IBADAH YANG MELIBATKAN DAN MEMBANGUN: UPAYA MENATA PERIBADAHAN UMAT PADA MASA PANDEMI

IBADAH YANG MELIBATKAN DAN MEMBANGUN: UPAYA MENATA PERIBADAHAN UMAT PADA MASA PANDEMI

IBADAH YANG MELIBATKAN DAN MEMBANGUN:
UPAYA MENATA PERIBADAHAN UMAT PADA MASA PANDEMI

Istilah ‘ibadah’, ‘liturgi’, dan ‘kebaktian’, menunjuk pada pengertian yang sama. Kata ‘ibadah’ dalam bahasa Ibrani ‘avodah’ (hamba); dalam bahasa Yunani ‘latreia’ (pelayanan); dalam bahasa Inggris ‘worship’ (menyembah). Dengan pengertian ini, ibadah adalah pelayanan dan perjumpaan penyembahan para hamba dengan sikap hormat kepada Allah.
Kemudian kata ‘liturgi’ dalam bahasa Yunani ‘leitourgia’, berasal dari kata ‘laos’ (umat) dan ‘ergon’ (karya atau pekerjaan). Jadi, secara harfiah liturgi artinya ‘karya umat’, atau pekerjaan yang dilakukan oleh rakyat/umat secara bersama-sama. Jadi, liturgi adalah kegiatan peribadahan dimana seluruh umat harus terlibat secara aktif dalam pekerjaan bersama untuk menyembah dan memuliakan nama Tuhan. Dalam bahasa Indonesia, kegiatan peribadahan umat itu juga dikenal dengan istilah ‘kebaktian’. Dengan pengertian ini, dapat dikatakan bahwa ‘ibadah’ adalah ‘liturgi’, dan ‘liturgi’ adalah ‘kebaktian’. Dalam percakapan sehari-hari, orang menggunakan kata ‘ibadah’ atau ‘kebaktian’ untuk menekankan hakikat penghayatan hubungan umat dengan Allah. Sedang kata ‘liturgi’, dipakai untuk menjelaskan ‘tata ibadah’, yang mengatur kaidah umat dalam mengungkapkan dan menikmati hubungan umat dengan Tuhan.

Selengkapnya dapat Download Materi
IBADAH YANG MELIBATKAN DAN MEMBANGUN:
UPAYA MENATA PERIBADAHAN UMAT PADA MASA PANDEMI