Selasa, 11 Mei 2021 Minggu Paskah VI

Ulangan 11: 1-17; Mazmur 93; I Timotius 6: 13-16 link alkitab

Murni Tanpa Cacat

“Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus   menyatakan diri-Nya .”  (I Timotius 6:14)

Pada 25 Mei 2020 setahun yang lalu, terjadi kekacauan di Amerika Serikat,warga masyarakat yang jumlahnya lebih dari 40 orang berdemonstrasi unjuk rasa dengan melakukan tindakan anarkis dan fandaisme. Toko-toko dijarah, kendaraan polisi dan pemerintah dirusak. Kekacauan ini terjadi karena kematian George Floyd, seorang warga kulit hitam Amerika Serikat yang menjadi korban kekerasan aparat kulit putih. Kasus tersebut kemudian diberitakan sebagai kasus rasial yang sangat besar dampaknya.

Saudara-saudara, mengapa masih saja ada perasaan benci di di tengah kehidupan manusia? Sebab manusia masih memiliki sikap merasa drinya baik dan paling benar sendiri. Sikap seperti ini akan menimbulkankan korban, yaitu ada kelompok lain yang dianggap tidak benar. Apalagi bila sikap ini merasuk dan dijiwai dalam hati orang atau  kelompok lain, tentunya akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Kelompok yang dianggap salah atau buruk bisa marah dan dampaknya benar-benar mengerikan.

Bagaimana agar kita jauh dari sikap merasa paling benar sendiri tersebut? Marilah kita kembali membaca bacaan kita. Kata tidak bercacat dalam bacaan  tidak bermaksud bahwa manusia tidak berdosa, tetapi manusia itu berdosa,yang dikuduskan hatinya kembali ke jalan anugerah Tuhan. Dengan demikian orang percaya tidak mudah menghakimi orang lain dan merendahkan orang yang berbeda dengan dirinya. Sebaliknya, orang percaya diharapkan menghormati semua makhluk Tuhan karena sadar bahwa tidak ada yang sempurna di hadapan Tuhan Allah. | * ATF