Pelayanan Pengajaran Remaja
Pengantar

Telah dibahas pada bagian yang pertama bagaimana pelayanan pengajaran yang berbasis Pastoral Transformatif, berorientasi pada upaya untuk membantu umat dalam memperkaya refleksi iman yang kemudian diaktualisasikan ke dalam tindakan-tindakan yang relevan. Di setiap konteks kehidupan, pola refleksi-aksi ini sangatlah penting dalam rangka menghayati iman. Karena bagaimanapun juga, iman kepada Kristus, haruslah mengakar pada realitas, yakni konteks di mana iman dihayati. Dan dalam paradigma Pastoral transformatif, iman kepada Kristus harus dapat menghadirkan perubahan, dalam arti transformasi untuk semakin mengarah pada karya Allah.[1]

Bagaimana karya Allah dipahami? Hal ini sangat bergantung dari titik tolak pola berpikir gereja dalam mengelaborasikan konsep-konsep pelayanannya, yang mempertemukan antara narasi-narasi teologis iman dengan potret dari realitas yang mengitari kehidupan konkret.[2] Untuk itu, perlu selalu dipahami bahwa hal tersebut sangat berdampak pada munculnya berbagai dinamika dalam penghayatan iman. Artinya, tidak akan ada satu pola penghayatan yang tunggal dan absolut, namun penghayatan iman itu akan selalu berkembang dan berproses secara dialektis. Di sinilah kekayaan penghayatan iman itu dapat dirayakan, dan tulisan ini hendak melihat bagaimana dinamika dari penghayatan iman tersebut justru sebagai proses belajar untuk memahami keluasan karya Allah.

Untuk itu, dua hal penting dalam tulisan ini diantaranya adalah [1] bagaimana cara membaca konteks realitas sebagai bagian dari penghayatan iman. Kemudian [2] bagaimana hal tersebut dapat direfleksikan dalam upaya-upaya pelayanan pengajaran bagi remaja.

[1] Lih. Dokumen Sidang Sinode Istimewa GKJ, tahun 2015

[2] James D. Whitehead & Evelyn Eaton Whitehead, Method in Ministry:Theological Reflection and Christian Ministry, Lanham, Chicago, New York, Oxford:Sheed & Ward, 1995, hlm. 3

Klik Link di bawah Untuk Mengunduh

Pelayanan Pengajaran Remaja