTUK GEREJA PEDULI TERHADAP SESAMA PADA MASA PANDEMI COVID-19 MAJELIS PEKERJA HARIAN  PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (MPH-PGI)

Salam sejahtera dalam kasih Kristus!

Di masa Prapaskah dan di tengah pergumulan kita atas pandemi Covid-19, kami menyapa Saudara di seluruh Tanah Air, kiranya penyertaan dan hikmat dari Sang Kepala Gereja terus melingkupi. Kami juga turut merasakan kepedihan dari setiap insan yang kehilangan dan harus terpisah dari orang-orang yang dicintai akibat wabah yang telah merebak ke berbagai daerah ini. Dalam doa-doa kami, kekuatan, penghiburan dan pengharapan kiranya terus dirasakan oleh Saudara.

Di balik nestapa ini, kita juga menyaksikan terbangunnya kembali persekutuan dalam keluarga–yang selama ini semakin langka akibat kesibukan setiap anggota keluarga. Ayah/ibu kembali menjadi imam dalam memimpin ibadah-ibadah dan pembinaan kerohanian keluarga. Banyak keluarga yang semakin peduli dengan hal menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Demikian pula sikap saling mendoakan dan bahu-membahu antarsesama warga bangsa terus bertumbuh dalam menghadapi pergumulan bersama ini.

Sejauh ini kami juga mengamati bahwa fenomena Covid-19 tidak hanya menggangu kesehatan fisik masyarakat, melainkan juga kesehatan mental, kesejahteraan rumah tangga dan kehidupan sosial. Kebijakan social/physical distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di satu sisi merupakan langkah terbaik dalam penanganan pandemi ini, di sisi lain menyebabkan rasa jenuh, stres, berkurangnya kehangatan/keakraban, hingga masalah ekonomi. Persoalan lain yang perlu kita hadapi bersama adalah munculnya stigma dari masyarakat terhadap pribadi/keluarga/komunitas yang berhubungan dengan kasus-kasus penularan, serta potensi gesekan sosial akibat dampak buruk ekonomi.

Memperhatikan situasi tersebut, kami mengimbau kepada Gereja-gereja untuk:

1. Turut membangun semangat Kristiani yang meningkatkan kualitas kehidupan di tengah Jemaat maupun masyarakat melalui doa, pelayanan atau pembinaan virtual, serta berbagi informasi yang bersifat membangun.

2. Mengedukasi warga jemaat untuk tidak mudah menerima/percaya dan menyebarkan hoaks, serta tidak turut membangun stigma terkait pandemi Covid-19. Ajaklah warga Gereja untuk cerdas dalam bermedia sosial, serta menghilangkan stigma terhadap pribadi/keluarga/komunitas lain– seolah terpapar Covid-19 adalah sebuah aib dan harus dijauhi. Ingatlah, terpapar Covid-19 bukanlah sebuah aib, layaknya terpapar virus atau penyakit lainnya yang sewaktu-waktu dapat dialami oleh setiap manusia.

3. Memberi pengertian kepada pribadi/keluarga yang terpapar atau pernah mengalami kontak langsung dengan individu yang positif Covid-19 untuk secara aktif ambil bagian dalam memutus mata rantai penularan di lingkungannya. Mengecek kesehatan, isolasi diri secara disiplin, diiringi kejujuran dan keterbukaan informasi untuk maksud tersebut akan melindungi orang-orang yang kita cintai dan berkontribusi besar dalam penanganan wabah ini. Gereja hendaknya juga memiliki data akurat terkait situasi kesehatan warganya.

4. Mengembangkan “Pelayanan Pastoral Kedaruratan” dengan berbagai pendekatan yang kreatif, efektif, kontekstual dan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Keluarga yang berduka, sakit, dan mengisolasi diri, tetap membutuhkan pendampingan yang membuat mereka merasakan dukungan dari Gereja sekalipun tanpa perjumpaan fisik.

5. Mengembangkan “Diakonia Karitatif Antarkeluarga.” Doronglah warga Jemaat yang berkelebihan maupun berkecukupan secara finansial/materiil untuk menolong keluarga-keluarga yang berkekurangan dan mengalami dampak buruk ekonomi dari situasi ini. Diakonia tersebut tidak terbatas bagi warga Gereja, kiranya dapat disalurkan pula kepada sesama lainnya (antariman), agar di balik situasi yang tidak bersahabat ini dapat terbangun solidaritas kemanusiaan dan kedamaian di tengah masyarakat. Salah satu bentuk dari Diakonia ini adalah “Gerakan 3M” (Memberi Mereka Makan). Gerakan ini berangkat dari perkataan Yesus kepada para murid di tengah berbagai penolakan dan krisis yang terjadi pada saat itu. Hal ini sekaligus menjadi bukti kesaksian Gereja di tengah berbagai tantangan dan pergumulan bangsa, serta kontribusi nyata Gereja dalam mendukung program pemerintah untuk jaring pengamanan sosial (social safety net). Kami sangat mengapresiasi Gereja-gereja yang telah berinisiatif mengembangkan Diakonia ini di lingkungannya, kiranya semakin menjadi berkat dan teladan bagi sesama.

Kita belum dapat memastikan kapan badai pandemi Covid-19 ini akan berlalu, namun dengan segala ketabahan, kerja sama dan topangan doa, kita akan merasakan bahwa penyertaan Sang Mesias–yang lebih dahulu menderita bagi manusia–memampukan kita melaluinya dengan penuh makna. Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 3:11 mengatakan “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”

Atas doa dan perhatian yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.

a.n Majelis Pekerja Harian PGI
Pdt. Gomar Gultom

Ketua Umum

Pdt. Jacklevyn F. Manuputty

Sekretaris Umum

IMBAUAN MPH PGI - COVID19 - III.pdf.pdf (1)

IMBAUAN UNTUK GEREJA PEDULI TERHADAP SESAMA PADA MASA PANDEMI COVID-19 MAJELIS PEKERJA HARIAN PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (MPH-PGI)