Kamis, 15 April 2021 Minggu Paskah II

Daniel 9: 1-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 2: 18-25 Link Alkitab

Doa Daniel

“Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri.. “(Daniel 9:17)

Doa Daniel ditujukan kepada Tuhan setelah itu setelah Daniel memeriksa kumpulan dalam kitab-kitab. Menurutnya, Daniel membaca peringatan nabi Yeremia kepada orang-orang Israel tentang hukuman yang akan dijatuhkan kepada orang-orang Israel yaitu akan diasingkan ke Babel. Ketika waktunya tiba, nabi-nabi palsu akan menghibur dengan mengatakan bahwa hukumannya tidak lama. Tetapi Yeremia mengingatkan bahwa pembuangan akan terjadi selama tujuh puluh tahun. Setelah itu ada dua peristiwa yang akan terjadi yaitu Babel akan dihukum karena penindasan mereka  atas bangsa Israel dan atas orang-orang Yahudi akan dipulangkan ke Israel dan akan membangun kembali Bait Suci.

Daniel percaya bahwa bangsa Israel akan dipulihkan. Sehingga Daniel berdoa, memohon pengampunan atas dosa dan dosa bangsanya. Dia juga berdoa agar Tuhan memulihkan bangsa Israel  didasarkan pada kasih dan belas kasihan Tuhan, seperti Tuhan Allah juga membebaskan bangsa Israel dari tanah perbudakan Mesir. Dalam doanya Daniel meminta Tuhan untuk menepati janjinya. Di sini sangat jelas bahwa doa Daniel tidak hanya untuk kebaikan Israel, tetapi juga agar pekerjaan Tuhan dapat terwujud.

Daniel memanjatkan doa syafaat untuk bangsanya. Sikap Daniel ini menunjukkan kepada kita sikap peka terhadap kebutuhan pengampunan orang lain yaitu bangsanya dan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Kamantapan hati juga sangat dibutuhkan untuk meminta Tuhan memenuhi janji yang pernah Dia buat terhadap Yeremia yaitu janji untuk memulihkan Yerusalem. Apakah kita juga berdoa seperti Dhaniel. | AW