Info Kontak:

: Demakan Baru TR.III/779A
, Tegalrejo, Yogyakarta 55244

: 0274620173

: gkj_bambu@yahoo.com

Pendeta:

  • Pdt. Agus Prasetyo, S.Pd.K.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 08.30

  2. Minggu, Pk. 18.00

 

Profil dan Sejarah:

PENGERTIAN
Dimulai dari kesadaran untuk mengingat keberadaan Gereja Kristen Jawa Bambu Tegalrejo sejak berdirinya, maka tulisan berikut ini merupakan sebuah resume dan atau rangkaian ringkasan sejarah Gereja Kristen Jawa Bambu Tegalrejo sejak berbentuk pergumulan sampai menjadi sebuah gereja dewasa. Sumber tulisan berasal dari cuplikan dan catatan yang disimpan oleh Bp. Soedjasdi, serta dokumen yang tersimpan di GKJ. Bambu Tegalrejo, GKJ. Wirobrajan dan GKJ. Sawokembar Gondokusuman.
PENGANTAR
Berawal dari sebuah pergumulan warga wilayah I dan III GKJ. Wirobrajan (Pepanthan Tegalmulyo), dan didukung oleh warga wilayah VII GKJ. Sawokembar Gondokusuman. Pepanthan Tegalrejo adalah Gereja Kristen Jawa yang ada di wilayah Tegalrejo, tepatnya berada di Kampung Demakan baru TR III- 779A – Tegalrejo, yang didirikan oleh dua Jemaat gereja yaitu GKJ. Sawokembar Gondokusuman dan GKJ. Wirobrajan. Orang banyak mengenal gereja ini dengan nama “Gereja Bambu” karena bangunan gedung gereja ini tersusun dengan konstruksi dan ornamen dari bahan bambu.
Selang waktu tidak terlalu lama pergumulan warga wilayah I dan III GKJ. Wirobrajan serta warga wilayah VII GKJ. Sawokembar Gondokusuman itu akhirnya membuahkan kesepakatan membentuk sebuah team kerja untuk menindaklanjuti pergumulan itu, dan team itu diberi nama Team Pepanthan ”Wirokusumo” yang diketuai oleh Bpk Wartono Saputro dari GKJ. Sawokembar Gondokusuman. Dengan berbagai kendala yang ada, terutama kendala dana, melalui team inilah akhirnya dapat direalisasikan sebidang tanah untuk membangun sebuah bangunan gedung gereja. Senada dengan kerja keras team pepanthan bersama seluruh warga jemaat yang ada, pada tanggal 9 Februari 1987 dimulailah pembangunan gedung gereja. Dan buah dari kerja keras tersebut adalah terwujudnya sebuah gedung gereja sederhana yang seluruhnya terstruktur dari bahan bambu, sehingga gereja tersebut menjadi terkenal dengan nama “Gereja Bambu”.
Seperti layaknya tempat-tempat ibadah yang lain yang telah ada lebih dahulu, untuk membuka keterbukaan pelayanan sesama gereja kristen dan masyarakat yang ada di sekitar gereja, maka Team Pepanthan melalui Panitia Peresmian Gedung Gereja membangun kemitraan dengan gereja yang lain serta lembaga pemerintah dan masyarakat yang ada di sekitar gereja melalui kegiatan peresmian gedung gereja. Melalui Panitia Peresmian Pepanthan Tegalrejo yang diketuai oleh Bpk. Ir. Gatot Murdjito, dan berbekal dukungan dari seluruh warga pepanthan, dan lembaga di luar jemaat, gedung Gereja Kristen Jawa Pepanthan Tegalrejo dapat diresmikan pada tanggal 07 Juni 1987.
Untaian berkat Tuhan yang diterima warga jemaat GKJ. Pepanthan Tegalrejo “Gereja Bambu” sejalan bergulirnya waktu akhirnya warga jemaat mengakhiri perjalanan sebuah gereja pepanthan dan menghapus sebuah penantian panjang yang merupakan buah dari pelaksanaan tugas Team Persiapan Pendewasaan Gereja Kristen Jawa Pepanthan Tegalrejo yang didukung seluruh warga pepanthan, untuk menjadi sebuah jemaat dewasa. Buah pergumulan panjang untuk dewasa tersebut, maka melalui Surat Keputusan Majelis GKJ Gondokusuman Yogyakarta Nomor : 131/KG/Kept/VIII/2006, Tanggal 29 Agustus 2006, dibentuk Panitia Persiapan dan Pelaksanaan Pendewasaan Pepanthan Tegalrejo Yogyakarta yang diketuai oleh Bapak Ediyanto dari GKJ. Gondokusuman. Panitia ini bertugas untuk memikirkan, merancang, menyusun dokumen usulan pendewasaan, mencari dana serta melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk terwujudnya prosesi pelaksanaan pendewasaan GKJ. Pepanthan Tegalrejo menjadi gereja yang dewasa. Akhir dari perjalanan panjang tersebut, pada tanggal 07 Juni 2008 pepanthan ini telah menjadi gereja dewasa dan diproklamasikan sebagai Gereja Kristen Jawa Bambu Tegalrejo – Yogyakarta.
Pemanggilan Pendeta
Perjalanan GKJ Bambu memasuki babag baru dengan menjadi gereja dewasa. Oleh sebab itu perlu menata segala tata pelayanan di gereja termasuk kerinduan jemaat memiliki seoarang pendeta jemaat. Akhirnya ditunjuklah bapak pendeta Sundoyo,S.Si untuk menjadi pendeta konsulen yang bertugas mendampingi jemaat GKJ Bambu. Kehadiran pendeta Sundoyo membawa angin perubahan yang positif. Geliat pelayanan semakin tertata hingga akhirnya terbentuklah tim pemanggilan pendeta dengan Bapak Murprihantoro Nugroho sebagai ketua pemanggilan pendeta. Tahun 2012 bapak Pendeta Sundoyo harus berpisah dengan GKJ Bambu karena masa pelayanan sebagai Pendeta konsulen berakhir, ditunjuklah Pendeta Siswadi yang melanjutkan mendampingi jemaat GKJ Bambu. Langkah demi langkah mulai penjaringan bakal calon dan masa orientasi pemanggilan pendeta, Tuhan turut berkarya dan akhirnya di tanggal 12 mei 2103 terpilih menjadi Calon Pendeta GKJ Bambu Tegalrejo- yaitu Bapak Agus Prasetyo yang berasal dari GKJ Gondang Sragen, beliau tamatan dari Universitas Kristen Surakarta. Kemudian dinyatakan pula masuk dalam masa pembimbingan selama 6 bulan di sebelum masuk peremtoir.
Perjalan selanjutnya pendeta Siswadi harus pamit dengan jemaat GKJ Bambu, dikarenakan ada gangguan kesehatan dan harus istirahat dari pelayanan. Melalui Surat nomer:079/A/KYS/XI/2013, tanggal 19 september 2013. Klasis menunjuk Bapak Pendeta Triyono, S.Th dari GKJ Bantul menjadi pendeta konsulen untuk GKJ Bambu. Kehadiran pendeta Triyono juga membawa berkah proses pembimbingan berjalan dengan lancar tepat tanggal 24 Januari 2014 ujian pendeta berlangsung dengan baik dengan hasil yang memuaskan, bapak Agus Prasetyo dinyatakan layak tahbis dan masuk masa Vikariat sekurang-kurangnya 1 tahun dan kemudian ditahbiskan menjadi Pendeta GKJ bambu Tegalrejo.
Tuntunan Tuhan nyata dirasakan jemaat GKJ Bambu, tahap demi tahap yang ditata oleh tim pemanggilan pendeta berjalan sangat lancar. Dengan segala persiapan yang telah diusahakan sedemikian rupa pada tanggal 7 maret 2015 GKJ Bambu menyelenggarakan ibadah khusus yaitu Penahbisan Pendeta atas diri Vikaris Agus Prasetyo, S.Pd.K sebagai pendeta GKJ Bambu Tegalrejo-Yogyakarta. Dengan judul khotbah sulung ”Pasamuan Kang Mentes Lan Netes” dengan khotbah tersebut diharapkan jemaat GKJ Bambu tidak takut untuk terus berkiprah, meskipun kecil namun harus mentes dan netes, berkualitas berdaya guna. Suasana sukacita sangat begitu dirasakan oleh jemaat GKJ Bambu dan semua tamu undangan terlebih momentum itu sangat istimewa Bapak Hariyadi Suyuti selaku Wali Kota Yogyakarta berkenan hadir dan memberikan sambutan serta ucapan selamat.
Tahun 2015 babag baru pula bagi GKJ Bambu resmi memiliki seorang Pendeta. Yang tentunya akan semakin melengkapi dan menumbuh-kembangkan kehidupan jemaat semakin maju baik secara kuantitas dan kualitas. Setelah 2 tahun pelyanan bersama dengan jemaat GKJ Bambu pendeta Agus Prasetyo bersama dengan jemaat GKJ Bambu telah merumuskan Visi untuk GKJ Bambu ”Menjadi Gereja Yang Ramah, Penuh Kedamaian dan Menjadi Berkat Bagi Banyak Orang” dengan harapan walupun kecil, sederhana, namun seperti biji sesawi yang terus tumbuh dan menjadi berkat. Demikianlah kondisi GKJ Bambu hingga saat ini dengan jumlah jemaat sekitar 220 jemaat, dengan 15 Majelis kiranya terus mampu berkiprah ada dan mengada untuk kebaikan bersama dan menjadi berkat.
Akhir kata Tentunya ringkasan sejarah ini tidak akan pernah dapat memuat semua titik peristiwa yang ada di GKJ. Bambu. Semua itu terjadi karena keterbatasan materi dan catatan yang ada. Harapan penulis semoga di waktu dan edisi yang selanjutnya akan lebih lengkap dan teruji kebenarannya setelah melalui penelaahan secara lengkap. Tuhan memberkati.