SinodeGKJ, Salatiga – Kabar duka itu tiba-tiba menyeruak laksana petir di siang bolong. “Berita duka cita. Telah pulang ke rumah Bapa di sorga Pdt. Wahyuhadi Catur Basuki (Mas Wayonk) – GKJ Sulursari Klasis Purwodadi. Hari Rabu, 23 Juni 2021 Pk.12.00 wib”, begitu isi salah satu pesan WA di grup Redaksi Tabloid Adiyuswa.

Ya, Mas Wayonk, begitu panggilan akrab Pdt. Wahyuhadi, adalah salah seorang Redaktur di Tabloid Adiyuswa. Beberapa hari sebelumnya (11 Juni 2021) beliau memang berkabar melalui WA, bahwa dirinya sedang dirawat di rumah sakit Panti Rahayu, Purwodadi. Bahkan beliau sempat mengirim foto saat sedang duduk di tempat tidur rumah sakit sembari mengenakan slang oksigen. Dalam keadaan sakit seperti itu, Mas Wayonk masih sempat mengirimkan materi untuk Tabloid Adiyuswa edisi Juli 2021.

Tapi beberapa hari kemudian, muncul pesan WA mengejutkan bahwa Mas Wayonk harus masuk ICU karena oksigennya drop. Ucapan-ucapan untuk berdoa secara khususpun meluncur melalui pesan WA agar Mas Wayonk bisa segera dipulihkan. Namun Tuhan berkehendak lain, Rabu siang, Tuhan memanggil Mas Wayonk kembali ke pangkuanNya.

Kepergiannya meninggalkan rasa sedih dan duka yang mendalam, semua merasa kehilangan. “Terimakasih mas Wayong…kenangan indah walau sebentar, dan sudah meninggalkan tugas yang diabadikan di Tabloid Adiyuswa,” tulis Pdt. Tanto Kristanto, Pemimpin Redaksi Taloid Adiyuswa dalam pesan WAnya.

Pdt. Wahyuhadi Catur Basuki, S.Si., lahir di Cepu, 24 September 1976. Lulusan Universitas Kristen Dutawacana (UKDW) ini ditahbiskan menjadi pendeta GKJ Gabus-Sulursari, Klasis Purwodadi, pada 16 Juli 2003, dan bertugas di gereja tersebut hingga saat ini. Almarhum meninggalkan seorang istri dan 2 orang putri yang masih remaja.  Selamat jalan Mas Wayonk.   (Tim Admin)