BULAN KESAKSIAN PELAYANAN
Ekonomi Keluarga dan Gereja

Pengantar
Badan Kehatan Dunia, WHO menetapkan virus Corona sebagai pandemi. Artinya bahwa virus Corona merupakan penyakit yang menyebar ke banyak orang di beberapa negara dalam waktu yang bersamaan. Setidaknya ada lebih dari seratus negara yang terjangkit virus Corona saat ini. Situasi ini menyebabkan situasi kehidupan fisik dan social masyarakat mengalami perubahan yang sangat radikal. Karena pembatasan fisik (fisical Distancing) yang diterapkan untuk menghambat persebaran virus ini mengubah pola kehidupan social ekonomi pada hampir semua orang. Jika dilihat dari piramida Maslow, kebutuhan hidup pada orang tertentu sudah berada pada puncak piramida yang terkait dengan aktualisasi diri lalu terjun bebas sampai ke dasar piramida yang terkait dengan kebutuhan-kebutuhan fisik seperti makanan, minuman dan pakaian. Dalam kondisi demikian bahkan uang tidak lagi memberikan jaminan untuk hidup tenang. Memiliki makanan akan lebih menentramkan dibandingkan dengan memiliki uang. Oleh karena situasi tersebut, tema diskusi di masa-masa pandemi seringkali sangat terkait dengan tema-tema tentang ketahanan pangan.

Meskipun sempat terjadi situasi kalut di masyarakat-hal ini nampak dengan tindakan masyarakat memborong bahan pangan di supermarket dan menimbun di rumah-namun pada akhirnya masyarakat menunjukkan sikap yang lebih positif. Dengan sangat kreatif masyarakat mulai menerima situasinya dan mulai mengatasi persoalan hidupnya. Hal tersebut setidaknya nampak dari munculnya aktifitas jual beli online yang meningkat sangat signifikan dibandingkan dengan masa sebelum pandemi. Bahkan orang-orang yang sebelumnya tidak melakukan aktifitas wirausaha seperti para pegawai, kemudian juga ikut bergerak dalam kewirausahaan. Kewirausahaan sendiri sebenarnya tidak selalu terkait dengan aktifitas perdagangan atau bisnis. Kewirausahaan lebih kepada karakter orang yang kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah menyerah.
Pada kesempatan kali ini, Bapelsin GKJ bidang kespel mengajak gereja-gereja dan lebih khusus setiap keluarga dalam jemaat untuk memper-gumulkan beberapa tema terkait dengan persoalan ekonomi keluarga dan juga gereja. Ada 4 bahan PA yang disiapkan untuk dipergumulkan dalam keluarga dan 1 tema yang akan dipergumulkan bagi gereja dengan webinar yang akan diselenggarakan.

Kepada setiap gereja dipersilahkan untuk membagikan 4 bahan tema kepada jemaat agar di diskusikan dalam kelompok PA atau dalam PA dikeluarga masing-masing karena situasi pandemic belum bisa berkumpul secara fisik. Dipersilahkan gereja untuk mengatur sesuai dengan konteksnya masing masing. Selain itu bapelsin bidang kespel juga mengundang kepada semua gereja untuk bisa mengikuti Webinar dengan tema “Pasif income” yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 Juli 2021 jam 18.30 WIB secara daring.

Mengucapkan terimakasih kepada paguyuban kewirausahaan GKJ dan semua pihak yang telah ikut menyiapkan bahan-bahan diskusi kali ini.

 

Bahan Bulan Kesaksian Pelayanan dapat di unduh melalui link berikut Download