GKJ Baran

Info Kontak:

: Kerdonmiri, Karangwuni, Rongkop, Gunungkidul 55883

: 0274 2901088

: gkj_baran@yahoo.co.id

Pendeta:

  • Pdt. Paulus Suparman, S.Th.
  • Pdt. Andreas Sabat Prayogi, S.Si.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.00
  2. Minggu, Pk. 09.00
  3. Minggu, Pk. 06.00
  4. Minggu, Pk. 07.30
  5. Minggu, Pk. 09.00
  6. Minggu, Pk. 07.30
  7. Minggu, Pk. 06.00
  8. Minggu, Pk. 07.00
  9. Minggu, Pk. 07.30
  10. Minggu, Pk. 09.30
  11. Minggu, Pk. 09.00

Profil dan Sejarah:

MASA PERINTISAN

Pada tahun 1938 Injil Tuhan masuk ke wilayah desa Jepitu bersamaan dengan didirikan sekolah Zending. Orang Kristen Pribumi yang pertama adalah Bapak Dono. Dan selanjutnya di bawah bimbingan Guru Injil Bapak Madyo Suwignya lahirlah Panthan Jepitu.

Pada tahun 1942 Injil Tuhan masuk kewilayah Dusun Cuwelo, Kalurahan Candirejo. Orang Kristen pertama adalah Bapak Wono. Di bawah bimbingan Guru Injil Bapak Abner lahirlah panthan Cuwelo.

Pada tahun 1948 di Baran bertugas seorang perawat Kristen yaitu Bapak Mursiyo, beliau mencoba mengena1kan kekristenan kepada beberapa warga pribumi tetapi karena beliau bertugas tidak terlalu lama, pada jaman beliau belum ada warga Baran yang menerima Injil. Kepindahan Bapak Mursiyo digantikan Bapak Suryono beliau juga seorang mantri kesehatan Kristen. Bapak Suryono beserta Ibu mengenalkan Injil kepada beberapa warga; melalui kegiatan kewanitaan ( a.l: kursus menyulam, masak, dsb ) ada beberapa peserta yang menerima Injil antara lain : Ibu Srini, Ibu Rudilah dan disusul Ibu Surati , Bapak Hadi Suparso, Bapak Karso dan seterusnya. Dan selanjutnya Ibu Srini menikah dengan Bapak Purwoko dari Cuwelo, Ibu Surati dengan Bapak Warso dari Cuwelo, dan Ibu Rudilah menikah dengan Bapak Sutarto dari Karangmojo dan Bapak Hadi Suparso dengan Ibu Mursitun. Perkembangan Injil di Baran makin dirasakan dengan kehadiran seorang Guru SD yaitu Bapak Dwijo Trapsilo dari Surakarta. Kedua beliau inilah yang mempelopori pemberitaan Injil di wilayah Baran. Atas prakarsa Bapak Suryono dan Bapak Dwijo Trapsilo warga yang ada di Baran mengadakan kebaktian sendiri dan kedua beliau dikukuhkan menjadi Majelis pertama oleh GKJ Gondokusuman Y ogyakarta, walaupun kalau Perjamuan Kudus masih menggabung dengan panthan Cuwelo ataupun Jepitu. Kebaktian Panthan Baran yang pertama diselenggarakan di rumah dinas Bapak Suryono selanjutnya Bapak Suryono mempersembahkan tanah kemudian dibangun sebuah gedung gereja walaupun sederhana bahkan pernah mengalami roboh.

“Dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak siasia”. Firman ini sangat dirasakan, ternyata dari beberapa orang dan melalui beberapa orang boleh bertumbuh dan perkembang di Wilayah Baran.
Ketiga panthan tersebut di bawah pelayanan GKJ Gondokusuman Y ogyakarta yang selanjutnya oleh GKJ GondoKusuman diserahkan ke GKJ Wonosari, Klasis Gunungkidul.

MASA PENDEWASAAN :

Diamati oleh Majelis GKJ Wonosari, demi efektifitas dan efisiensi pelayanan maka ketiga panthan yang ada di Zone seIatan yaitu Baran, Jepitu dan Cuwelo pada tanggal 28 Agustus 1968 di regrouping menjadi satu dan didewasakan menjadi GKJ sendiri. Dengan mempertimbangkan letak geografis, Potensi warga, dsb, Baran ditetapkan menjadi gereja Induk sedangkan Jepitu dan Cuwelo sebagai panthannya. Majelis Pertama adalah : Bp. Marto Hadi Purwoko, Bapak Karso Setiko, Bapak D.Rakiman, Bp.Tirto Saroyo, Bp.Sutarto, Bp.Ngadino, Bp. D.Suparno. Bp. Saido

MASA PERKEMBANGAN :

Setelah didewasakan nampak karya Allah di wilayah GKJ Baran antara lain :

A. Pertumbuhan warga:
1. Pada tahun 1973 muncul panthan Bantalwatu, kelurahan Sumberwungu, hasil pengembangan dari panthan Cuwelo.
2. Pada tahun 1976 muncul Panthan Karangawen perkembangan dati Jepitu.
3. Tahun 1980 panthan Ngelo perkembangan dari Baran. Dan muncul panthan Kentheng perkembangan dari Jepitu.
Panthan Panggul perkembangan dari Cuwelo.
4. Tahun 1984 panthan Pakel dan Karangwuni perkembangan dari Baran.
5. Tahun 1987 panthan Karangwetan perkembangan dari Baran.
6. Tahun 1988 Panthan Karangawen Timur perkembangan dari Karangawen Barat.
7. Tahun 1989 Panthan Petir perkembangan dari Ngelo.
8. Tahun 1990 Kelompok Botodayaan perkembangan dari Kentheng.

B. Kemandirian di bidang pelayanan :

1. Tahun 1974 GKJ Baran dapat memanggil Pendeta pertama dalam diri Bapak Iskak Surya Atmaja dan memasuki Pensiun pada tahun 1984, ( Karena Kondisi Kesehatan ).
2. Pada Tahun 1986 memproses Bapak Paulus Suparman dan selanjutnya ditahbiskan menjadi Pendeta kedua pada tanggal 14 Oktober 1988 sampai sekarang.
3. Pada masamasa GKJ Baran belum berpendeta beberapa Pendeta Gereja tetangga ditetapkan Klasis menjadi Pendeta Konsulen di GKJ Baran antara lain: Pdt. Hadi Siswoyo, Pdt. Wiyoto, Pdt. Darmo Susastro, Pdt. Supangat Rekso Wardoyo, Pdt. Alfius Suwandi, Pdt.Supiarso, Pdt.Alphius Wastono.
4. Banyak warga jemaat yang berkenan terlibat dalam pelayanan baik sebagai Penatua, Diaken ( Majelis) ataupun sebagai Pengurus, Komisi, Panitia, dsb.

C. Di Bidang Pendanaan :

Pada saat didewasakan sampai tahun 1985 GKJ Baran tergolong gereja “lemah” ( biaya pelayanan dibantu dengan Dana Bantuan Antar Gereja /DBAG, sejak tahun 1986 sampai sekarang mampu mencukupi biaya pelayanan sendiri.

Pertumbahan dan perkembangan GKJ Baran terjadi karena Kuasa Allah tetapi juga karena kesediaan warga jemaat terlibat dalam setiap pelayanan dan kesediaan warga jemaat mendukung setiap program jemaat baik dukungan : Doa, Daya ataupun Dana. Semoga semangat para perintis gereja, tetap kita millki bersama. Amin