SinodeGKJ, Semarang – Suasana sukacita dan penuh ucapan syukur mengiringi Kebaktikan Pembiakan GKJ Salatiga Timur Pepanthan Karanggondang, Glawan dan Gombang Setro menjadi GKJ Kana Pebelan, serta Penahbisan Vikaris Nugroho Wisnu Tri Sasongko, S.Th, sebagai Pendeta Jemaat gereja tersebut, Kamis, 18 Februari 2021.

Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Sri Bangun Wiswono, S.Th selaku Pendeta GKJ Salatiga Timur. Kebaktian ini sekaligus menjadi penanda bahwa GKJ Kana Pabelan telah menjadi gereja yang dewasa dan mandiri. Ini adalah babak baru sebagai bagian dari proses pergumulan yang panjang dari 3 pepanthan menjadi satu gereja yang utuh.

Jemaat GKJ Kana Pabelan meyakini rangkaian peristiwa ini sebagai bagian dari wujud karya Allah, serta tekad dan upaya bersama warga sebagai wujud pertumbuhan gereja, demikian kata sambutan Majelis GKJ Salatiga Timur yang diwakili oleh Penatua Patmaya Mahatma, selaku Ketua Panitia.

Mengutip Buku Acara Kebaktian, nama GKJ Kana Pabelan diputuskan dalam persidangan majelis 6 Oktober 2019. Kata ‘Pabelan’ digunakan karena ketiga pepantahan berada di Kecamatan Pabelan. Namun Pabelan juga merupakan singkatan dari “Pasamuan Bersama Glawan, Karanggondang dan Gombang Setro”

Seiring dengan pembiakan dan penahbisan pendeta, juga telah diteguhkan 6 orang penatua, dan 12 orang diaken.

Sementara Kotbah Sulung Pdt. Nugroho mengambil Tema: “Apa (pun) Yang Dikatakan Kepadamu, Buatlah itu”. Tema ini menggunakan dasar Firman Tuhan dari Yohanes 2:1-11, tentang peristiwa Tuhan Yesus mengubah air menjadi anggur dalam sebuah perkawinan di Kana.

(Pdt. Nugroho Wisnu Tri Sasongko, S.Th. menyampaikan Kotbah Sulung)

Dalam kotbahnya, Pdt. Nugroho mengatakan, setiap orang pasti memiliki rasa khawatir tentang masa depannya, sama halnya ketika Ibu Yesus, Maria, merasa khawatir saat persediaan anggur untuk menjamu para tamu telah habis. Namun satu hal yang pasti dan kita yakini adalah, Tuhan akan menolong kita dengan caraNya.

Pdt. Nugroho menjelaskan bahwa rencana pembiakan GKJ Kana Pabelan sebenarnya sudah dimulai sejak 2005. Namun rasa cemas dan khawatir membuat gereja terdiam dan tidak berani melangkah, apakah akan mampu menghidupi gereja secara mandiri. Namun pada 2019 gereja memilih untuk berjuang dalam iman dan pengharapan, menanggapi panggilan pembiakan dengan sikap positip.

 

“Kami benar-benar merasakan campur tangan Tuhan di dalam setiap proses yang kami jalani. Kami tidak mengira persembahan yang semakin meningkat, dapat membeli rumah pastori, memiliki kantor, semua itu tidak kami bayangkan akan terjadi begitu cepat,” ujarnya.

“Tuhan tidak akan kurang cara untuk menyatakan Kemuliaan dan kuasaNya. Yang diperlukan adalah kesediaan diri untuk menjadi alat Tuhan dengan penuh kepatuhan dan ketaatan,” imbuhnya.

Pdt. Nugroho Wisnu Tri Sasongko, lahir di Janturan, Yogyakarta, 14 Februari 1987, dari pasangan Sugito dan Sri Herminingsih. Lelaki yang di masa mudanya suka bermain game online ini Lulus dari STAK Maturia tahun 2015, dengan gelar Sarjana Theologia.

Kebaktian Pembiakan dan Penahbisan pendeta ini berlangsung di gedung gereja Glawan yang berlokasi di desa Glawan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

Hadir diantaranya sejumlah pendeta, Bapelklas Salatiga Selatan : Pdt. Kurniawan, S. Si, Utusan Sinode Bapelsin XXVIII GKJ, Pdt. Widiarso Ekohadi Noegroho, dan Camat Pabelan, Khabib Sholeh, M.Pd, yang berkesempatan membuka selubung papan nama GKJ Kana oleh Camat Pabelan. Seluruh rangkaian acara kebaktian dan Resepsi ucapan syukur dijalankan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.  (Pdt Widiarso Eko / Tim Admin)

Lihat Foto Lain di IG