SinodeGKJ, Wonosobo – Gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Sindoro Sumbing menggelar Sidang Klasis ke-21, bertempat di Kledung Pass Hotel, Sabtu, 22 Januari 2022, dengan GKJ Wonosobo sebagai gereja penghimpun.

Sidang kali ini mengambil tema: “Gereja dan Budaya”. Tema ini merupakan tema Renstra tahun 2022 Klasis Sindoro Sumbing. Ketua Bapleklas Sindoro Sumbing Pdt.Ari Kurniawan menjelaskan, tema Renstra ini akan dikembangkan dalam menjemaatkan budaya khas Gereja Kristen Jawa dalam perspektif budaya lokal dan budaya kekinian, yang akan dijabarkan dengan tiga kegiatan utama: Pertama, Camping Pemuda Remaja; Kedua, Saresehan Budaya Gereja; dan ketiga, Undhuh-undhuh.

Sementara itu, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat dalam sambutannya memberi semangat agar semua unsur masyarakat bersinergi demi NKRI. Sambutan yang disampaikan lewat video tak membuat nglokro peserta sidang, sehingga genderang tepuk tangan bertalu sebagai bentuk tanggapan yang antusias.

Ada aneka materi menarik dari gereja, juga informasi yang diberikan para undangan, diantaranya: usulan GKJ Ardi Mulya Wonosobo yang menginginkan perubahan sistem pemerintahan gereja dari Presbiterial-Sinodal ke Sinodal dengan mengajukan aneka alasan, salah satunya kesulitan dalam pemanggilan pendeta. Dengan elegan, persidangan memutuskan, akan mengkaji masalah tersebut bersama Bapelklas supaya cerdas dalam mengambil keputusan.

Masalah lain yang mengemuka adalah pergumulan GKJ Wonosobo yang tertunda mendapatkan bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja, karena GKJ (Sinode) tidak atau belum mempunyai SK dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Untuk mengatasinya, maka GKJ Wonosobo akan mencari solusi dengan mendirikan yayasan.
Hal ini menjadi memori sidang yang sangat berarti.

Informasi menarik lain datang dari Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Parakan, yang akan memberikan layanan kesehatan istimewa bagi para pendeta. Sedangkan dari Akademi Perawatan Ngesti Waluyo melaporkan tentang perubahan nama menjadi Sekolah Tinggi Perawatan, serta memperkenalkan program “Biji Sesawi” yakni bantuan beasiswa dari donatur untuk para mahasiswa, bekerjasama dengan gereja.

Sementara visitator Sinode yakni Pdt.Elya Budi Raharjo dalam sambutannya antara lain mengingatkan klasis dan gereja lokal agar berpartipasi aktif mengikuti kegiatan HUT Sinode GKJ ke 91, baik mengikuti Ibadah HUT secara daring, tukar pelayan firman, maupun lomba pembuatan logo HUT GKJ ke-91.

Sidang berjalan lancar dan akhirnya selesai pada siang hari. Sidang kemudian ditutup dengan doa oleh Pdt. Johan Budiman yang hadir juga sebagai Visitator Sinode GKJ. (Pdt.Johan Budiman Pdt.Elya Budi Raharjo)