KONTEN VIDEO PENDEK

Tema Trinitas, Sakramen,dan Etika

——


A. Ketritunggalan Allah menurut PPA GKJ

1. Ketritunggalan Allah tidak masuk akal?

  • Ketritunggalan Allah bukannya tidak masuk akal, melainkan melampaui akal.
  • Seperti yang ditekankan Agustinus dari Hippo, “Jika engkau bisa memahaminya, berarti hal itu bukan Allah.” Sebagai ciptaan yang terbatas, kita tidak mungkin dapat memahami secara tuntas Sang Pencipta yang tidak terbatas.
  • Namun, bukan berarti kita tidak perlu berupaya memahami ajaran mengenai Ketritunggalan Allah. Sebagaimana ditegaskan oleh Anselmus dari Canterbury, “Iman mencari pemahaman.” Kendati kita tidak akan pernah bisa tuntas memahaminya, kita perlu terus belajar dan berupaya mendalami ajaran mengenai Ketritunggalan Allah.

Contoh Ide Konten:
A : Ajararan Trinitase wong Kristen ki ra mashook blas!
B : Gimana, gimana, Kak?
A : Pokoke ora masuk akal, Mazseeehh.
B : Kak, ini apa? Dan untuk apa?
A : Kuwi jelas sendok! Buat makan!
B : Ndok, si Kakak ini siapa? Kesukaannya apa yak?
A : Lha wong sendok kok ditakoni! Ya jelas ora bisa mangsuli!
B : Nah, itu, Kak! Sama seperti sendok yang adalah benda tidak bisa menjelaskan siapa Kakak yang adalah manusia, demikian juga Kakak yang adalah ciptaan tidak akan bisa menjelaskan secara tuntas Allah yang adalah Sang Pencipta.
Ketritunggalan Allah itu bukannya tidak masuk akal, Kak. Tetapi melampaui akal.
Kalau sampai ada hal yang bisa dipahami dan dijelasin dengan tuntas, pasti hal itu bukan Allah, Kak.

2. Satu pribadi dengan tiga karya penyelamatan

  • Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah Allah yang satu dan sama. Pribadinya hanya satu, yakni Allah.
  • Bapa adalah Allah yang kita kenal dalam peristiwa bangsa Israel sebagaimana tertulis dalam Perjanjian Lama.
  • Anak adalah Allah yang kita kenal dalam peristiwa manusiawi Tuhan Yesus Kristus sebagaimana yang tertulis dalam Perjanjian Baru.
  • Roh Kudus adalah Allah yang kita kenal dalam peristiwa Roh Kudus sebagaimana tertulis dalam Perjanjian Baru dan sejarah gereja hingga kini.

Contoh Ide Konten:
A : Sob, Tuhanmu itu satu atau tiga sih?
B : Satu donk.
A : Lha kok ada Bapa, ada Anak, njuk ada Roh Kudus segala?
B : Gini deh…
Di sekolah kamu jadi apa?
A : Murid.
B : Kalau di rumah?
A : Anak.
B : Kalau di tongkrongan?
A : Wooo… ya jelas Hype-Beast donk, Sob!
B : Trus kamunya ada berapa?
A : Ya satu lah!
B : Lha ya itu Allah Tritunggal kami, Brader. Pribadinya satu. Saat menyelamatkan bangsa Israel, kami menyebutnya Bapa. Saat menebus dosa kami dalam diri Yesus Kristus, kami menyebutnya Anak. Saat menyertai dan menolong kami sampai saat ini, kami menyebutnya Roh Kudus.
A : Owala…

3. Ketritunggalan Allah tidak alkitabiah?

  • Dalam Alkitab, kita memang tidak akan menjumpai kata “Tritunggal” atau “Trinitas”. Adalah Tertulianus dari Kartago, seorang teolog Afrika abad kedua yang pertama kali menggunakan istilah trinitas.
  • Namun, dalam Matius 28:19, kita akan menjumpai rumusan triadis yang secara eksplisit menyebutkan Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ungkapan yang selaras dengan itu juga kita jumpai dalam 2 Korintus 13:14.
  • Terlebih dari itu, keseluruhan Alkitab mempersaksikan Allah yang esa, yang berkarya sebagai Bapa dalam peristiwa bangsa Israel, sebagai Anak dalam peristiwa manusiawi Tuhan Yesus Kristus, dan sebagai Roh Kudus dalam kehidupan gereja sampai saat ini.
  • Dengan demikian, kendati tidak ayatiah—tidak ada ayat yang mencantumkan kata “Tritunggal” atau “Trinitas”—ajaran mengenak Ketritunggalan Allah adalah alkitabiah—sejalan dengan isi kesaksian dalam Alkitab.

Contoh Ide Konten:
A : Sis, ternyata di dalam Alkitab ga ada disebutin kata Tritunggal atau Trinitas!
B : Lah… emang iya. Trus kenapa?
A : Yhaaa… berarti ajaran Ketritunggalan Allah itu ga alkitabiah donk…
B : Emang di Alkitab ada ayat yang nyebutin Instagram Reels?
A : Ya jelas ga ada lah.
B : Jadi Instagram Reels ga alkitabiah juga donk…
A : Yhaaa… ga gitu juga mainnya, Sis.
B : Makanya, Sis. Kita kudu bedain antara ayatiah dan alkitabiah. Tidak ada ayatnya di Alkitab, bukan berarti ga alkitabiah, Sis.
Dan, secara keseluruhan, isi Alkitab memang mempersaksikan Allah yang esa, yang kita kenal sebagai Bapa dalam peristiwa bangsa Israel, sebagai Anak dalam peristiwa manusiawi Tuhan Yesus Kristus, dan sebagai Roh Kudus dalam kehidupan gereja.
Jadi, meski ngga ada ayat yang nyebutin “Tritunggal” atau “Trinitas”, ajaran Ketritunggalan Allah itu tetap Alkitabiah, Sis.

——

B. Ajaran tentang Etika Kristiani menurut PPA GKJ

1. Hidup Beretika

  • Orang Kristen mendasarkan hidupnya atas penyelamatan Allah yang sudah Allah anugerahkan.
  • Meskipun sudah diselamatkan, orang percaya harus hidup bertanggungjawab dan serius dalam menjalani kehidupan di dunia.
  • Keselamatan itu adalah perjalanan, artinya keselamatan itu baru sempurna ketika orang percaya sudah sampai pada tujuan akhir keselamatan itu, yaitu ketika orang percaya tetap memelihara imannya sampai akhir hayatnya. Maka dalam menjalani kehidupan dalam perjalanan keselamatan itu, orang percaya harus hidup beretika.
  • Yang menjiwai hidup beretika adalah kasih, penyangkalan diri, pengorbanan, dan kerendahan hati.

Contoh ide konten:

Seringnya muncul pertanyaan “kalau orang Kristen sudah diselamatkan boleh donk berbuat dosa terus? ‘kan sudah diampuni dan nanti kalau berbuat dosa lagi diampuni lagi”. Ini adalah pemahaman yang keliru yang perlu diluruskan yakni bahwa orang percaya juga harus hidup beretika sebagai wujud syukur dan pertanggungjawabannya atas keselamatan yang adalah sebuah perjalanan. Nilai-nilai hidup beretika adalah kasih, penyangkalan diri, pengorbanan, dan kerendahan hati.

2. Dunia = Dosa?

  • Seringkali muncul anggapan bahwa dunia ini identik dengan dosa.
  • Maka hal-hal di dunia ini adalah berdosa dan bertentangan dengan kehendak Tuhan.
  • Orang percaya hendaknya tidak menganggap bahwa kehidupan di dunia pada dirinya adalah sumber dosa, sebab sumber dosa adalah hati manusia, tetapi menyadari bahwa kehidupan di dunia ini adalah gelanggang bagi manusia melakukan dosa dalam segala macam kejahatannya.
  • Kehidupan di dunia ini adalah sebuah gelanggang bagi orang percaya untuk mewujudkan keselamatannya di dalam kehidupan manusiawi yang lumrah, wajar.

Contoh ide konten:

Diperlihatkan contoh-contoh hal-hal di dunia yang sering dianggap berdosa. Perlu dijelaskan bahwa sumber dosa adalah pada hati manusia itu sendiri. Misalnya, ketika anak muda berpacaran, maka pacaran itu sendiri bukanlah hal yang berdosa. Namun gaya berpacaran yang salah karena keinginan kedagingan dan hawa nafsu itulah yang berdosa. Maka bercaranlah yang sehat dan menjadi berkat. Dunia ini menjadi tempat bagi orang percaya untuk mewartakan keselamatan Allah.

3. Alam Rumah Kediaman Bersama

  • Manusia berada di dalam alam sebagai bagian dari alam dan alam merupakan “rumah kediaman” bagi manusia bersama-sama dengan semua makhluk yang lain.
  • Manusia oleh Allah dilengkapi dengan akal budi sehingga mampu menguasai, mengolah dan menggunakan alam untuk menunjang kehidupannya, maka manusia dituntut tanggung jawab dan mampu bertanggung jawab memelihara alam.
  • Manusia harus memelihara dan mempertahankan kelestarian alam sebagai rumah kediaman bersama dengan semua makhluk, dengan demikian kelestarian semua makhluk termasuk manusia juga terjaga.
  • Orang percaya harus menyadari adanya hak generasi kemudian atas alam, maka harus menjaga kelestarian alam untuk generasi penerus dan sekaligus bagi hak asasi semua makhluk atas alam sebagai rumah kediaman bersama.

Contoh ide konten:

Memotret perilaku yang tidak ramah lingkungan yang seringkali terjadi di lingkungan gereja, misalnya: buang sampah sembarangan, mengambil warta jemaat dalam bentuk cetak kemudian meninggalkannya di kursi gereja, penggunaan listrik yang berlebihan dengan tidak mematikan lampu di siang hari atau selalu memakai AC meski cuaca sejuk, tidak menghabiskan makanan dan minuman, menggunakan banyak sekali plastik atau kresek, tidak memiliki kebiasan menanam tanaman atau pohon, dan sebagainya. Kemudian mengingatkan bahwa alam adalah rumah tinggal bersama kita dengan semua makhluk, maka kelestarian alam ini harus dijaga. Manusia diberikan mandat oleh Tuhan untuk menjaga dan melestarikan alam ini agar generasi penerus juga bisa menikmati alam yang asri sebagai rumah kediaman bersama.

——

C. Sakramen Baptis dan Sakramen Perjamuan

1. Siapa sih Penerima Sakramen?

  • Penerima sakramen baptis adalah setiap orang yang menerima penyelamatan Allah termasuk anak-anak keluarga Kristen.
  • Penerima sakramen perjamuan adalah setiap orang yang sudah dibaptis yang dipersiapkan dengan seksama oleh gereja untuk menyambut rahmat Allah dan anak-anak keluarga Kristen yang sudah dibaptis saat masih kanak-kanak.
  • Jadi sakramen terbuka bagi seluruh usia.

Contoh konten:
(Bagi gereja-gereja yang sudah melibatkan Anak dalam Sakramen Perjamuan)
1. Teman-teman creator bisa menanyangkan video mengenai perjamuan kudus anak yang dikonsep secara estetis.
2. Teman-teman bisa mewawancarai perasaan anak-anak setelah ikut perjamuan kudus.

2. Baptis Selam VS Baptis Curah

  • Secaraharafiah, kata Baptisma (Yunani) berartimenyelam. Namunpenyelamanhanyabentukbukandasar. Unsurdasarnyaadalah air yang melambangkanpenebusandosadengandarah

Contoh Konten:

Jemaat: Pak Pendeta, Baptis GKJ Alkitabiah ya. Ga sesuai Alkitab. Yesus saja diselam. Masak kita cuma dipercik? Saya mau baptis ulang.

Pendeta: Baptisnya di sungai Yordan oleh Yohanes pembaptis ya pak supaya sesuai dengan Alkitab.

Jemaat: Wah, pak pendeta ini ada-ada saja. Mana ada uang saya pak, lagian Yohanes Pembaptis apa ya masih hidup?

Pendeta: Katanya mau sesuai Alkitab?!

Jemaat: Hmm…

Pendeta: Baptis itu esensinya bukan cara pelaksanaan. Tapi unsur dasarnya adalah air yang jadi simbol pembasuhan dosa dengan darah Kristus. Bukan sekedar mirip-miripan dengan Tuhan Yesus tetapi ada pemaknaan lain yang mendalam juga.

Jemaat: hmm…

Pendeta: Kok ham-hem-ham-hem. Jadi baptis ga?

Jemaat: Mboten pak, larang.

3. Ikut Sakramen auto masuk Surga?

  • Sakramenbermaknahanyajika orang yang mengambilbagiandalamsakramenitusungguh-sungguhberiman dan menyikapisakramenitudengan rasa takut dan hormat.

Contoh Konten: 

A: Anggur digereja dikit banget. Enak mah perjamuan pake tuwung.

B: Beli amer sendiri aja yuk ntar malem?

C: Huss kalian ini. Sakramen Perjamuan Kudus itu, beda sama perjamuanmu nanti malam. Kalau ada kata sakramen artinya Kudus. Yang bisa ngerasain maknanya cuma yang sungguh beriman, punya rasa takut, dan hormat, jangan celelekan. Minum sebotol kalau ga beriman, takut, dan hormat ya tetep hatinya ga puas.

A: Lho, emang kamu ga mau ikut ntar malem, C?

C: Ya, mau.

B: Gass

——

Informasi Lomba

  • Pendaftaran                         : 25 Juli – 25 Agustus 2022
  • Pengumuman Pemenang :  1 September 2022
  • video dapat dikirim melalui link berikut https://s.id/lombaKTZ

*Kegiatan ini tidak di pungut biaya apapun, hati-hati penipuan yang mengatasnamakan Kegiatan ini atau Sinode GKJ


Slalu Terhubung dengan akun Sosial Media kami :

Website : www.sinodegkj.or.id

Instagram : instagram.com/sinodegkj

Youtube : sinodegkj