Info Kontak:

: Jl. Raya Jumo, Jumo, Ngadirejo, Temanggung 56256

: 0813 2719 8703

: gkjjumo@gmail.com

Pendeta:

  • Pdt. Drs. Youhari Sutikno, M.Mis.
Jadwal Ibadah:

  1. Minggu,07.00 WIB, I ( Indonesia ), Minggu 2,3,4 ( Bahasa Jawa )

Profil dan Sejarah:

SEJARAH SINGKAT TENTANG GKJ JUMO

Pada tahun 1928 seorang guru injil yang berasal dari Yogyakarta bernama Akim, merintis pelayanan di daerah kecamatan Jumo dan sekitarnya. Bapak Akim memulai tugas penginjilan dengan membuka persekutuan yang saat itu masih diikuti hanya oleh tiga  keluarga. Terdiri dari keluarga bapak Rekso Atmodjo, keluarga bapak Wongsoredjo dan keluarga bapak Merto.Dalam pelayanannya bapak Akim dibantu oleh bapak Paulus dari Yogyakarta juga. Dari tiga keluarga ini mereka  kemudian mengadakan kebaktian di rumah bapak Rekso Atmodjo,dan dari hari ke hari ada beberapa orang yang tertarik untuk mengikuti persekutuan yang diadakan oleh Bapak Akim dan keluarga-keluarga yang ada,dan semakin lama pengikutnya bertambah dan terbentuklah jemaat mula-mula di Gereja Kristen Jawa Jumo.

Pada tahun 1930 jemaatnya mengalami perkembangan yang cukup pesat dan dari persembahan yang dikumpulkan dan didukung oleh sumberdaya manusianya yang cukup memadai, persekutuan yang dibangun mampu mengurus kebutuhan sendiri, kemudian pada tanggal 1 Desember 1930 mencoba membentuk majelis gereja yang pertama yang anggotanya terdiri dari :

  1. Bapak Rekso Atmodjo
  2. Bapak Wongsoredjo
  3. Bapak Merto
  4. Bapak Dwidjo wasito
  5. Bapak Sarsan
  6. Bapak Mangun Dirdjo
  7. Bapak Sastro

Sehingga pada hari itu gereja Kristen jawa jumo dinyatakan terbentuk walaupun belum ada pendetanya dan setelah majelis gereja juga terbentuk dalam pelayanannya bapak Akim semakin semangat dan jemaatnyapun semakin bertumbuh baik secara kwalitas maupun kwantitas, hingga pada tahun 1935 beliau digantikan oleh bapak Paulus yang telah lebih dulu membantu beliau dalam membina dan mengembangkan pelayanan. Pada tahun 1935 juga hadir seorang pendeta dari Belanda yang bernama pendeta Marklin.Setelah sekian lama berada di Jumo Pendeta Marklin kemudian mendirikan Sekolah Kristen yang bernama Vervolg School.Dengan berdirinya sekolah tersebut semakin banyak orang yang menjadi pengikut Kristus.

Tahun 1938 Pendeta Marklin kembali ke negaranya di Belanda, untuk melanjutkan pelayanannya di negri Kincir Angin tersebut. Sementara pelayanan di Gereja Jumo tetap dilanjutkan oleh majelis gereja  yang sudah terbentuk. Kerena jemaat gereja semakin hari semakin bertambah banyak, maka kebaktiannya dipindahkan ke gedung Sekolah Vervolg School.Kemudian Sidang Klasis Kedu waktu itu menunjuk Pendeta Atmo Soekarto dari Temanggung menjadi Pendeta Konsulen di Gereja Kristen Jawa Jumo. Selama menjadi pendeta konsulen beliau dibantu oleh : Bapak Daniel Syariat tahun 1935 – 1943 dan Bapak Atmo Dirdjo tahun 1952 – 1970.

Tahun 1960 jemaat di wilayah Gereja Kristen Jawa Jumo sudah mencapai 4 pepanthan, yaitu pepanthan Jumo, pepanthan Braman, pepantan Kemiriombo dan pepanthan Sukosarono.

Tahun 1970 Pendeta Atmo Soekarto melalui sidang klasis tidak lagi ditunjuk menjadi Pendeta Konsulen di Gereja Kristen Jawa Jumo.Sidang Klasis Kedu menunjuk Pendeta Jahja Soerja Atmadja dari Gereja Kristen Jawa Parakan untuk menjadi Pendeta Konsulen di Gereja Kristen Jawa Jumo dari tahun 1970 – 1971. Setelah selesai Pendeta Jahja  Soerja Atmadja digantikan oleh Pendeta R. Soemitro Soelistyo Hadi dari Gereja Kristen Jawa Temanggung.

Kemudian pada tahun 1971 Guru Injil Bapak Atmo Dirdjo pindah ke Pingit yang masih ikut wilayah Kabupaten Temanggung untuk melayani di sana. Setelah itu pada tahun 1972 karena perkembangan jemaat Gereja Kristen Jawa jumo yang semakin pesat, maka Klasis Kedu mengusulkan supaya jemaat di Gereja Kristen Jawa Jumo mendirikan gedung gereja.Jemaat Gereja Kristen Jawa Jumo setuju dengan usulan tersebut , kemudian pada tahun itu dimulailah pembangunan gedung gereja  yang  dibangun di atas tanah seluas 678,50 m2. Jumlah jemaatnya pada waktu itu mencapai 273 orang, dan dilayani oleh Pendeta Konsulen yang ditunjuk oleh Klasis Kedu yaitu Pendeta I. Soedarsono.PY dari Gereja Kristen Jawa Ngadirejo, beliau melayani mulai tahun 1972 sampai dengan tahun 1983.

Tahun 1983 Gereja Kristen Jawa Jumo bertambah satu pepanthan lagi yaitu pepanthan Gunung Gempol, jadi Gereja Kristen Jawa Jumo menjadi 5 pepanthan.Jemaatnya menjadi 427 orang. Kemudian membentuk majelis baru yang terdiri dari bapak Soebagjo, bapak Soewito, bapak Soehardjo, bapak Paidjo Atmo soewito, bapak Djasono, bapak Kromo Redjo, bapak Pawiro, bapak Saasale dan ibu Moedjijah. Setelah itu majelis Gereja Kristen Jawa Jumo memanggil pendeta untuk melayani, yaitu Pendeta Sindu Prayitno dari Salatiga.Tahun 1984 beliau ditahbiskan menjadi pendeta tetap di Gereja Kristen Jawa Jumo.

Dari situ mulailah disusun rencana-rencana pelayanan untuk mendewasakan jemaat.Adapun jenis-jenis pelayanan yang dilakukan adalah pengkaderan, penambahan jumlah majelis gereja dan membentuk komisi-komisi yang harus ada di gereja.Perkembangannyapun sangat nampak jelas terlihat dari jumlah warga baptisan, hingga tahun 1987 jemaatnya bertambah menjadi 577 orang.Terdiri dari 380 orang warga dewasa dan 197 orang warga anak.Perkembangan itu juga bisa dilihat dari beberapa unsur diantaranya kelompok katekisasi, pemahaman Alkitab, Sekolah Minggu, dan lahirnya pepanthan baru yaitu pepanthan Kertosari dan Giyono.Beliau melayani di Gereja Kristen Jawa Jumo sampai pada tahun 1990.Tepatnya tanggal 31 Januari 1990 beliau pindah pelayanan karena dipanggil untuk melayani di Gereja Kristen Jawa Mertoyudan, Magelang.

Tahun 1990 – 1992 kembali Klasis Kedu menunjuk Pendeta I. Soedarsono.PY untuk melayani di Gereja Kristen Jawa Jumo sebagai Pendeta Konsulen.

Tanggal 15 Maret 1992 Majelis Gereja Kristen Jawa Jumo memanggil calon pendeta baru yaitu Drs. Youhari Sutikno dari Solo. Tanggal 11 Desember 1992 beliau menjalani ujian Kependetaan dan dinyatakan lulus dan layak untuk melayani jemaat di Gereja Kristen Jawa Jumo. Kemudian setelah menjalani beberapa proses beliau ditahbiskan menjadi pendeta pada tanggal 16 April 1993. Sejak saat itu beliau menjadi pendeta tetap di Gereja Kristen Jawa Jumo.

Seiring berjalannya waktu pelayanan semakin tertata hingga gereja mengalami banyak perubahan yang positif dan semakin maju, hingga pada tahun 2012 Gereja Kristen Jawa Jumo berhasil mendewasakan satu pepanthan yaitu pepanthan Kertosari menjadi Gereja yang dewasa. Sejak saat itu pepanthan Gereja Kristen Jawa Jumo berkurang satu pepanthan. Selanjutnya dengan berkurangnya jumlah pepanthan Gereja Kristen Jawa Jumo lebih focus pada penataan pelayanan dengan membentuk komisi-komisi dan panitya-panitya, mengadakan kerjasama dengan gereja lain dan mengadakan pelatihan-pelatihan baik majelis maupun jemaat untuk meningkatkan sumberdaya manusianya. Dan puji Tuhan sampai saat ini gereja Kristen Jawa Jumo bisa memperluas lokasi gereja dengan membeli tanah warga yang berdekatan dengan gereja.

GKJ Jumo adalah salah satu dari Gereja-gereja Kristen Jawa yang tergabung dalam Klasis Sindoro Sumbing yang telah berstatus dan memiliki badan hukum tetap yang dikeluarkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang.

Saat ini jemaat yang bergereja di GKJ Jumo berjumlah  321  orang terdiri dari jemaat lanjut usia, dewasa, pemuda remaja dan anak-anak.GKJ Jumo juga memiliki Majelis Gereja berjumalah 25 orang yang terdiri dari pendeta, penatua, dan diaken.