Pastoral Transformatif dan Pelayanan Pengajaran

Pengantar

Pasca Sidang Sinode ke 27, Sinode GKJ mempopulerkan sebuah cara berpikir baru yang disebut dengan Pastoral Transformatif sebagai dasar pelayanan gereja. Hal ini kemudian memiliki implikasi yang sangat luas baik pada tataran konsep pemahaman terkait tugas pelayanan gereja, sampai pada implementasi dari praktik-praktik pelayanan yang diemban gereja. Hal ini menarik, karena dalam cara berpikir Pastoral Transformatif, gereja diajak untuk senantiasa berpikir secara reflektif dan kritis dalam berteologi, ketimbang berpikir dengan hanya berdasar pada hukum dan aturan. Oleh karena Pastoral Transformatif memiliki preferensi utama dalam pelayanan yang dilakukan gereja adalah untuk mewartakan kabar baik (Injil), dengan semangat transformasi sebagaimana diteladankan oleh Yesus.

Dari pemahaman tersebut, tulisan ini hendak mencoba untuk merefleksikan bagaimana pola pikir Pastoral Transformatif dapat diartikulasikan dalam pelayanan pengajaran yang diemban gereja. Hal ini dimaksudkan untuk mengelaborasikan sebuah metode pengajaran yang bersumber pada Injil guna mengaktualisasikan perubahan yang relevan dalam kehidupan gereja. Tentu akan ada beberapa ketegangan di sana-sini sebagai implikasi dari pertemuan antara idea dan realitas, yakni ketegangan manakala sebuah konsep berteologi diperjumpakan dengan konteks riil kehidupan. Namun justru di sanalah esensi dari spirit transformasi, karena penghargaan atas proses dari setiap perjumpaan dapat memunculkan ruang pembelajaran dalam rangka melakukan perubahan.

 

Klik Link di bawah Untuk Mengunduh

Pastoral Transformatif dan Pelayanan Pengajaran