Info Kontak:

: Jl. Raya Delanggu No.272, Delanggu, Klaten 57471

: 0272 551375

: gkjdelanggu@yahoo.com

Pendeta:

  • Pdt. Pramadi Tjahjono, M.Th.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, 06.00 WIB, Bahasa Indonesia, 16.00 WIB Bahasa Jawa, Induk
  2. Minggu, 07.00 WIB Ganjil Bahasa Indinesia, Genap Bahasa Jawa, Minggu 5 Bahasa Jawa, Pep. Sanggung
  3. Minggu, 06.30 WIB Ganjil Bahasa Indonesia, Genap Bahasa Jawa, Minggu 5 Bahasa Jawa, Pep. Manjung
  4. Minggu, 09.00 WIB Ganjil Bahasa Indonesia, Genap Bahasa Jawa, Minggu 5 Bahasa Jawa, Pep. Daleman

Profil dan Sejarah:

 

Munculnya persekutuan umat Kristen di Delanggu tidak terlepas dari berkembang pesatnya persekutuan di wilayah Solo kala itu. Disetujuinya permohonan oleh Ds.D.Bakker untuk ZGKN melakukan penginjilan oleh Gubernur Jendral A.W.F. Idenburg pada tahun 1909 mejadi sebuah tonggak sejarah melesatnya penginjilan dan kekristenan di wilayah Solo.[1] Perkembangan yang begitu pesat dari ZGKN ini juga berdampak pada semangat pekabaran Injil untuk daerah di sekitar Solo. Dengan strategi pekabaran Injil ZGKN yang berbasis di kota dan bergerak ke pedesaan, Dr. Van Andel selaku pendeta utusan wilayah Solo dan Stefanoes Aroun seorang guru Injil sekitar tahun 1916 mulai melakukan Gerakan penginjilan kearah barat. Klaten dan sekitarnya menjadi sasaran penginjilan, pada tahun 1917 seorang guru Injil Martaredja ditempatkan di Pedan. Sejak saat itu mulai bertumbuhlah kelompok-kelompok kecil di daerah Pedan, Klaten Kota, Wedi dan Delanggu. Perkembangan juga terjadi di daerah Wonosari karena dibangunya sebuah hulphospitaal atau rumah sakit tambahan di dekat pabrik gula Wonosari.[2] Perkembangan cukup cepat dengan pelayanan yang dilakukan oleh Martaredja sebagai guru injil yang melakukan pelawatan ke Delanggu dan Wonosari setiap hari Jumat. Terlebih pertumbuhan di Wonosari didukung dengan banyaknya pasien dari rumah sakit yang meminta untuk dibaptis.[3]

Perkembangan kelompok-kelompok di Delanggu semakin bertumbuh dengan didirikannya hulpziekenhuis atau Rumah Sakit pembantu (saat ini menjadi Puskesmas Delanggu) pada tahun 1927 dan juga sekolah-sekolah. Pada masa ini mulailah diadakan persekutuan di wilayah Delanggu yang saat itu diadakan di kompleks rumah sakit pembantu tersebut. Saat itu yang menjadi mantri kesehatan adalah Darmosasomo. Sekitar tahun 1930 persekutuan semakin berkembang, dimana didalamnya terdiri dari para perawat dan pegawai rumah sakit dan para guru beberapa sekolah-sekolah zending, oleh karena itu persekutuan mulai dipindahkan ke pendopo rumah sakit di sebelah utara.[4]

Pada tahun 1932 GKJ Delanggu di dewasakan dan menerima pelayanan dari Pendeta konsulen dari GKJ Klaten yang bernama Agustinus Joram (1937). Pada saat itu GKJ Delanggu memiliki dua wilayah pelayanan yaitu Delanggu dan Wonosari. Persekutuan di GKJ Delanggu semakin berkembang dengan dibukanya daerah pelayanan di Polanharjo dan Juwiring di tahun 1953. Pada tahun 1963 dengan perkembangan gereja yang semakin pesat, GKJ Delanggu membutuhkan tenaga penuh waktu.

Pada tanggal 23 Juni 1964 ditahbiskan pendeta pertama di GKJ Delanggu atas diri Ds. S. Natasoedarmo. GKJ Delanggu terus berkembang dan mendewasakan wilayah Wonosari menjadi GKJ Wonosari dan wilayah Ceper menjadi GKJ Ceper sampai pada 1 Januari 1992 Ds. S. Natasoedarmo memasuki masa emeritus.

Pada 26 Januari 1994 GKJ Delanggu menahbiskan pendeta kedua atas diri Pdt. Pramadi Tjahjono. Perkembangan gereja terus terjadi, wilayah Polanharjo dan Jeblog di dewasakan bersama dengan regrouping dari GKJ Ketandan dan GKJ Ceper menjadi GKJ Jatinom demikian juga wilayah Juwiring yang di dewasakan menjadi GKJ Juwiring.

Menyadari luasnya wilayah pelayanan GKJ Delanggu yang tersebar di 3 (tiga) Kabupaten yaitu; Klaten, Boyolali dan Sukoharjo dan menyadari akan besarnya kebutuhan pelayanan yang ada, maka pada 19 Oktober 2021 GKJ Delanggu menahbiskan pendeta ketiga atas diri Pdt. Yonathan Aditya Prasojo.

[1] S.H. Soekotjo, Sejarah Gereja-Gereja Kristen Jawa – Jilid 1, Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen, 2009, hal. 312

[2] S.H. Soekotjo, Sejarah Gereja-Gereja Kristen Jawa – Jilid 1, Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen, 2009, hal. 315

[3] Ibid, hal. 317

[4] 76 Tahun GKJ Delanggu