SinodeGKJ, Yogyakarta – Pdt. Ardi Tulus Ariyanto mengimbau peserta sidang XXXII Klasis Yogyakarta Utara agar termotivasi untuk mempunyai hati yang melepaskan, bukan mendapatkan, supaya tidak tersesat dan terjerat kerangka jiwa yang individualitis tetapi altruistis. Dengan demikian, maka peserta sidang akan menjadi orang yang berbahagia seperti yang dikehendaki sabda Ilahi.

Hal tersebut disampaikan Pdt. Ardi saat berkotbah dalam ibadah pembukaan Persidangan XXXII Klasis Yogyakarta Utara. Pdt Ardi mendasarkan kotbahnya dari Kitab Matius 5 : 6 s/d 10. Sidang ini sendiri berlangsung selama dua hari, Jumat 28 – Sabtu 29 Januari 2022, dengan GKJ Sarimulyo sebagai gereja penghimpun.

Sidang kali ini dihadiri oleh Pembimas Kristen Kementrian Agama Kantor Wilayah Daerah Istemewa Yogyakarta, Sri Gunarti Sabdaningrum. Dalam pidatonya Sri Gunarti menginformasikan bahwa Kota Yogyakarta akan menjadi penyelenggara Pesparawi Nasional ke-13, pada tanggal 19 hingga 26 Juni 2022.

Sementara beberapa catatan yang muncul dalam persidangan XXXII ini antara lain adalah usulan gereja agar masa vikariat menjadi satu dengan masa pembimbingan. Namun menanggapi usulan ini, sidang memutuskan untuk tetap memberlakukan tata gereja, tatalaksana dan pedoman vikariat.

Sidang juga mendengarkan laporan GKJ Ambarukmo yang telah melakukan pemilihan calon pendeta pada 10 Oktober 2021, atas diri saudara Nugraheni Siwi Rumanti.

Dilaporkan juga bahwa GKJ Condongcatur akan melakukan ibadah emiritasi pada 5 Juli 2022 atas diri Pdt. Djunarso Kartika Hadi.

Sedangkan GKJ Tanjungtirto melaporkan rencana penahbisan pendeta atas diri Sdr. Talentika Krisarini, pada Sabtu 5 Maret 2022. Hal lain yang disampaikan peserta sidang adalah proses pemanggilan pendeta GKJ Dayu yang masih berlangsung.

Sementara itu pimpinan sidang (moderamen) menyampaikan pesan kepada visitator sinode yang diwakili Pdt. Johan Budiman dan Pdt. Sutomo, tentang tawaran kerjasama dari RS Bethesda Yogyakarta kepada Klasis Yogyakarta Utara. Pimpinan sidang berharap, kerjasama ini bukan hanya di lingkup klasis tetapi juga lingkup Sinode GKJ.

Sidang ditutup dengan ibadah sekaligus pelerehan dan peneguhan Bapelklas dan Bawasklas yang dilayani oleh Pdt. Bambang Sulistyo dari GKJ Tanjungtirto.  (Pdt. Johan Budiman)