SinodeGKJ, Salatiga – Sidang Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Salatiga Bagian Utara (KSBU) hari ke II sekaligus hari terakhir, telah menghasilkan beberapa keputusan penting, terkait peningkatan kreatifitas dan digitalisasi pelayanan kepada jemaat.

Sidang yang digelar di Gedung Pertemuan Sinode GKJ, Salatiga, dibuka oleh Ketua Pimpinan Sidang Pdt. Wiji Astuti pada pukul 08.15 WIB dengan doa. Usai pembukaan, sidang dilanjutkan dengan sambutan Klasis tetangga, yakni Klasis Salatiga Bagian Selatan oleh Pdt. Kurniawan kemudian dilanjutkan dengan laporan Badan Pelaksana Harian (BPH) KSBU oleh Pdt. Matius Rusmiyanto.

Agenda selanjutnya adalah pelaksanaan sidang seksi-seksi yakni Seksi Keesaan dan Visitasi, Kespel, PWG, Penatalayanan dan Nominasi, kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno.

Di dalam persidangan, hal yang mendapat perhatian khusus antara lain pertama masalah kreatifitas dalam melaksanakan panggilan bersaksi dan pemeliharaan serta berjalannya organisasi sehingga gereja-gereja lokal maupun klasis tetap survive di tengah pendemi covids 19.

Kedua, digitaliasasi dalam perkantoran klasis dan gereja, dalam rangka Pengembangan Ekonomi Jemaat (PEJ) di KSBU. Untuk masalah digitalisasi PEJ ini telah dibuat web PEJ KSBU dan web tersebut mulai disosialisasikan ke gereja-gereja dan para pelaku usaha demi keberlangsungan pengembangan usaha ekonomi jemaat dan pelaku usaha jemaat.

Ketiga, sidang memutuskan untuk menindaklanjuti kerjasama dengan Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) tentang Pendidikan (hingga tingkat Training of Trainer / ToT) Multimedia untuk Komisi Anak.

Keempat, Klasis Salatiga Bagian Utara (KSBU) menerima informasi tentang rencana pendewasaan Pepantan Antepe GKJ Menara Kasih dengan sukacita. Namun proses pindahnya GKJ Antepe dari Klasis Salatiga Bagian Selatan ke Klasis Salatiga Bagian Utara memerlukan proses percakapan lebih lanjut antara Klasis Salatiga Bagian Selatan dengan Klasis Salatiga Bagian Utara, dengan pihak-pihak terkait.

Kelima,  dalam masa pandemi ini disepakati ada gerakan donor darah dan donor plasma darah, dan keenam, untuk program penaggulangan bencana, KSBU akan menyurati Sinode agar permohonan bantuan bisa juga ke aras Klasis, sehingga bantuan itu bisa dikirimkan oleh Klasis.

Dalam sidang klasis hari kedua ini, juga diputuskan jajaran BPH Bapel KSBU X yakni Ketua: Pdt. Stefanus Yossy Nugraha, Sekretaris: Pdt. Lukas Budi Gunawan dan Bendahara: Pnt. Setyaningsih.  (Pdt. Heri Purnomo/Pdt. Hananto Kusumo)