GEREJA-GEREJA BERSEMANGAT UNTUK BUKA KEMBALI. KINI MEREKA MENJADI SUMBER UTAMA KASUS-KASUS VIRUS KORONA

GEREJA-GEREJA BERSEMANGAT UNTUK BUKA KEMBALI. KINI MEREKA MENJADI SUMBER UTAMA KASUS-KASUS VIRUS KORONA

Ringkasan terjemahan berita New York Times
Rabu, 8 Juli 2020

“GEREJA-GEREJA BERSEMANGAT UNTUK BUKA KEMBALI.
KINI MEREKA MENJADI SUMBER UTAMA KASUS-KASUS VIRUS KORONA”*

Virus telah menginfiltrasi Kebaktian-kebaktian Minggu, rapat-rapat gereja, dan Kamp Pemuda. Lebih dari 650 kasus terhubung dengan fasilitas keagamaan di masa pandemi.

Berminggu-minggu setelah Presiden Trump meminta rumah-rumah ibadah dibuka kembali, kasus virus korona bermunculan di gereja-gereja di seluruh negeri [Amerika] setelah kebaktian kembali dijalankan. Hal ini menimpa baik gereja-gereja yang telah dibuka dengan berhati-hati, dengan mewajibkan penggunaan masker dan menjaga jarak tempat duduk, mupun di gereja yang menolak untuk membatasi jumlah umat yang hadir. Pendeta dan keluarganya terdeteksi positif, begitu juga usher, penyambut umat dan ratusan yang hadir.

Kini, ketika virus menyerang Texas, Arizona, dan pusat-pusat gereja Injili di Selatan dan Barat, gereja-gereja yang berjuang untuk membuka gereja kembali terpaksa menutupnya lagi dan bergumul untuk mengetahui apakah dimungkinkan untuk beribadah bersama secara aman.

“Gereja kami telah mengikuti protokol – memakai masker, masuk dan keluar dari pintu yang berbeda, melakukan social distancing,” kata Cynthia Fierro Harvey, bishop dari United Methodist Church di Lousiana, dimana tiga gereja terpaksa tutup lagi minggu lalu, “dan tetap saja umat di-test positif Covid.”

(Baca berita selengkapnya di https://s.id/mznlO

*judul berita asli telah di update pada link New York Times di atas, menjadi “Gereja2 Bersemangat Untuk Buka Kembali. Kini mereka Berhadapan dengan Kasus2 Virus Korona.” Isi berita tetap sama.