SinodeGKJ, Salatiga – Menyambut Natal 2020, Badan Pelaksana Sinode GKJ mengajak umat Kristiani untuk menantikan Tuhan dengan cara proaktif dan kreatif, mengembangkan pelbagai terobosan untuk menyaksikan kehadiran dan penyelamatan Tuhan kepada dunia, sesuai yang diperjumpakan Tuhan kepada gereja dan diri kita masing-masing.

Ajakan ini termuat dalam Surat Penggembalaan Natal Bapelsin Sinode XXVIII Gereja-Gereja Kristen Jawa yang dikeluarkan pada 2 Desember 2020, dan ditandangani oleh Sekretaris Umum, Pdt. Sundoyo, S.S.I, MBA.

Bapelsin Sinode GKJ menjelaskan, bahwa Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada masalah kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi dengan melambannya roda usaha, pemutusan hubungan kerja di mana-mana, dan resesi ekonomi yang kini menimpa Indonesia.

Di sisi lain, korupsi, kolusi dan nepotisme masih merajalela, sementara atmosfer sosial politik masih terus bergejolak. Disinformasi dan berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, hingga ucapan dan tindakan kekerasan masih terjadi.

Dalam situasi seperti ini, “Tuhan justru mengundang kita menjumpai-Nya melalui kepedulian kita, sebagai kawan sekerja Allah, dalam menghadapi pelbagai kesulitan,” demikian cuplikan bunyi Surat Penggembalaan.

Bapelsin Sinode GKJ juga mengimbau gereja-gereja agar rencana perayaan-perayaan Natal harus memperhatikan kondisi pandemi yang masih terjadi. (Tim Admin)

 

Selengkapnya klik :

Surat Penggembalaan Natal Bapelsin XXVIII Sinode GKJ