Sukacita: Spiritualitas Pelayanan

Pengantar: Gembalakanlah domba-dombaKu!

Pada bagian akhir Injil Yohanes terdapat sebuah perikop yang cukup populer, yang oleh LAI diberi judul “Gembalakanlah domba-domba-Ku!”. Judul ini menarik bila kita lihat secara kronologis, perikop ini menjadi bagian penutup dari Injil Yohanes yang banyak ditafsirkan sebagai kisah tentang perintah atau pengutusan. Maka konotasi dari perintah untuk menggembalakan domba-domba yang disampaikan kepada Petrus dapat dimaknai sebagai titik tolak bagi pembentukan paradigma tugas penggembalaan bagi para murid Yesus, khususnya pasca peristiwa kebangkitan. Di mana dari teks tersebut kemudian dapat kita maknai juga, bahwa tugas penggembalaan itu masih sangat relevan bagi kita, para murid Yesus yang hidup di jaman ini. Beruntung dalam dunia pelayanan masa kini, jemaat sudah sangat sadar untuk terlibat aktif dalam dunia pelayanan. Dan dapat kita lihat partisipasi baik secara formal maupun informal menjadi potensi yang luar biasa bagi kehidupan gereja di masa kini.

Namun kita tidak bisa mengabaikan, bahwa teks Yohanes 21:15-19 pun menggambarkan bagaimana tugas pelayanan, di samping memiliki dimensi praktis (untuk menggembalakan) juga memiliki dimensi reflektif. Dimensi tersebut dapat dicermati bagaimana perintah untuk melakukan penggembalaan, didasari oleh pertanyaan Yesus kepada Petrus tentang “Apakah engkau mengasihi aku?”. Bahkan, dalam beberapa tafsiran yang menyoroti pertanyaan Yesus tersebut, terdapat implikasi yang sangat luas yang terartikulasi dalam hubungan antara dimensi praktis dan reflektif dalam dunia pelayanan. Yakni, di samping kepentingan praktis dalam pelayanan, akar reflektif menjadi dasar yang menjadikan kasih kepada Yesus sebagai orientasi dasar bagi praksis pelayanan.

Materi ini hendak membahas tentang praksis pelayanan yang mengkorelasikan dimensi praktis dengan dimensi reflektif dalam dunia pelayanan, yang keduanya dapat disentuh dalam ruang pembahasan tentang Spiritualitas. Maka penulis hendak mengetengahkan dua poin penting dalam pembahasan ini, yang pertama, adalah konsep Spiritualitas dan Eksistensi sebagai dasar kesadaran sebagai pelayan. Dan yang kedua bagaimana implikasinya dalam praksis pelayanan.

 

Klik Link di bawah Untuk Mengunduh

Sukacita: Spiritualitas Pelayanan