GKJ Dayu

Info Kontak:

: Jl. Damai, Pusung, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581

: 0274 887956

: gkjdayu@yahoo.com

: www.gkjdayu.or.id

Pendeta:

  • Pdt. Martana Pancahadi, S.Th.,M.Min.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.30
  2. Minggu, Pk. 08.30
  3. Minggu, Pk. 16.30
  4. Minggu ke IV, Pk. 16.30
  5. Minggu, Pk. 06.30
  6. Minggu, Pk. 08.30

Profil dan Sejarah:

Gereja Kristen Jawa Dayu sebelum didewasakan adalah salah sebuah pepanthan dari GKJ Sawokembar Gondokusuman. Pepanthan ini berdiri pada tahun 1959 dan diberi nama sesuai dengan nama desa tempat kebaktian dilaksanakan. Kini, setelah didewasakan pada tanggal 31 Oktober 1993, sebuah gedung gereja yang megah berdiri di desa Pusung, Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, namun kata “Dayu” tetap melekat pada namanya seperti semula.Keberadaan Pepanthan Dayu sejak awal telah mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah, misalnya pemerintah Kelurahan Sinduharjo telah mengizinkan pemakaian sebidang tanah kas desa di Pusung yang di atasnya kemudian dibangun gedung gereja. Beberapa waktu setelah itu dicapai pula persetujuan pelaksanaan tukar guling atas tanah yang dipakai tersebut, sehingga saat ini tanah tersebut sudah menjadi milik gereja sepenuhnya.

Setelah pepanthan ini berusia hampir 33 tahun – usia yang cukup tua bagi sebuah pepanthan – timbullah keinginan warga untuk mewujudkan kerinduannya menjadi jemaat dewasa. Keinginan ini rupanya mendapat tanggapan yang baik dari gereja induk. Majelis GKJ Sawokembar Gondokusuman kemudian mengusulkan keinginan tersebut ke Klasis Yogyakarta Selatan GKJ. Sebagai tindak lanjutnya, klasis mengadakan visitasi ke Pepanthan Dayu pada tanggal 1 April 1993, dan pada Sidang Klasis Yogyakarta Selatan tanggal 7 Juli 1993 diputuskan bahwa Pepanthan Dayu layak untuk didewasakan.

Latar Belakang Berdirinya Pepanthan Dayu
Kegiatan persekutuan di Dayu bermula melalui kegiatan kerohanian sekelompok pemuda Dusun Ngenthak dan Dayu di Kecamatan Ngaglik, yang sebagian merupakan pelajar SGB Bopkri Yogyakarta pada era 1950an. Mereka merupakan benihbenih jemaat Tuhan yang telah disebarkan di daerah itu.

Persekutuan dan kebaktian keluarga pada waktu itu dilakukan di rumah keluarga bapak Tjiptosudarmo di dusun Dayu. Bapak Tjiptosudarmo dan keluarganya adalah warga GKJ Sawokembar Gondokusuman. Jarak antara dusun Dayu dan Gondokusuman pada waktu itu terasa cukup jauh, karena alat transportasi yang digunakan hanyalah sepeda.
Atas prakarsa bapak Yakob Sardi K dan bapak Prabowo, diadakan pertemuan dengan Majelis GKJ Gondokusuman yang diwakili Pdt. Soelarso Sopater dan Tuatua Emanuel Sunardi. Dalam pertemuan tersebut diputuskan untuk melaksanakan katekisasi di Ngenthak setiap hari Jumat sore yang dilayani Pdt. Soelarso Sopater, dan kemudian hari dilanjutkan oleh Pdt. Sardjuki Kertatenaja dan bapak Yakob Sardi K.
Dengan pembinaan tersebut maka benihbenih yang disebar di Ngenthak semakin tumbuh dan berkembang. Mereka semakin menyadari pentingnya persekutuan dalam bentuk kebaktian minggu di gereja. Gereja yang terdekat adalah GKJ Sawokembar Gondokusuman, dan cara yang paling efisien untuk ke sana adalah dengan bersepeda, sementara tidak semua pemuda memiliki sepeda sendiri. Hal itu dirasakan sebagai kendala, padahal kerinduan untuk mengikuti kebaktian di gereja semakin besar. Peristiwa lain yang perlu diketengahkan menjelang berdirinya Pepanthan Dayu adalah perayaan Natal di Ngenthak yang dihadiri oleh orangorang Kristen yang berdomisili di Ngenthak dan Dayu dan tamu undangan lainnya.

Perayaan ini memiliki makna penting dalam menumbuhkembangkan iman mereka, sehingga keinginan dan kerinduan bersekutu dalam wujud bergereja dari orangorang Kristen tersebut semakin kuat. Untuk mewujudkan kerinduan tersebut, maka diadakan pembicaraan di antara pihakpihak berkepentingan yang dihadiri juga oleh Majelis GKJ Sawokembar Gondokusuman. Dari pembicaraan tersebut dicapai kesepakatan membentuk sebuah pepanthan dibawah naungan gereja induk GKJ Sawokembar Gondokusuman dengan tempat kebaktian di rumah bapak Tjiptosudarmo di dusun Dayu.

Pepanthan ini kemudian dikenal dengan nama Pepanthan Dayu. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1959 dan menjadi tonggak sejarah berdirinya Pepanthan Dayu GKJ Sawokembar Gondokusuman.