SinodeGKJ, Salatiga – Sekretaris Umum Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ), Pendeta Sundoyo, S.Si, M.B.A mendapat kehormatan untuk melayani Ibadah Paskah Kontingen Garuda, yang bertugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Bangui, Afrika Tengah. Ibadah dilakukan secara online namun tetap berlangsung dengan khusyuk.

Kehadiran Pendeta Sundoyo dalam Ibadah Paskah online ini, ternyata memang permintaan langsung dari pasukan PBB, yang menginginkan pendeta asal tanah Jawa untuk memimpin ibadah pada hari Minggu, 4 April 2021 itu.

“Saya dikontak oleh salah satu anggota pasukan PBB yang kebetulan warga GKJ,” kata Pak Sundoyo kepada Tim Web Sinode GKJ.

Pak Sun, begitu beliau biasa disapa, tentu menjawab panggilan ini dengan penuh sukacita. Baginya ini adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga, melayani orang-orang yang bekerja jauh dari keluarga, jauh dari kampung halaman, jauh dari negaranya sendiri.

“Ini kesempatan yang langka…dan juga menjawab kerinduan Pasukan Garuda yang rindu ibadah bersama,” cerita Pak Sundoyo yang juga melayani sebagai Pendeta GKJ Brayat Kinasih, Yogyakarta. “Saya sangat gembira dan semangat,” imbuhnya.

Dikutip dari Kompas.com, dalam khotbahnya, Pendeta Sundoyo mendorong prajurit TNI tetap menghayati Paskah dengan sungguh, meski jauh dari rumah. Paskah Kebangkitan Tuhan Yesus harus diimani sebagai fakta historis yang betul-betul nyata. Menurut teks Alkitab, bukti nyata kebangkitan salah satunya ditunjukan dari kain penutup tubuh Yesus yang tergulung rapi.

Fakta yang lain menurutnya terlihat dari bagaimana kebangkitan Yesus mengubah para murid, dari ketakutan menjadi keberanian. Keberanian untuk menjalani kehidupan dan bersaksi dihadapan orang lain inilah yang terpenting.

“Jadi manusia paskah itu manusia yang menghidupi spirit berani menjalani semua tantangan kehidupan ini. Berani menyatakan kasih bagi orang lain.”

Dalam hal ini, menurut Pendeta Sundoyo, Pasukan Garuda yang membawa perdamaian bagi orang lain, juga memiliki tugas membawa cinta kasih bagi sesama. Ia berharap tugas ini juga disadari Pasukan Garuda sebagai berkat dari Tuhan. Dengan begitu spirit cinta kasih dan perdamaian bisa dibawa dalam sikap tiap pasukan, yang juga membawa nama besar bangsa indonesia dan dunia.

“Tuhan yang bangkit itu adalah Tuhan yang ada kita sepanjang waktu. Jadi setiap pencapaian yang kita capai adalah berkat Tuhan. Ada kepercayaan Tuhan yang juga harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.”

Secara khusus Pendeta Sundoyo mengangkat Kidung Jemaat 27 dalam ibadah ini. Dia ingin semangat Paskah bagi Pasukan Garuda, bisa tumbuh seperti penulisnya Charlotte Elliott yang memandang musibah yang menimpanya secara berbeda.

Kadang kata dia, kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan. Meski demikian, jika setiap orang mau melihat pengalaman hidup dengan sudut pandang yang berbeda maka hasil yang berbeda juga bisa didapat.

“Tentu secara personal menjadi pasukan pbb adalah kebanggaan tertentu. Itu adalah pencapaian yang perlu disyukuri, tapi tidak boleh lupa bahwa itu adalah berkat dari Tuhan.”

Walaupun berada di tempat yang sangat jauh dengan keluarga, Pasukan Garuda diharapkan dapat selalu mengingat yang mencintainya dan saling mendoakan setiap waktu untuk keberhasilan misi PBB. (Tim Admin)