SinodeGKJ, Purworejo – Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Purworejo mengadakan Sidang Istimewa, pada Jumat Legi, 26 November 2021, dengan materi khusus tentang Pensiun Dipercepat atas diri Pdt. Petrus Mardiyanto STh., karena yang bersangkutan mengajukan pengunduran diri.

Sidang Istimewa yang diselenggarakan oleh GKJ Pituruh sebagai gereja penghimpun ini, memutuskan menerima permintaan Majelis GKJ Pituruh yang memohon persetujuan berakhirnya hubungan kerja antara GKJ Pituruh dengan Pdt. Petrus Mardiyanto STh. , dengan status Emiritus Dini, atau Pensiun Dipercepat sebagaimana yang dituangkan dalam Surat Keputusan yang dilampirkan dalam materi sidang.

Apabila permohonan tersebut disetujui, Majelis GKJ Pituruh meminta dukungan semua pihak yang terkait, dalam rangka menyelenggarakan kebaktian Pensiun Dipercepat (emiritus dini). Terkait dengan persetujuan pensiun dini tersebut, sidang juga menyetujui permintaan Majelis GKJ Pituruh untuk mendapatkan Pendeta Konsulen demi berlangsungnya tata kehidupan bersama relegius bagi jemaat GKJ Pituruh.

Visitator Sinode, Pdt. Johan Budiman, dalam agenda acara lain-lain mengingatkan seluruh peserta sidang untuk menggumuli dan melakukan refleksi diri terhadap istilah ‘Emiritus Dini’, dengan mengacu pada dua hal. Pertama, definisi Emiritus adalah sebuah gelar penghargaan/kehormatan, bagi profesor, uskup, pastur, dan pendeta yang telah menyelesaikan pekerjaannya pada peringkat tertentu.

Kedua, pada kasus Almarhum Pdt. Dr. Meno Subagyo yang menolak menerima gelar Emritius karena merasa tidak layak menerima penghargaan tersebut, sehingga beliau selalu menyebutkan dirinya sebagai Pendeta Pensiun bukan Pendeta Emiritus.

Sidang Istemewa kali ini dipimpin oleh Pdt. Yuliana Saragih dari GKJ Kutoarjo dan Pdt. Siswa Pranoto dari GKJ Kaligesing. Sidang dihadiri utusan 11 gereja, Bapelklas, utusan gereja tetangga yakni Klasis Magelang dan Kebumen, serta visitator sinode. (Pdt. Johan Budiman)