SinodeGKJ – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengimbau agar persidangan gerejawi dan perayaan Adven serta Natal 2020, mengutamakan ibadah secara virtual, sehingga setiap keluarga dapat mengikutinya melalui persekutuan yang kecil.

“Dengan demikian, diharapkan para anggota keluarga dapat merasakan bahwa rangkaian perayaan Adven hingga Malam Natal tidak terletak pada dekorasi mewah maupun semarak cahaya, namun pada hati yang terbuka untuk menyambut Sang Juruselamat,” demikian bunyi imbauan tertulis MPH-PGI yang diterima Sinode GKJ, Selasa 24 November 2020.

Pada 29 November 2020, umat Kristiani akan memasuki masa-masa Adven sebagai bagian dari rangkaian empat minggu Adven menjelang hari raya Natal.

Peristiwa Natal sering dilukiskan sebagai kenosis, yakni Allah mengosongkan diri dari keilahian-Nya untuk menjadi manusia, sehingga manusia pada gilirannya, bisa menghampiri hadirat Ilahi.

PGI menyatakan, Perayaan masa Adven di tengah pandemi ini hendaknya mengingatkan kita akan solidaritas Allah terhadap kemanusiaan kita yang penuh dengan penderitaan, kepurapuraan, keserakahan, keegoisan dan kebencian yang mengganggu kita sebagai manusia.

“Oleh karena itu, rangkaian ibadah perayaan Adven hingga perayaan Natal (hendaknya) dapat meneladani Kristus yang mengosongkan diri dengan menghindari perayaan-perayaan yang sifatnya berlebihan dan hanya bertujuan memuaskan keinginan jasmani semata,” demikian bunyi imbauan tertulis MPH-PGI.

Dalam Surat Imbauan yang ditandangani Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom dan Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty tersebut, PGI secara khusus mengimbau gereja-gereja agar sedapat mungkin menghindari pengumpulan umat secara ragawi, termasuk persidangan-persidangan gerejawi.

“Kami sangat menghargai inisiatif beberapa gereja anggota PGI yang dengan bijak telah melaksanakan persidangan sinode secara virtual, termasuk persidangan sinode dengan pergantian kepemimpinan,” demikian bunyi salah satu imbauan MPH-PGI.

Surat Imbauan MPH-PGI secara umum berisi 4 Imbauan utama, diantaranya dorongan kepada umat untuk terus mengembangkan kebiasaan baru di masa pandemi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, menaati protokol kesehatan dengan memakai masker, mencucui tangan dan menjaga jarak, serta imbauan untuk mengutamakan ibadah secara virtual. (Tim Admin)

Imbauan MPH-PGI Terkait Persidangan Gerejawi dan Perayaan Natal di masa Pandemi