SinodeGKJ – Menteri Agama RI Fachrul Razi mengatakan, kemajemukan jika dilihat dari perspektif agama merupakan sebuah rahmat dan kehendak dari Tuhan. Ia mengatakan, Tuhan tidak pernah menciptakan satu jenis pohon, satu jenis bunga, satu jenis spesies ikan, satu spesies rumput, satu jenis batu, satu jenis gunung atau bahkan satu jenis sel molekul.

“lalu tidakkah kita lancang bila kita memintanya untuk menciptakan satu jenis manusia saja yang mirip dengan kita?” kata Fahrul Razi dalam Colloquium Tokoh Agama bertajuk “Kerukunan dan Moderasi Beragama dalam Konteks Kemajemukan Indonesia” yang diselenggarakan Kementerian Agama, Rabu (25/11/2020).

“Kemajemukan itulah yang membuat kehidupan itu lebih dinamis dan berwarna, saling menopang, saling mengenal, saling mengasihi, dan saling menyayangi,” ucap dia.

Fahrul Razi mengatakan bahwa ada enam agama yang banyak dianut oleh masyarakat Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Kong Hu Cu. Selain itu, ada ratusan agama leluhur dan penghayat kepercayaan lainnya yang hidup dan berkembang di bumi pertiwi.

“Pun di masing-masing agama dan kepercayaan itu, terdapat pandangan-pandangan yang berbeda,” kata Menag. Menurut Fachrul Razi, pemeluk agama berhak berpandangan bahwa agama yang anutnya adalah agama yang paling benar. Namun di sisi lain, pemeluk agama berbeda juga punya hak berpandangan yang sama bagi agama yang dianutnya.

“Untuk itulah pentingnya rasa saling menghargai dan menghormati antar pemeluk agama dan kepercayaan lain,” kata Fachrul Razi. Ia mengatakan, agama selalu lahir dalam misi mulianya, yaitu perdamaian dan keselamatan.

Namun, seiring perkembangan zaman dan kompleksitas kehidupan bangsa, teks-teks penafsiran agama mengalami multitafsir menyesuaikan dengan kondisi geososiobudaya masyarakatnya.

Menurut menag, sebagian pemeluk agama tidak lagi perpegang teguh pada esensi dan hakikat ajaran agamanya, tetapi bersikap fanatik pada tafsir kebenaran versi yang disukainya dan terkadang yang sesuai dengan kepentingan ekonomi dan politik.

“Maka konflik pun tidak terhindari, hal-hal semacam ini, tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia,” ucap Menag. “Di tengah kemajemukan yang luar biasa itu, Alhamdulillah Indonesia masih berdiri kokoh, bersatu dan terus bergerak maju,” kata dia.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Menag: Dari Perspektif Agama, Kemajemukan Adalah Rahmat”, Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/25/21070261/menag-dari-perspektif-agama-kemajemukan-adalah-rahmat?page=all#page3.
Penulis : Irfan Kamil
Editor : Icha Rastika

Ket. Foto : Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Raker tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan umroh dan pendidikan pondok pesantren saat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hp.(ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)