GKJ Banjarnegara

Info Kontak:

: Jl. Jend. Sudirman No.13, Banjarnegara 53415

: Jl. Jend. Sudirman No.13, Banjarnegara 53415

: gkjbanjarnegara@gmail.com

: gkjbanjarnegara.blogspot.com

Pendeta:

  • Pdt. Yakobus Dwi Martyanto Saputro, S.Si.
  • Pdt. Em. Riantoro, S.Th. (Emeritus)

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.30

  2. Minggu, Pk. 09.00

  3. Sabtu, Pk. 17.00

  4. Minggu, Pk. 07.00

Profil dan Sejarah:

Pada tahun 1927 ada seorang tenaga medis beserta dengan istrinya datang ke kota Banjarnegara untuk melaksanakan tugas sebagai tenaga medis untuk Rumah Sakit Banjarnegara yang bernama Bp. Sadiyo. Beliau adalah seorang Kristen yang menjadi titik awal berdirinya Gereja Banjarnegara. Baliau bersama dengan istri bertekat untuk mengumpulkan orangorang Kristen yang ada di kota ini untuk mengajak dan melakukan persekutuan doa. Kegiatan persekutuan doa yang dirintis oleh beliau ini pada akhirnya dapat berjalan secara rutin dan terusmenerus.
Pada tahun 1935 melalui kegiatan yang berlangsung secara terus menerus dan sudah lama berjalan tersebut Gereja Kristen Jawa Wonosobo mengatahui adalanya gelagat persekutuan yang didalam Kristus. Sehingga Gereja Wonosobo mengirimkan Bp. Sugondodari yang adalah seorang Pembantu Pendeta di GKJ Wonosobo untuk memelihara Iman kepercayaan orangorang Kristen yang sudah berkumpul itu dengan cara melayani setiap kegiatankegiatan persekutuan doa yang dilakukan oleh mereka.

Selang beberapa tahun lamanya kegiatan itu terus berjalan, akhirnya pada tahun 1943 ada beberapa saudara seiman yang datang lagi ke wilayah Banjarnegara. Saudara seiman yang hadir pada saat itu antara lain adalah Bp. Sarjohadi, Bp. Suradi, Bp. Pardede, Bp. Kumadi, Bp. Sarmin dan Ibu Masilah. Mereka semua juga bertugas sebagai tenaga medis di Rumah Sakit Banjanegara. Kehadiran mereka ditengahtengah orangorang Kristen yang ada di Kota Banjarnegara ini agaknya sangat berpengaruh dan banyak memberi semangat bagi saudara seiman yang ada pada saat itu.
Kegiatan persekutuan doa yang hingga pada saat itu masih berjalan dan semakin bertambah banyak jumlah persertanya, membuat Bp. Pdt. Yusuf Marmoyuwono dari GKJ Purbalingga merasa terketuk hatinya untuk mau ikut bersamasama membangun dan melayani persekutuan orangorang Kristen di kota Banjarnegara saat itu. Kehadiran beliau yang pada tahun 1951 di Kota Banjarnegara ini tak lain adalah juga untuk berperan serta dalam memelihara kehidupan iman orangorang percaya yang ada pada saat itu.

Setelah masa pelayanan yang dilakukan oleh Bp. Pdt. Yusuf Marmoyuwono dari GKJ Purbalingga, pada tahun 1955 kegiatan Persekutuan yang masih saja terus berjalan tersebut, akhirnya dilanjutkan oleh Bp. Pdt. Samta Broto Suwignyo dari GKJ Wonosobo dan Guru Injil Bp. Abraham. Dalam hal ini, kegiatan persekutuan di kota Banjarnegara dapat terlayani dan berjalan dengan baik. Yang pada akhirnya menumbuhkan kegiatankegiatan kebaktian setiap Minggu yang dilaksanakan di rumah kediaman Bp. Sadiyo dan yang dilayani secara rutin oleh Bp. Abraham sebagai Guru Injil.
Waktupun terus berjalan, sehingga pada tahun 1956 ada beberapa saudara seiman lagi yang datang ke Banjarnegara yang juga bertugas sebagai tenaga medis di Rumah Sakit Banjarnegara yaitu Bp. Gidion, Bp. Sumadi Hadi Prayitno dan Bp. Supono. Beliaubeliau ini bertempat tinggal indekost di rumah Bp. Sadiyo. Melalui kedatangan beliaubeliau ternyata menambah sukacita baru bagi persekutuan orangorang Kristen yang sudah ada pada saat itu dan memberi dampak positif bagi kegiatan pelayanan pemeliharaan iman melalui kebaktian dan juga persekutuanpersekutuan.
Waktu yang terus berjalan, dan jumlah orang percaya yang ada di kota Banjarnegara saat itu semakin bertambah banyak. Hingga pada akhirnya Bp. Sadiyo menyediakan diri untuk menghibahkan tanah pribadi miliknya guna pembangunan sebuah rumah ibadah. Alhasil dengan adanya panitia pembangunan yang melibatkan 10 orang Kristen yang ada saat itu, pada tahun 1957 sebuah rumah ibadah berukuran 7 X 14 M yang terletak di Jl. Jendral Sudirman No. 13 Banjarnegara berhasil dibangun. Beranjak dari situlah ibadahibadah dan persekutuanpersektuan yang awalnya dilakukan dirumah kediaman warga, kini mulai dialihkan dirumah ibadah tersebut. Pelayan yang saat ini melayani adalah Bp. Iklas Sutrimo. Beliau adalah sebagai Pembantu Pendeta dari Wonosobo yang juga menetap di Banjarnegara dari tahun 1957 1959.

Pertumbuhan persekutan orang Kristen di kota Banjarnegara yang semakin bertumbuh, ternyata dibarengi dengan kebutuhan tenaga pelayanan untuk melayani kegiatan ibadah dan pembinaan iman. Hingga pada akhirnya ditahun 1960 harapan tersebut dapat terwujud dengan kehadiran Bp. Martosuwito. Beliau adalah pembantu Pendeta dari GKJ Wonosobo yang pada saat itu melanjutkan pelayanan orangorang Kristen di Banjarnegara pada saat itu sampai tahun 1963.

Hal ini agaknya juga memberikan suatu titik awal terjadinya Pengabaran Injil di Kota Banjarnegara. Pekabaran Injil yang terjadi saat itu berawal dari tindakan pelayanan Sekolah Minggu yang dipelopori oleh Bp. Gidion. Beliau menyediakan diri dalam hal tempat kediaman serta tenaganya untuk melayani kegiatan Sekolah Minggu di daerah Madukara. Kegiatan pelayanan sekolah minggu yang dilakukan oleh Bp. Gidion dan juga pelayanan persekutuan bidston yang dilakukan oleh Guru Injil Bp. Abraham ini, ternyata membuahkan hasil yang sangat besar. Hal tersebut terbukti dari banyaknya masyarakat pribumi (Wilayah Madukara) yang tertarik oleh adanya persekutuanpersekutuan didalam Kristus, sehingga banyak bermunculan masyarakat yang juga ingin bergabung dalam lingkup iman Kekristenan pada saat itu. Benih atau hasil pekabaran Injil yang dilakukan pada waktu itu adalah keluarga Bp. Badar Adisusanto di daerah Madukara, mereka menjadi percaya dan menerima Injil mulai 1 Agustus 1963.

Kegiatan pelayanan Ibadah dan Pengabaran Injil yang terjadi di Banjarnegara setelah pelayanan yang dilakukan oleh Bp. Martosuwito yang saat itu sudah terbentuk susunan kemajelisan di bawah naungan Gereja Kristen Jawa Wonosobo Klasis Kedu, yang selanjutnya majelis mengundang Bp. Sudharsono Partoyoga yang adalah seorang Pembantu Pendeta dari GKJ Wonosobo untuk menjadi pelayan pemeliharaan iman di Banjarnegara. Akhirnya di tahun 1963 beliau hadir dan menetap di Banjarnegara untuk melayani orangorang percaya yang ada di Banjarnegara saat itu. Setelah melayani dan menjadi pamomong pemeliharaan iman selama kurang lebih hampir tiga tahun lamanya, pada tahun 1966 Bp. Sudharsono Partoyogapun ditetapkan dan ditahbiskan sebagai Pendeta Jemaat di Banjarnegara yang pada saat itu Banjarnegara masih menginduk ke GKJ Wonosobo. Perkembangan pemeliharaan iman dan pekabaran Injil di Banjarnegara akhirnya mencapai puncaknya ketika jemaat itu didewasakan atas dasar keputusan sidang Klasis Kedu yang Kedua Artikel 11 Nomor 1, pada tanggal 15 November 1968. Ibadah kebaktian pendewasaannya dilakukan pada tanggal 29 Mei 1969. Dua tahun kemudian tepatnya pada tanggal 2 Juli 1971 Bp. Pdt. Sudharsono Partoyoga beralih tugas pelayanannya ke GKJ Temanggung Pepanthan Ngadirejo.

Pada tahun 1971 sampai tahun 1973 adalah masa kekosongan dimana GKJ Banjarnegara tidak memiliki tenaga Pendeta. Hingga pada akhirnya majelis bertekad mengundang Bp. Riantoro untuk menjadi calon pendeta di GKJ Banjarnegara saat itu. Pada tanggal 1 Agustus 1973 dan beliau sudah hadir ditengahtengah jemaat GKJ Banjarnegara sebagai calon pendeta tunggal. Mulai saat itulah beliau melayani di Banjarnegara sebagai calon pendeta GKJ Banjarnegara. Selama kurang lebih 7(tujuh) tahun beliau melayani di GKJ Banjarnegara, akhirnya pada tanggal 9 Juli 1980 beliau ditahbiskan sebagai Pendeta Jemaat di GKJ Banjarnegara. Kegiatan pemeliharaan iman dari tahun 1971 sampai sekarang di GKJ Banjarnegara dan wilayah pelayanannya dilakukan secara insidentil. Kegiatan Pengabaran Injil dilakukan secara perseorangan dan secara lembaga yang diprakarsai oleh Gereja. Jangkauan Pengabaran Injil yang pernah terjangkau adalah sampai daerah Karangkobar dan dari situ membuahkan hasil adanya beberapa jiwa yang mau menerima Injil. Mereka yang berasal dari daerah Karangkobar, rela menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Karangkobar ke Banjarnegara untuk mengikuti kegiatan ibadah di Gereja GKJ Banjarnegara.

Pekabaran Injil yang terjadi pada masa pelayanan Bp. Pdt. Riantoro dilakukan melalui bantuan sosial, melalui perkunjungan, melalui dukungan doa bagi mereka yang sakit, melalui bantuan bencana, melalui kegiatan pemuda, melalui pendidikan dan juga melalui siaran Kristen di radio. Pada tahun 2006 Bp. Pdt. Riantoro memasuki masa Emeritus. Segala kegiatan pelayanan, pembinaan iman dan pemeliharaan iman dilaksanakan oleh Majelis Gereja.
Hingga pada akhirnya Bp. Pdt. Riantoro menginjak masa Emeritus dan meninggalkan kota Banjarnegara untuk melayani keluarga di Jakarta, maka majelis mulai bangkit dan berjalan sendiri dengan dibantu oleh pendeta konsulen serta klasis dan gerejagereja tetangga. Dan atas berkat kasih Tuhan pada tanggal 2 Juni 2015 GKJ Banjarnegara menahbiskan Sdr. Yakobus Dwi Martyanto Saputro, S.Si. lulusan dari Fakultas Teologi UKSW Salatiga untuk menjadi Pendeta di GKJ Banjarnegara.