Info Kontak:

: Jl. Gatot Subroto No.222, Surakarta 57153

: 0271-641768; (Fax: 0271 663073)

: gkjjoyo@gmail.com

: gkjjoyodiningratan.org

Pendeta:

  • Pdt. Nunung Istining Hyang, S.Si.
  • Pdt. Beritha Tri Setyo Nugroho, S.Si.Teol.
  • Pdt. Em. Widiatmo Herdjanto, S.Th. (Emeritus)

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.30
  2. Minggu, Pk. 09.00
  3. Minggu, Pk. 16.00
  4. Minggu, Pk. 18.30

Profil dan Sejarah:

  1. SEJARAH GKJ JOYODININGRATAN
  • 1928, sesudah sidang Klasis Solo I, terjadi pemekaran gereja Margoyudan menjadi 3 gereja dewasa, Margoyudan-Jebres sendiri sebelah utara, Tumenggungan (Manahan) disebelah barat, dan Danukusuman (Joyodiningratan) di sebelah selatan. Tumenggungan dan Danukusuman masih ibadah di gedung sekolah.
  • Tahun 1928-1930 kelompok Danukusuman telah agak besar dan kuat. Pengunjung kebaktian kurang-lebih 50 orang. Ruang sekolah (gedung SD zending yang dibangun dikampung Danukusuman, tahun 1921 selesai dan diresmikan pemakaiannya) terasa terlalu sempit. Lalu timbul 2 rencana:
  1. Kelompok Danukusuman merasa telah perlu/bisa berdiri sendiri, tidak menjadi bagian dari Margoyudan.
  2. Jemaat Danukusuman perlu mempunyai Gedung Gereja sendiri.
  • Tahun 1929 kelompok Danukusuman memisahkan diri dari Jemaat Margoyudan dan didewasakan menjadi Jemaat Kristen Danukusuman. Tahun itu juga Zending rumah kongsen untuk kepala sekolah dipugar dijadikan gedung Gereja Kristen Danukusuman dengan Guru Injil Bp. Petrus lalu diganti Bp. Bernadus Busono, diganti Bp. Yerobeam Reksodidjoyo.
  • 1930 jemaat makin maju berkat usaha zending. Pengunjung gereja hari minggu 60-75 orang. Guru Injil dan Bp. Purnohadikawahyo, mejelis mulai memikirkan dan mencari tempat lain yang lebih luas dari gereja yang sekarang. Kemudian mendapat sebidang tanah di kampung Joyodiningratan (sekarang GKJ Joyodiningratan).
  • Tahun 1939 gedung gereja diresmikan/dibuka. Mulai saat itu pula berganti nama Jemaat Kristen Danukusuman menjadi Jemaat Kristen Joyodingratan.
  • 1941-1945 jemaat Kristen Joyodiningratan sempat tidak mempunyai guru Injil, Pak Yerobeam dipindah ke Boyolali. Tahun ’42 menerima guru Injil Ds. Hadihartono. tapi tersusul jepang masuk ke Indonesia dan keadaan berubah menjadi kekuasaan Jepang. Semua hal berbau belanda harus pergi dan berganti struktur jepang. Akibatnya membawa pengaruh kepada jemaat Kristen, baik material dan moril. Dari jemaat yang segala sesuatunya bergantung kepada Zending, menjadi jemaat yang harus mengurus dirinya sendiri.
  • 1945-1949, 17 Agustus 1945 Proklamasi kemerdekaan Indonesia. pemerintah jepang diganti dengan pemerintah Indonesia, semangat berdikari hidup. Jemaat mempunyai Guru Injil Bp. Dwidjiwiyono. Keadaan mulai aktif tetapi belum berjalan lancar.
  • 1 Juli 1949 jemaat memanggil Bp. Dwidjowiyono sebagai pendeta jemaat.
  • 1950-1958 jemaat mulai hidup kembali dan maju. Pengunjung bertambah 250-300 (pagi) dan 40-50 (sore). Komisi-komisi mulai aktif. Anggota jemaat yang ada di Baki menyatakan diri menjadi Pepanthan Baki (sebelumnya sejak tahun 1925 sudah menjadi anggota). Berdirinya calon kelompok Kronelan (Bp. Hadi Widodo) dan calon kelompok Grogol (Bp. Suwarno).
  • 1958-1960 jemaat tidak punya pendeta karena Bp. Ds. Dwidjowiyono mengundurkan diri. Jemaat semakin maju dan keliahatan aktivitasnya.
  • Ds. 1960-1964 jemaat memanggil Suharsono Manguntenoyo dari jemaat Wolo, Purwodadi, menjadi pendeta jemaat Joyodingratan. Calon kelompok Kronelan tahun 1962 menyatakan diri menjadi kelompok Kronelan.
  • 1964-1969 jemaat tanpa pendeta lagi karena Bp. Suharsono pindah ke Palembang. 17 Oktober 1966 pepanthan Baki didewasakan menjadi GKJ Baki. Tahun 1967 calon pepanthan Grogol menyatakan diri jadi Pepanthan. 11 Februari 1968 Gereja Danukusuman dibuka lagi untuk kebaktian, kemudian merupakan pepanthan Danukusuman.
  • Karena dinilai perkembangan mencolok, tahun 1969 Mejelis memanggil Bp. Soeharno Pranotosoewignjo anggota majelis menjadi calon Pendeta. 17 Desember 1969 Bp. Soeharno Pranotosoewignjo menjadi pendeta GKJ Joyodiningratan.
  • 11 Februari 1978 pepanthan Danukusuman didewasakan sebagai gereja dewasa, GKJ Danukusuman.
  • 17 Desember 1979 saat gereja memperingati setengah abad berdirinya sebagai gereja dewasa, Gereja membangun bangunan “Serba Guna” di halaman gereja Joyodiningratan.
  • Tahun 1988 akhir, GKJ Joyodiningratan mulai memikirkan pemanggilan pendeta dan memprosesnya. Tepat pada 5 Desember 1990 GKJ Joyodiningratan menahbiskan Bp. Widyatmo Herdjanto sebagai pendeta dan saat itu beliau sudah berumur 40 tahun. Pdt. Herdjanto merasa pelayanannya di GKJ Joyodiningratan hanya sebentar (20 tahun). Beliau mulai cepat memikirkan program-program yang akan diadakan di GKJ joyodiningratan. Salah satu Programnya adalah pendewasaan Pepanthan Grogol dan Pepanthan Kronelan.
  • Tahun 1991-1995 GKJ Joyodinigratan menyiapkan pendewasaan Pepanthan Grogol, akhirnya tahun 1995 pepanthan Grogol dewasa dan menjadi GKJ Grogol dan hari yang sama berpindah klasis menjadi Klasis Wonogiri (karena Klasis Sukoharjo saat itu belum ada).
  • Tahun 1995-2000 GKJ Joyodinigratan menyiapkan pendewasaan Pepanthan Kronelan, dan pada April 2000 menjadi dewasa dan menjadi GKJ Kronelan dan saat ini masuk dalam klasis Sukoharjo.
  • 7 Desember 2010, Pdt. Widiyatmo Herjanto memasuki masa emiritasi. 2 tahun sebelum beliau Emiritus, GKJ Joyodiningratan memanggil dan menahbiskan Pdt. Nunung Istining Hyang, pada tanggal 21 April 2008 sampai saat ini.
  • 31 Oktober 2017, GKJ Joyodiningratan menahbiskan pendeta atas diri Beritha Tri Setyo Nugroho.