Info Kontak:

: Tempel, RT.01 RW.05, Desa Blimbing, Kec. Gatak, Kab. Sukoharjo 57557

: 0271 7894225

: gkj_gatak@yahoo.co.id

Pendeta:

  • Pdt. Yusuf Sugino, S.Th.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.00
  2. Minggu, Pk. 08.00

Profil dan Sejarah:

GEREJA KRISTEN JAWA GATAK

 

  1. Lokasi : Dukuh Tempel RT 01 RW 05, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak

            Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Kode Pos 57557

  1. Telpon, Email : (0271) 789 4225 , gkjgatak05@gmail.com
  2. Kontak Person : Pdt. Yusup Sugino, S.Th (081548424875)

                                     Yustina Kurniawati C (089523023235)

  1. Tanggal Pendewasaan : 05 Juni 2004
  2. Jumlah warga jemaat : 325 (Dewasa : 250, Anak : 75)
  3. Susunan Pengurus :           

Ketua 1                       : Pnt. Indriyanto Setyo Pambudi

Ketua 2                       : Dana Sutoro

Sekretaris 1                : Totok Tri Widodo

Sekretaris 2                : Dwi Marini

Bendahara                  : Hedi Praptomo Haryanto

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SEJARAH SINGKAT GKJ GATAK

 

Tumbuhnya Gereja Kristen Jawa Gatak tidak lepas dari peran keluarga Bapak S. Satyatmadja yang saat itu berjabatan sebagai guru Sekolah Dasar. Pada permulaan tahun 1965 Gereja Wonosari sebagai Gereja Pepanthan Delanggu membuka kebaktian pertama di Gatak yang bertempat di Balai Desa Blimbing Kecamatan Gatak oleh Pendeta S. Notosoedarma dari GKJ Delanggu. Pada hari Minggu Wage tanggal 6 Februari 1966 kebaktian yang semula bertempat di Balai Desa Blimbing Kecamatan Gatak dipindahkan ke rumah Bapak Soeyarno Praptohandoyo dukuh Tumpeng Desa Luwang. Adapun Majelis kelompok saat itu adalah Bapak S. Satyatmadja, sedangkan warga yang mengikuti kebaktian kurang lebih 20 orang.

Pada hari Selasa tanggal 17 September 1968 Gereja Wonosari sebagai Gereja Pepanthan didewasakan oleh GKJ Delanggu dan Pendeta S. Notosoedarma sebagai Pendeta konsulennya, sekaligus menjadikan Gereja Gatak sebagai Pepanthan GKJ Wonosari.

Pada tanggal 15 Desember 1976 GKJ Wonosari menahbiskan seorang Pendeta yaitu Pdt. Rejo Dirjomartono dari Theologia Wirobrajan Yogyakarta. Dengan kehadiran seorang Pendeta inilah Gereja Pepanthan Gatak semakin tumbuh berkembang di daerah:

  • Desa Blimbing
  • Desa Luwang
  • Desa Klaseman
  • Desa Trangsan
  • Desa Trosemi

Dengan penyertaan Roh Kudus atas Bapak S. Satyatmadja dan Ibu Syamtiyah Satyatmadja untuk membina warga Gatak, pada tahun 1993 berjumlah 168 orang dewasa dan 119 anak-anak. Sampai pada tahun 2003 warga Pepanthan Gatak berjumlah 229 orang dewasa dan anak-anak 69 orang.

Melihat perkembangan warga di Pepanthan Gatak yang begitu pesat, maka dalam siding Majelis terbuka tanggal 01 April 2001 GKJ Wonosari memutuskan untuk mengajukan permohonan pendewasaan untuk Pepanthan Gatak ke Sidang Klasis Kartasura ke-26, dan tahun 2002/2003 Gereja Gatak dilatih untuk mandiri oleh GKJ Wonosari.

Pada tahun 2003 GKJ Wonosari menindak lanjuti untuk mengusulkan kembali pendewasaan Gereja Pepanthan Gatak ke Sidang Klasis Kartasura ke-27 di GKJ Simo, dan Sidang memutuskan mengabulkan permohonan GKJ Wonosari untuk mendewasakan Pepanthannya yaitu Gereja Gatak, dengan sebutan GKJ Gatak.

 

Pembangunan Gedung Gereja Gatak

Tanah Gereja Gatak berasal dari Desa Blimbing Kecamatan Gatak. Penyerahan dilakukan oleh Camat Suharto BcHK kepada Bapak S. Satyatmadja atas nama Gereja Gatak pada tahun 1967 dengan luas 1000 m2. Tanah tersebut mendapatkan sertifikat oleh BPN Dati II Sukoharjo pada tahun 1991 seluas 685 m2.

Pembangunan Gedung Gereja dimulai pada tanggal 01 Juni 1971, perletakan batu pertama oleh Bapak Camat Suharto BA selaku Camat Gatak Sukoharjo dan disaksikan ileh Tripitaka Kecamatan Gatak dan Panitiannya Pembangunan Gereja serta Pendeta Suparman sebagai konsulen GKJ Wonosari dari GKJ Kerten Surakarta.

Dalam Pembangunan Gedung Gereja tersebut mendapatkan bantuan dari dermawan warga dan Deputat Klasis (Sinode GKJ Salatiga). Sedangkan balungan kayu jati dan kusen merupakan pinjaman jangka panjang tanpa bunga dari Bapak Suyoto Yoto Admadja dan sudah dilunasi.

Gedung Gereja mulai dipakai pada tanggal 25 Desember 1979. Untuk menyesuaikan bertambahnya warga, maka pembangunan Gedung ditambah serambi dan ruang Gereja diperluas, ditambah tempat sepeda serta teras. Pada tahun 2004 Gereja telah dapat membangun Gedung untuk kegiatan anak-anak Sekolah Minggu. Seiring dengan bertumbuhnya jemaat dan kerinduan warga untuk memiliki Gedung Ibadah yang representatif, maka diawal tahun 2016 Gedung Gereja direnovasi dan diresmikan pada tanggal 14 Oktober 2017 oleh Bp H. Wardaya Wijaya, SH, MH. Dengan demikian terjawab sudah kerinduan jemaat untuk memiliki Gedung Gereja sekaligus ruang pendukung yang terdiri dari ruang poliklinik, kantor Gereja, ruang kegiatan anak, studio musik, dan ruang serba guna, serta ruang konseling.