SinodeGKJ, Surakarta –  Setelah ditunda sekitar 2 bulan karena pandemi covid 19 yang saat itu sedang tinggi-tingginya, Persidangan Istimewa Ujian Calon Pendeta GKJ Sumber atas diri Siti Rokhayati, STh. yang rencananya dilaksanakan pada 10 Agustus 2021, akhirnya baru terlaksana, Rabu, 20 Agustus 2021.

Persidangan yang dimulai pada pukul 08.00 wib ini diikuti 16 peserta sidang, terdiri dari Tim pembimbing dan penguji 4 orang, Utusan gereja se Klasis Kartasura (termasuk moderamen) 9 orang, Utusan Sinode 1 orang, Bapelklas 1 orang dan Bawasklas 1 orang.

Waktu ujian untuk tiap mata uji berlangsung selama 20 menit, yang dibagi menjadi Penguji utama 10 menit, Sinode 5 menit dan Utusan gereja-gereja 5 menit.

Pengaturan waktu dan pembagian durasi ujian untuk tiap mata uji tersebut didasarkan pada fakta bahwa Sidang Istimewa ini dirancang saat pandemi covid-19 berada di puncak-puncaknya, karena itu perjumpaan diupayakan untuk dapat dilakukan sesingkat mungkin tanpa harus kehilangan esensinya.

Penyampaian materi khotbah dilaksanakan bersamaan dengan Ibadah pembukaan. Dasar Alkitab yang dipakai diambilkan dari Kisah Para Rasul 2:42-47, dengan Tema: “Dados Patunggilan ingkang Gesang”.

Akhirnya, setelah mempertahankan pendapatnya dalam ujian calon pendeta, dan setelah dibahas dalam persidangan tertutup, maka Siti Rokhayati dinyatakan LULUS, LAYAK TAHBIS, dan MASUK MASA VIKARIAT.

Para penguji memberi catatan bahwa Siti Rokhayati diharapkan lebih dapat belajar mengatur atau membagi energi yang dimiliki, supaya ketika berhadapan dengan beragam tugas dan pergumulan dalam mendampingi jemaat, dapat melakukannya dengan optimal dan tenang.

Sebagai seorang perempuan dan yang secara khusus dianugerahi dengan sikap yang antusias dan terbuka, Siti seyogyanya menjadikan hal itu sebagai nilai tambah untuk memiliki kepercayaan diri yang positif, demi dapat menorehkan catatan-catatan baru dalam perjalanan sejarah GKJ Sumber.

Persidangan ditutup pada pukul 11.47 wib. Semua pihak menyatakan proses persidangan berjalan dengan baik.
Kiranya nama Tuhan dimuliakan melalui karya gereja-Nya. (Pdt. Tyas)