SinodeGKJ, Pengaringan – Ibadat penahbisan Pdt. Andreas Restu Priyatama menjadi Pendeta GKJ Pengaringan dimulai dengan iring-iringan atau prosesi semua pendeta Klasis Kebumen, utusan Klasis tetangga yaitu Purworejo, utusan Sinode GKJ, dan para pendeta undangan. Sebagai “cucuk lampah”, atau urutan terdepan adalah Tarian Ebeg, yaitu tarian khas Banyumasan, dengan penari menaiki kuda kepang, atau kuda lumping.

Ibadat dipimpin oleh Pdt. YM Sumardi selaku pendeta konsulen dari GKJ Prembun. Setelah ibadat dilanjutkan acara resepsi yang dihadiri para pejabat pemerintah daerah, antara lain Kepala Desa Pengaringan dan Camat Pejagoan ,Dra. Hj. Farita Listiyati.

Acara Penahbisan ini sekaligus memperingati 7 tahun GKJ Pengaringan didewasakan dari gereja induknya yakni GKJ Kebumen, pada 7 Juni 2021. Pdt. Andreas Restu Priyatama, menjadi pendeta pertama GKJ Pengaringan, dan pendeta ke -14 di Klasis Kebumen.

GKJ Pengaringan terletak di lereng bukit Pranji, Desa Pengaringan, Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Selain memiliki potensi sebagai wisata alam, daerah ini juga dikenal sebagai penghasil biji Jinitri yang sudah diekspor ke luar negeri.

“Bertumbuh Menjadi Dewasa”, menjadi tema khotbah sulung Pdt. Andreas Restu Priyatama, yang akan menyemangati kembali jemaat yang ‘sekarat’ karena pandemi, untuk bangkit kembali. Bukan hanya dengan Jenitri tetapi Kasih Ilahi. (Joe)