GKJ Gatak

Info Kontak:

: Tempel, RT.01 RW.05, Desa Blimbing, Kec. Gatak, Kab. Sukoharjo 57557

: 0271 7894225

: gkj_gatak@yahoo.co.id

Pendeta:

  • Pdt. Yusuf Sugino, S.Th.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.00
  2. Minggu, Pk. 08.00

Profil dan Sejarah:

Benih yang tumbuh di GKJ Gatak Sukoharjo diawali oleh seorang tenaga pendidik yaitu keluarga S. Satyatmaja, yang mengajar di Sekolah Dasar. Sebagaimana figur seorang guru beliau sangat dihormati oleh warga masyarakat khususnya di wilayah Dusun Tumpeng, Desa Luwang, Kecamatan Gatak. Filosofi jawa yang mengatakan bahwa sosok Guru patut “digugu lan ditiru” melekat di kalangan mayarakat. Hal tersebut muncul ketika warga masyarakat menyaksikan kesaksian hidup yang dilakukan oleh keluarga S. Satyatmaja.

Seiring dengan kesaksian beliau, maka tidaklah heran ketika banyak warga masyarakat simpati dengan kehidupannya, serta ada beberapa warga yang berkeinginan untuk mengikuti jejaknya dan menjadi Kristen. Tanggapan warga masyarakat ternyata tidak hanya di wilayah Tumpeng tapi menyebar ke desa Blimbing, Klaseman, dan Trosemi. Maka pada bulan Januari 1965 beliau mengajak jemaat untuk mengadakan ibadah. Berkat terjalinnya hubungan yang baik dengan pemerintah desa Blimbing, jemaat ini diperkenankan untuk mengadakan ibadah di Balai Desa Blimbing yang diikuti oleh 20 orang. Kurang lebih 13 bulan ibadah berlangsung di tempat tersebut.
Karena jumlah jemaat yang semakin banyak dan balai desa sering digunakan oleh pemerintah desa, maka pada tanggal 6 Februari 1966 ibadah dipindahkan ke rumah Bp. Suyarno Praptohandoyo di Tumpeng.
Pelaksanaan ibadah sering juga dilayani oleh Pdt. Notosoedarmo dari GKJ Delanggu. Bp S. Satyatmaja dan Pdt. Notosoedarmo mempunyai keyakinan bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan. Karena Allah turut bekerja dalam setiap pelayanan yang terjadi. Dan terbukti semakin hari jumlah mereka semakin bertambah banyak meskipun belum memiliki tempat ibadah yang permanent.

Pada hari Selasa tanggal 17 September 1968 GKJ Wonosari sebagai gereja pepanthan didewasakan oleh GKJ Delanggu sekaligus menjadikan Gereja Gatak sebagai pepanthan GKJ Wonosari dan Pdt.S.Notosoedarmo sebagai konsulennya. Ibu Syamtiyah selaku istri pendeta konsulen dengan tekun mendampingi bahkan juga turut melayani dan membina melalui katekisasi sehingga semakin hari iman mereka semakin bertumbuh.

Komunikasi dan hubungan dengan pemerintah desa setempat selalu terjalin dengan penuh keharmonisan sehingga nampak juga buah dari kerjasama itu. Gereja diberi sebidang tanah seluas 600 m2 yang berlokasi di dusun Tempel, desa Blimbing dengan status hak milik.

Kemurahan Tuhan selalu nampak ketika warga jemaat terus bergumul untuk memiliki gedung sebagai sarana ibadah. Dengan bergotongroyong dibantu Sinode dan warga jemaat maka pada tanggal 1 Juni 1971 pembangunan gedung Gereja dimulai. Proses pembangunan gedung Gereja memerlukan waktu kurang lebih tujuh karena faktor biaya menjadi kendala. Akhirnya pada tanggal 25 Desember 1978 gedung Gereja sudah bisa digunakan dan ibadah yang semula di rumah Bp. Suyarno Prapto handoyo saat itu dipindahkan dan dilaksanakan di gedung Gereja.

Pada tahun 1993 jumlah warga jemaat GKJ Wonosari pepanthan Gatak ada 168 warga dewasa dan 119 anakanak. Suatu bukti campur tangan Tuhan Gereja terus berkembang. Melihat perkembangan warga GKJ Wonosari pepanthan Gatak maka dalam persidangan Klasis Kartasura ke 26 di GKJ Wonosari, majelis sepakat untuk mengusulkan pepanthan Gatak segera didewasakan. Usulan tersebut ternyata mendapat tanggapan dari Klasis Kartasura, maka mulai tahun 2002/2003 Gereja Gatak dilatih untuk mandiri oleh GKJ Wonosari.
Sidang Klasis Kartasura ke27 di GKJ Simo, Majelis Gereja Gatak mengusulkan kembali pendewasaanya setelah dilatih mandiri oleh Gereja induk dan mendapatkan tanggapan.

Tepatnya tanggal 5 Juni 2004 Gereja Gatak yang sebelumnya pepanthan dari GKJ Wonosari akhirnya dewasa. Jumlah warga saat didewasakan yaitu 69 warga anakanak dan 229 warga dewasa tersebar di 4 kelompok yaitu Tumpeng, Blimbing, Boto dan Klaseman.
Majelis yang bertugas saat itu:
Ketua : Alm. Bp. Sardjono
Sekretaris : Bp. Purwosudarmo
Bendahara : Bp. Budiarto