GKJ Bulu Lor

Info Kontak:

: Jl. Noroyono No.43, Semarang 50179

: 0243569113

: gkjbululor@yahoo.com

Pendeta:

  • Pdt. Bambang Wijayanto, S.Si.
Jadwal Ibadah:

Data Jadwal Ibadah Belum Tersedia

Profil dan Sejarah:

Sejarah ringkas GKJ Bulu Lor Semarang
Kalau kita melihat perkampungan di kelurahan Bulu Lor sekarang ini, tentu kita tidak pernah menyangka bahwa tempat dimana GKJ Bulu Lor berada sekarang ini dulu mrupakan tanah persawahan dan tambak. Namun sekarang telah menjadi tempat pemukiman yang indah dan asri. Waktu itu pada tanggal 15 Juli 1957 pemerintah memindahkan penduduk di Kelurahan Pleburan dan Kelurahan Tlogorejo Semarang ke sebelah utara rel Kereta Api jurusan Semarang Jakarta, yang kemudian dikenal dengan nama Kelurahan Bulu Lor Semarang. Sebuah tempat yang masih berupa persawahan, yang tidak bisa segera dibangun rumah sebagai tempat tinggal. Karena itu pemerintah menyediakan barak sepanjang 1 Km sebagai rumah darurat bagi penduduk. Salah satu keluarga, yang kemudian menjadi cikalbakal Jemaat GKJ Bulu Lor Semarang, yaitu Bapak Loekas Soejarman, termasuk penduduk yang dipindahkan dan sempat menempati barak darurat selama kurang lebih 5 bulan. Setelah itu baru keluarga Bapak Loekas Soejarman bisa membangun rumah di Jalan Surtikanti VI No.5

Pada awal tahun 1959 Bapak Loekas Soejarman mulai membuka kegiatan Sekolah Minggu dirumahnya dengan murid sebanyak 10 orang termasuk 3 orang putranya. Semakin lama para murid semakin banyak. Setiap Sekolah Minggu murid yang hadir antara 24 40 murid. Para murid itu diajar oleh guruguru sekolah minggu yaitu Bapak Loekas Soejarman sendiri, Bapak Kasiman, Bapak Darman Yose, Bapak Budi Harjo, dan Saudara Sulasih. Para Guru ini dengan setia mengajar dan membimbing para murid untuk mengenal Tuhan Yesus.

Pada tanggal 25 Desember 1959 di rumah Bapak Loekas Soejarman di Jl. Surtikanti VI No. 5 diadakan perayaan natal. Pdt. Soelaksono Koesoemowarsito yang melayani Firman Tuhan pada perayaan natal tersebut. Pada perayaan natal tersebut hadir kurang lebih 120 orang tetangga kiri dan kanan, mereka terpesona dan tergerak hatinya untuk mengikut Tuhan Yesus. Setelah hal itu dilaporkan ke GKJ Semarang Barat, Majelis GKJ Semarang Barat mengutus Bp. Rusdi, Bp. Kasiman, dan Bp. Subiyanto untuk mengadakan pelayanan Pekabaran Injil di wilayah kelurahan Bulu Lor. Setiap hari Rabu mulai jam 19.00 WIB 22.00 WIB, mereka melayani Pekabaran Injil dengan metode sarasehan pada 30 40 orang yang hadir. Yang mengherankan adalah mengingat kondisi waktu itu yang kalau hujan becek luar biasa, baik para pelayan Pekabaran Injil maupun yang dilayani Pekabaran Injil, tetap bersemangat dan antusias untuk datang.
Pada tahun 1960 keluarga Bapak Loekas Soejarman resmi menjadi warga jemaat GKJ Semarang Barat dengan gedung gerejanya yang masih berada di Kalisari. Waktu itu karena kondisi medan yang berat kalau beribadah dari Bulu Lor yang termasuk blok H menuju ke Kalisari terasa sangat berat. Pada tahun 1964 setelah keadaan di kelurahan Bulu Lor semakin baik dan ditambah lagi ada beberapa orang Kristen yang tinggal di situ maka diharapkan ada tempat ibadah di wilayah kelurahan Bulu Lor. Karena itu pada tanggal 16 Agustus 1966 rumah Bapak Loekas Soejarman yang saat itu sudah berada di Jl. Anggraeni 12 ditetapkan sebagai pepanthan Bulu Lor oleh Majelis GKJ Semarang Barat. Ibadah di pepanthan Bulu Lor diadakan setiap hari minggu pada jam 08.30 WIB 09.30 WIB, sementara itu sekolah minggu tetap diadakan pada jam 07.00 WIB 08.00 WIB. Mulai saat itu Majelis GKJ Semarang Barat menugasi Bp. Pinujadi dan Ibu untuk melayani jemaat dan calon jemaat di pepanthan Bulu Lor.

Karena berkat Tuhan maka semakin lama jemaat semakin banyak, sehingga tempat kebaktian sudah tidak mencukupi lagi dan banyak jemaat yang harus duduk di luar tempat kebaktian. Maka kemudian dibentuklah panitia pembangunan Gedung Gereja yang di ketuai oleh Bapak Rachmat. Dengan upaya dan doa bersama, Tuhan memberikan tanah di Jl. Noroyono 43 untuk dibangun sebagai gedung Gereja. Pembangunan gereja dimulai pada tahun 1968 dan akhirnya pada tanggal 15 Juli 1970 gedung gereja pepanthan Bulu Lor diresmikan. Dengan semakin banyaknya jemaat maka Bapak Indriyanto ditugasi oleh Majelis GKJ Semarang Barat untuk menjadi tenaga Pekabaran Injil di pepanthan Bulu Lor. Berkat Tuhan ternyata tidak berkesudahan, jemaat di pepanthan Bulu Lor semakin bertambah, karena itulah pada tahun 1973 pepanthan Bulu Lor berkeinginan menjadi jemaat dewasa dan akhirnya pada Jumat, 7 Maret 1975 Jemaat di Bulu Lor ditetapkan sebagai jemaat dewasa menjadi Gereja Kristen Djawa “EBENHAEZER” Bulu Lor. Dan pada tanggal 15 Juli 1978 Bapak Indriyanto ditahbiskan menjadi pendeta yang pertama.

Karena pada tahun 1994 Bp. Pdt. Indriyanto harus mengakhiri jabatannya. Maka sejah saat itu sampai dengan tahun 2000, jemaat GKJ Bulu Lor dilayani oleh pendeta konsulen yaitu Bp. Pdt. Widyatmo Prawitoharsoyo, S.Th. Pada tanggal 1 September 1999 Sdr. Bambang Wijayanto, S.Si. diangkat sebagai tenaga Pekabaran Injil dan baru pada tanggal 7 Maret 2001 ditahbiskan menjadi pendeta yang kedua di GKJ Bulu Lor sampai sekarang.