GKJ Gandrungmangu

Info Kontak:

: Jl. Jend. A. Yani, Gandrungmanis RT.04 RW.06, Kec. Gandrungmangu, Kab. Cilacap 53254

: 0280 525005

: gkjgdmangu@yahoo.co.id

Pendeta:

  • Pdt. Sugeng Budi Prasetyo, S.Th.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.30
  2. Minggu, Pk. 08.00

Profil dan Sejarah:

‚Äč

Pada tanggal 3 Pebruari 1946 keluarga R.S Padmo Suprapto (Mantri Guru/Kepala Sekolah) yang sebelumnya pernah survei ke Gandrungmangu, memutuskan pindah ke Gandrungmangu dari Karangglonggong, Kebumen. Adapun keluarga yang ikut ada 9 orang, tinggal di sebuah rumah kecil yang sudah disiapkan 3 bulan sebelum beliu mengambil keputusan untuk pindah ke Gandrungmangu, pada saat itu R.S Padmo Suprapto sudah menjadi orang Kristen, dan di Gandrungmangu belum ada orang Kristen.

Tetapi justru di Sidasari yang waktu itu masih ikut Desa Cisumur (sekarang menjadi desa sendiri dengan nama Sidaurip, ikut Assistenan, Gandrungmangu, Kawedanan Sidareja) sudah ada penganut agama Kristen, sebanyak 7(tujuh) keluarga, yaitu : Keluarga Muslim, Keluarga Wiryo Pratomo, Keluarga Atmo Suwito, Keluarga Atma Sudarmo, Keluarga Melan, Keluarga Praya, dan Keluarga Mad Gasan. Ketujuh keluarga Kristen tersebut dilayani oleh Pendeta Soedarmadji dari GKJ Sidareja.

Dengan kedatangan keluarga R.S Padmo Suprapto ke Gandrungmangu, maka jemaat dilayani oleh R.S Padmo Suprapto. Sehingga makin tumbuh berkembang dengan bertambahnya keluarga Bima (Mantri Kesehatan), Keluarga Seno Triatmojo dan keluarga simpatisan (pendengar). Tempat yang dipakai untuk melaksanakan ibadah di rumah tinggal R.S Padmo Suprapto. Dengan makin bertambahnya warga dan tempat ibadah tidak mampu menampung, pada tahun 1955 R.S Padmo Suprapto membeli rumah yang digunakan sebagai sekolah, menampung seplitan dari sekolah negeri dan pada hari minggu digunakan untuk kebaktian. Kemudian anggota jemaat bertambah lagi, yaitu keluarga Wiryatno (Mantri Polisi Gandrungmangu), yang berasal dari Purbalingga. Pertumbuhan dan perkembangan jemaat selalu bertambah, maka kelompok itu menjadi pepanthan GKJ Kawunganten dan R.S Padmo Suprapto diteguhkan menjadi Penatua di pepanthan Gandrungmangu.

Usaha Pekabaran Injil selanjutnya R.S Padmo Suprapto berniat membuka Sekolah Kristen, pada acara pertemuan guruguru bekas Zending di Purwokerto, niat tersebut diusulkan dan mendapat persetujuan, kemudian diberikan modal dana sebesar Rp. 300,00. Pada tahun berikutnya diadakan Sidang Klasis Banyumas Selatan di GKJ Kawunganten dan dibahas kembali tentang rencana pendirian sekolah kristen di Gandrungmangu.

Keputusan Sidang Klasis mengutus Bapak Martatenaya mengikuti pertemuan guruguru bekas Zending di Purwokerto, untuk membahas status Sekolah Kristen di Gandrungmangu agar dikelola oleh Yayasan Pendidikan Kristen Kabupaten Cilacap. Dan pada tahun 1956 membeli sebidang tanah dari keluarga Ichwanudin seharga Rp. 9.000,00, tercatat di desa Gandrungmanis C. No 1480, persil 48 d II seluas 0,143 Ha. Dan pada 1958 dibangun dan diresmikan Sekolah Kristen dengan nama SR Kristen Gandrungmangu dengan bangunan permanen tiga lokal. Adapun bekas bangunan semi permanennya diubah bentuk menjadi gereja tempat kebaktian di Gandrungmangu. Pada Persidangan Klasis Kontrakta Banyumas Selatan yang ke 27 di Adireja (89 April 1964), GKJ Gandrungmangu disahkan menjadi gereja yang dewasa pada tanggal 11 Januari 1964.

Pada tahun 1984 GKJ Gandrungmangu memanggil Pdt. Ismun Imanuel dari GKJTU di Blora ditahbiskan menjadi pendeta di GKJ Gandrungmangu per 8 Pebruari 1985.

Selanjutnya pelayanan aktif Pdt. Ismun Imanuel berakhir melalui keputusan Sidang Klasis di GKJ Wanareja tahun 1997, dan ditandai ibadah emeritasi pada 25 Oktober 2001. Kemudian pelayanan jemaat dilayani oleh pendeta Konsulen, antara lain Pdt. R. Widyotomo, Sm.Th, Pdt. Bambang Pratomo, S.Th., Pdt. P Hadisoebroto, S.Th., Pdt. Windu P. Hadisasono, MTh., Pdt. Eko Priyono, Dan untuk sekarang ini oleh Pdt. Drs. Eko Abri Wiyono, SH. Saat ini GKJ Gandrungmangu terdiri dari 80 KK yang tersebar di Wilayah Gandrungmangu, Gandrungmanis, Sidaurip, Cikuya dan Rawajaya. Dan pada tanggal 7 Juli 2010 GKJ Gandrungmangu menahbiskan Pendeta atas diri Sugeng Prasetyo, S.Th.