Info Kontak:

: Jl. Brigjen. S. Sudiarto No.140A, Gayamsari, Semarang 50161

: 024-6720749

: gkj.kabluk@yahoo.co.id

: www.gkjkabluk.or.id

Pendeta:

  • Pdt. Nicolaus Satriyo Nugroho, S. Si

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.00
  2. Minggu, Pk. 08.00
  3. Minggu, Pk. 17.00

Profil dan Sejarah:

GKJ KABLUK SEMARANG

 

 

 

SEJARAH GEREJA KRISTEN JAWA KABLUK SEMARANG

  1. Masa Perintisan (1967 – 1972)

Pada tahun 1967 beberapa keluarga Kristen yang berdomisili di daerah Kabluk, Jambusari, Banteng, Gajah, Sendangguwo dan sekitarnya merasakan perlunya ada tempat ibadah yang dekat sekitar wilayah itu. Karena tekad yang begitu menggebu maka kurang labih 14 KK yang ada mulai berusaha mencari tempat yang memungkinkan, dan puji Tuhan, Tuhan menjawab doa mereka melalui Bp. Soemitro yang tinggal di Jl. Banteng VI, dengan sukarela menyediakan rumah tempat tinggalnya untuk kebaktian.

Namun tak berapa lama Bp. Soemitro harus pindah tugas ke luar kota sehingga warga berupaya mencari tempat kembali. Doa dijawab oleh Tuhan, Bp. R. Moersid Yonan yang tinggal di Jl. Banteng Raya 10 menyediakan tempat tinggalnya untuk kebaktian warga. Waktu terus berjalan semakin hari semakin banyak warga baru yang mengikuti kebaktian sehingga tempat itu tidak lagi mampu menampung, akhirnya harus berpindah tempat ibadah yaitu di rumah Bp. S. Poerbosoesanto yang ditempati oleh Sdr. Indratmo,BA di Jl. Badak Raya yang dipandang lebih luas.

Kebaktian terus berjalan, dengan bertambahnya warga juga akhirnya menjadi masalah kurang prasarana untuk ibadah yaitu tempat duduk/kursi, kemudian disepakatilah “aksi satu kursi” masing-masing KK membawa sebuah kursi untuk sarana ibadah. Kegiatan ibadah ini didampingi oleh 2 orang tua-tua yaitu Bp. Moersid Yonan dan Bp. Jatnooetomo HW, mulailah digiatkan PA, Sekolah Minggu, katekisasi dan juga perkunjungan warga. Kelompok persekutuan ini tidak lain adalah warga GKJ Semarang Timur yang ada di sekitar Kabluk, sehingga merupakan cikal bakal GKJ Semarang Timur Pepanthan Kabluk.

 

  1. Warga Jemaat mula-mula

Warga jemaat mula-mula yang merupakan warga GKJ Semarang Timur Pepanthan

Kabluk terdiri atas 14 KK dan 2 orang pemuda yaitu :

  • Keluarga R Moersid Jonan
  • Keluarga Poeroewito
  • Keluarga Soemitro N
  • Keluarga Daniel Taslimin
  • Keluarga Jatnooetomo HW
  • Keluarga R Soebagyo
  • Keluarga Slamet Mamiek
  • Keluarga M Soerachmat
  • Keluarga Toegimin Sontowinangun
  • Keluarga Siswandi Dwidjoprasetyo
  • Keluarga Iran Hardjowiyono
  • Keluarga Effendi
  • Keluarga Samuel Suyatno
  • Keluarga Elisa Ngadiman, BA
  • Moersid Ekokaspriyo
  • Indratmo, BA .

 

 

 

  1. Masa Pengembangan ( 1972 – 1980)

Ibadah di rumah sebuah keluarga dirasa juga semakin hari semakin kurang karena jumlah warga terus meningkat dan tidak bisa meram-pungnya, sehingga warga berharap bisa mempunyai gedung sendiri sebagai gereja melalui usaha dan doa. Hasil kerja keras dan ke-sungguhan dalam berdoa akhirnya didapat berkat dari Tuhan berupa sebidang tanah seluas 480 m2 yang berada dalam komplek Asrama Polri Kabluk, sebagai wujud kerjasama umat Kristen dengan ABRI-POLRI. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tanggal 22 April 1972 oleh DANMEN III BRIMOB Jawa Tengah Bp. Koesnadi Notosoedarmo. Luas bangunan yang dikerjakan pada saat itu seluas 7×17 m, bantuan pada saat itu terus mengalir dari warga Pepanthan Kabluk.

 

Panitia Pembangunan Gereja Kabluk pada waktu itu adalah :

Penasehat : Majelis GKJ Semarang Timur

Ketua : Jatnooetomo Hw

Wakil Ketua : R Moersid Jonan

Sekretaris I : Elisa Ngadiman, BA

Sekretaris II : Moersid Ekokaspriyo

Bendahara : Poeroewito

PembantuUmum : R Soebagyo

Slamet Mamiek

Pelaksana : Waiman Aminwardaja

Miso Sisworahardjo

Koster/pengawas : Toegimin Sontowinangun

Pelayanan sakramen baptis untuk pertamakalinya di GKJ Semarang Timur Pepanthan Kabluk yaitu pada Minggu 22 Juli 1973 diantaranya putra-putri kel. Bp. Soebiman Hadiwiyono, Bp. Siwandi. Dwidjo-prasetyo,Bp. M.Surachmat, ibu Sarminah, ibu Sumangkut, ibu Elisa Ngadiman, keluarga Hardjosumarto, dan Bp. Rukimin.

Pelayanan Sekolah Minggu dilayani di rumah kel Bp. Poeroewito Jl. Badak IV/ 48 Semarang dengan guru-guru; Ibu. Sih Wiajeng Poeroewito dan Bp. Elisa Ngadiman, BA

 

  1. Masa persiapan kemandirian (1980 – 1988)

Pada awalnya GKJ Semarang Timur Pepanthan Kabluk membagi wilayah menjadi 5 blok yaitu Blok H1 s/d H5 (perlu kita ketahui bahwa wilayah Kabluk merupakan Blok H GKJ Semarang Timur).

 

Dalam pelayanan Firman, kotbah Minggu dilayani oleh alm. Pdt. R.S Hardjobramoro bersama majelis gereja GKJ Semarang Timur). Dengan bertambahnya permukiman di wilayah Timur maka banyak warga gereja dari gereja lain attestasi ke GKJ Semarang Timur Pepanthan Kabluk.

 

Pada tahun 1988 Pepanthan Kabluk mengusulkan kepada GKJ Semarang Timur agar dibentuk panitia persiapan Pendewasaan Pepanthan Kabluk, setelah disetujui persidangan dibentuklah kepanitiaan itu yang diketuai oleh beliau Drs. Sudjati. Ketika persiapannya dipandang cukup maka dibawalah hal ini ke persidangan Klasis Semarang Timur pada tahun 1989 (Sidang Klasis Gereja-gereja Kristen Jawa Semarang Timur XII), melalui percakapan panjang dalam sidang akhirnya sidang menyetujui dengan Akta dari Sidang Klasis Semarang Timur XII Artikel 28, kemudian dibentuklah Panitia Pendewasaan Pepanthan Kabluk dan akhirnya melalui berbagai pertimbangan, diputuskan bahwa pendewasaan Pepanthan Kabluk akan dilaksanakan pada hari Kamis 19 September 1991, hal ini agar mudah mengingatnya (yaitu keistimewaannya 19-9- 91 karena jika dibalikpun sama).

 

  1. Masa Dewasa (1991 – sekarang)

Pelaksanaan pendewasaan GKJ Kabluk berlangsung pada hari Kamis 19 September 1991, Bersamaan dengan didewasakannya Pepanthan Kabluk menjadi GKJ Kabluk Semarang pada tanggal 19 September 1991 diteguhkan juga Majelis Gereja.

 

MAJELIS YANG DILANTIK PADA SAAT PENDEWASAAN (September 1991)

  1. Soeparmo Ketua
  2. Soeharno DA Wakil
  3. Yitno Widodo Penulis I
  4. Drs. Rochmadi Penulis II
  5. Lukas Sadir Bendahara I
  6. Suhartoyo, BA Bendahara II
  7. Ibu. Sih Wiajeng Poeroewito Diaken
  8. Benyamin Diaken
  9. I Gde Pursa Tua-tua
  10. Ibu. Ester Suwarno Diaken
  11. Ir. Daniel Ari Murtedjo Tua-tua
  12. Drs. Sarwitri Haryanto Tua-tua
  13. Kasmin Diaken
  14. Djoko Supardi Tua-tua
  15. Mateus Sumaryanto Diaken
  16. Soewarto Tua-tua

Setelah dewasa, maka pewilayahan GKJ Kabluk Semarang dari blok H1 sd blok H5 menjadi Blok A sd Blok F, dimana :

Blok A : meliputi sebelah Barat gereja dan Timur Banjir Kanal Timur, sebelah Utara sampai Perumahan KORPRI Sambirejo

Blok B : meliputi daerah sebelah timur gereja sampai Sendangguwo, selatan sampai Lamper Tengah dan Utara sampai di Peru- mahan BPD II

Blok C : meliputi sebelah Timur Sendangguwo sampai Perumahan Aryamukti, Utara sampai Perumahan KORPRI Bangetayu dan Perumahan Tlogosari Indah, Selatan sampai Pedurungan Kidul

Blok D : meliputi wilayah Pedurungan Kidul, Perumahan Plamongan Hijau, Perumahan Plamongan Indah (Mranggen), Penggaron , dan Perumahan Pucanggading.

Blok E : meliputi Perumahan Sinar Waluyo, Perumahan Ketileng, Perumahan Bumi Wanamukti, Perumahan Tulus Harapan dan Perumahan Rumpun Diponegoro

Blok F : meliputi Perumahan Graha Mukti dan Perumnas Tlogosari dan sekitarnya

 

Seiring dengan dewasanya GKJ Kabluk maka majelis juga mempersiapkan diri untuk menyiapkan rumah dinas untuk pendeta (pastori), dengan membangun rumah di atas tanah yang sudah dibeli gereja di Jl. Slamet Riyadi. Sebagai ketua pembangunan rumah pastori I tersebut adalah Bp. Drs. R Rudy Soehardjo dan diresmikan pada hari Minggu 19 September 1993, pendeta yang melayani GKJ Kabluk adalah pendeta konsulen atas diri Bp. Pdt. Sri Handoko, S.Th, maka jemaat dan majelis berupaya untuk segera memanggil calon pendeta

Pada saat penjaringan dipilihlah Sdr. Efrayim Pangripto Wis mono, S.Th sekaligus sebagai calon tunggal. Setelah dipandang cukup, proses penilaian dan orientasi maka dilakukan pemilihan (karena tunggal, sehingga tinggal memilih setuju atau tidak). Akhirnya jemaat menyetujui mengangkat Sdr. Efrayim Pangripto Wismono, S.Th sebagai calon pendeta GKJ Kabluk Semarang.

Melalui proses pembimbingan oleh Klasis Semarang Timur dan Ujian Peremtoar pada Sidang Klasis Kontrakta Gereja-gereja Kristen Jawa Klasis Semarang Timur pada hari Jumat 15 Juli 1994 sdr Efrayim Pangripto Wismono, S.Th dinyatakan layak tahbis dan akhirnya Sdr. Efrayim Pangripto Wismono, S.Th ditahbiskan sebagai Pendeta pertama di GKJ Kabluk Semarang pada hari Senin 19 September 1994 bertempat di gedung gereja GKJ Kabluk Semarang dan langsung menempati Rumah Pastosri I di Jl. Slamet Riyadi No. 46.B yang telah dipersiapkan oleh majelis gereja

Pada awal tahun 1997 dimulailah ibadah tambahan yaitu ibadah pkl 08.00 dengan pengantar bahasa Jawa karena memang jumlah warga terus bertambah, walaupun sebelumnya sudah dilayani 2 kali kebaktian yaitu pagi dan sore. Pada mulanya pkl 06.00 Bhs Jawa dan pkl 17.00 Bahasa Indonesia. Akhirnya disepakati Ibadah pkl 06.00 pengantar Bahasa Indonesia, pkl 08.00 pengantar Bahasa Jawa dan pkl 17.00 pengantar Bahasa Indonesia.

 

Pada awal tahun 2003 dilaksanakan pemekaran blok di Blok D yang pada awalnya terdiri Blok D, D1, dan D2 dan akhirnya menjadi blok D, G, dan H. Blok D meliputi : Perumahan Plamongan Hijau, Pedurungan Kidul dan Penggaron, Blok G : meliputi Perumahan Pucanggading, sedang Blok H : meliputi Perumahan Plamongan Indah dan Karangawen. Akhirnya GKJ Kabluk Semarang memiliki 8 blok yaitu : Blok A sd Blok H.

 

Setelah sekian lama Pdt. Efrayim PW, S.Th. melayani dan jumlah warga terus bertambah, maka semakin dirasakan bahwa pelayanan belum dapat tapis. Mulai tahun 2002 sudah dipercakapkan berkaitan jumlah warga yang terus bertambah terutama banyaknya pemekaran permukiman di wilayah Timur dan pendeta hanya seorang, maka dipergumulkan rencana pemanggilan calon pendeta yang ke –2 untuk membantu pendeta yang sudah ada. Maka disusunlah rencana tersebut pada Renstra GKJ Kabluk tahun 2003-2006 (program 4 tahunan sesuai dengan daur persidangan Sinode). Pada tahun 2005 dibentuklah panitia untuk memanggil balon pendeta tersebut dari perguruan tinggi yang didukung oleh GKJ di antaranya adalah UKSW Salatiga, UKDW Yogyakarta, UKS Surakarta, STAK Marturia Yogyakarta, dan STT Jakarta.

 

Dalam pencaharian tersebut didapat 5 calon yang berasal dari UKSW Salatiga 1 (satu) orang dan UKDW Yogyakarta 4 (empat). Dari 5 calon pendeta setelah melalui seleksi terpilih 3 calon karena yang satu tidak memenuhi dan yang satunya lagi mengundurkan diri. Mereka bertiga adalah Sdri. Reny Woro Sulisyto, S.Si, Sdri. Maria Sri Hartati, S.Si dan Sdr. Bowo Ariarso, S.Si yang dipandang oleh GKJ Kabluk layak dipanggil dan diproses untuk melaksanakan orientasi. Setelah melaksanakan orientasi selama 3 bulan dilaksanakanlah pemilihan, dan akhirnya terpilihlah Sdr. Bowo Ariarso, S.Si. Proses ini cukup panjang setelah diberlakukannya Tata Gereja baru perihal adanya vikariat bagi calon pendeta yang telah lulus ujian paremtoir, maka penahbisan calon pendeta diperkirakan akan berlangsung pada tahun 2008 tepatnya direncanakan pada tanggal 19 September 2008.

Dalam Sidang Klasis Gereja-gereja Kristen Jawa Semarang Timur XXX pada tanggal 20- 22 September 2007 di Wisma Elika Bandungan yang di dalamnya ada Ujian Calon Pendeta (peremtoir) bagi Sdr. Bowo Ariarso, S.Si Sidang setelah melakukan ujian akhirnya Sdr. Bowo Ariarso, S.Si dinyatakan layak takbis. Sehingga masa vikariat bagi saudara tersebut akan berakhir pada bulan September 2008 di mana pada tanggal 19 September 2008 akan dilakukan penahbisan bagi saudara tersebut

Perkembangan GKJ Kabluk sungguh luar biasa, namun tempat sangat terbatas sehingga jika ada kegiatan rapat-rapat harus berebut untuk memakainya demikian juga pelayanan Sekolah Minggu masih mengandalkan kepada warga jemaat yang berkenan rumahnya dipakai untuk pelayanan Sekolah Minggu. Tetapi Tuhan tidak tinggal diam dalam melihat pergumulan kita, tak terbesit sedikitpun kalau kita akan memiliki tanah di samping kiri gedung gereja kita. Melalui Bp. Suharno DA Tuhan memakai beliau sebagai penghantar kita bisa memiliki tanah tersebut. Dengan semangat yang luar biasa, antusias warga untuk mendukung pembangunan kantor gereja dan ruang kegiatan untuk terus memberi semangat kepada majelis. Akhirnya dibentuklah panitia penggalangan dana pengadaan tanah yang diketuai oleh Bp. E Hindro Cahyono, SE, M.M. Penggalangan dana direncanakan dalam kurun satu tahun akan tercukupi, demikian juga tambahan 1 kantong dalam setiap bulannya. Setelah cukup dana yang masuk, maka majelis mencoba menawarkan tanah yang dimiliki oleh gereja sebagai asset yang terletak di daerah Sambiroto, setelah laku maka uang tersebut dipakai untuk membangun gedung kantor dan kegiatan tersebut.

 

Ketika akan mulai merencanakan pembangunan pada tanggal 10 Mei 2011 ditunjuklah panitia penggalangan dana tersebut melanjutkan tugasnya kembali untuk menjadi Panitia Pembangunan Gedung Kantor Gereja dan Kegiatan GKJ Kabluk Semarang. Mulailah panitia ini menyusun gambar rencana bangunan dengan mengundang konsultan perencana. Setelah gambar dibuat kemudian disosialisasikan kepada majelis, komisi dan segenap jemaat untuk mendapatkan masukan-masukan. Akhirnya gambar tersebut mendapat persetujuan, panitia mencari pemborong untuk mengikuti pelelangan pekerjaan pembangunan gedung tersebut.

 

Peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut dilaksanakan pada 1 Juli 2012. oleh Pdt. Efrayim PW, S.TH,M.Min disaksikan oleh Kepala Kelurahan Gayamsari ibu Leliyana, tetangga kiri kanan gereja, majelis dan beberapa jemaat. Pada tanggal 25 Desember 2012 diresmikanlah gedung tersebut oleh Ketua Majelis Drs. Sarwitri Haryanto dan juga disaksikan oleh Kepala Kelurahan Gayamsari Ibu Leliyana dengan membuka selubung prasasti. Gedung ini dibangun untuk memenuhi semua kegiatan pelayanan dan kantor gereja. Akhirnya semua kegiatan dapat ditampung dalam gedung yang baru itu termasuk pelayanan Sekolah Minggu. Sekarang pelayanan Sekolah Minggu terpusat di gereja dengan jam pelayanan seperti pelayanan ibadah biasa. Hal ini dimaksudkan agar ketika orangtua beribadah, putra-putrinya bisa mengikuti Sekolah Minggu. Pada akhir tahun 2013 selesailah kegiatan Sensus warga yang diketuai oleh Bp. Bambang Sri Teteki, S.H dengan menghasilkan data; jumlah jiwa 921 orang dengan jumlah KK sebanyak 329 KK, hasil ini merupakan masukan berharga karena sudah ke sekian kalinya Sensus dilaksanakan tetapi pada akhir tahun 2013 ini bisa tuntas, walaupun masih ada data yang tidak jelas keberadaannya dan dimasukkan ke dalam data suplemen.

  1. Masa Keprihatinan

Perjalanan pelayanan GKJ Kabluk tidak semulus yang dilihat kebanyakan orang tetapi juga mengalami pergumulan yang cukup berat, ketika Pdt. Efrayim PW menderita sakit yang cukup berat sehingga harus keluar masuk rumah sakit, penyakit yang sebenarnya sudah dirasakan beberapa tahun sebelumnya tetapi pada tahun 2013 itu merupakan puncak kondisi yang berat yang dialami oleh Pdt. Efrayim PW, sehingga mengganggu akitifitas pelayanan beliau.

 

Pdt. Bowo Ariarso, S.Si dituntut untuk mengambil alih pelayanan Pdt. Efrayim PW. Namun di tengah pergumulan itu, tiba-tiba muncul persoalan baru yaitu Pdt. Bowo Ariarso, S.Si mendapat masalah yang bersifat pribadi, sehingga sangat mengganggu pelayanannya. Sebagai orang yang bertanggungjawab Pdt. Bowo Ariarso, S.Si akhirnya mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai pendeta di GKJ Kabluk Semarang.

 

Setelah melalui percakapan panjang baik dengan yang bersangkutan dan Gereja-gereja Kristen Jawa Klasis Semarang Timur akhirnya disepakati pelaksanaan Sidang Klasis Istimewa untuk menanggapi surat pengunduran diri tersebut. Pada tanggal 12 Juli 2013 dilaksanakanlah Sidang Klasis Istimewa tersebut dan Sidang menerima keputusan Sdr. Bowo Ariarso, S.Si untuk mengundurkan diri sebagai pendeta di GKJ Kabluk Semarang. Pada tanggal 31 Juli 2013 dilangsungkan ibadah pelerehan yang dihadiri oleh Deputat Klasis Semarang Timur dan utusan gereja-gereja se Klasis Semarang Timur demikian juga warga GKJ Kabluk Semarang dan keluarga Sdr. Bowo Ariarso, S.Si. Majelis GKJ Kabluk juga memberikan apa yang menjadi hak-hak Sdr. Bowo Ariarso, S.Si yang telah melayani jemaat GKJ Kabluk kurang lebih selama 5 (lima) tahun tersebut.

Masalah satu telah selesai tetapi kondisi kesehatan Pdt. Efrayim PW tidak semakin baik namun justru semakin memburuk sehingga pelayanan kotbah mimbar harus digantikan pendeta tamu bahkan majelis gereja GKJ Kabluk sendiri. Tak disangka dan tak dinyana Tuhan berkehendak lain, pada tanggal 27 Agustus 2013 kurang lebih pukul 23.15 Tuhan memanggil pulang Pdt. Efrayim PW ke Surga. Berdukalah seluruh warga GKJ Kabluk Semarang dan semua handai taulan, gereja-gereja lain juga ikut menyampaikan dukacita yang mendalam. Almarhum Pdt. Efrayim Pangripto Wismono, S.Th, M.Min meninggalkan seorang istri Ibu. Nari Ratih dan seorang putri yang bernama Chorina Swasti Danarsi, beliau dimakamkan di Pemakaman Kristen Kedungmundu Semarang. Sebagai gereja yang bertanggung jawab kepada gembalanya maka Majelis GKJ Kabluk juga memberikan yang menjadi hak alm Pdt. Efrayim PW, S.Th.M.Min kepada ahli warisnya terutama rumah tinggal.

 

Baru saja kehilangan pendeta Sdr. Bowo Ariarso kini kehilangan lagi Pendeta Efrayim PW, dalam kurun 1 bulan kita kehilangan 2 pendeta sekaligus. Secara kemanusiaan memang sedih, namun jika melihat apa yang dilakukan Tuhan, Jemaat GKJ Kabluk percaya ada rencana Tuhan yang indah dibalik peristiwa itu

 

  1. Masa kebangkitan dari pergumulan berat

Memahami bahwa Allah mempunyai rencana yang indah bagi GKJ Kabluk, maka segenap majelis menyatukan tekad untuk terus bersinergi di dalam melayani jemaat demikian juga majelis mempunyai suatu tekad untuk menyatakan bahwa “keutuhan jemaat adalah harga mati” ini adalah sebuah komitmen yang diamini oleh segenap majelis, demikian juga komisi-komisi yang ada. Mulailah pada awal tahun pelayanan 2014 majelis mengadakan kujungan kepada warga setiap Selasa minggu pertama sebelum rapat pleno majelis. Hal ini diharapkan juga memberi hal yang positip bagi jemaat yang saat ini merindukan hadirnya pendeta di tengah-tengah jemaat GJ Kabluk Semarang. Majelis ingin menggali apa-apa yang menjadi keinginan warga bagi pelayanan majelis selama ini dan sekaligus silaturahmi.

 

Di tengah-tengah upaya terus menjaga keutuhan jemaat majelis menjaring keinginan warga jemaat dalam mencari pendeta. Majelis membentuk panitia pemanggilan calon pendeta yang diketuai oleh Dr. Widiyanto, mereka mulai bergerak untuk mencari informasi dari berbagai perguruan tinggi baik Duta Wacana, Satya Wacana dan gereja-gereja yang bisa memberi informasi tersebut.

 

Awal tahun 2014 program itu dilaksanakan, program pemanggilan calon pendeta berjalan melalui masa orientasi dari calon pendeta; Sdri. Dyah Pramesti, Sdr. Nicolaous Satriyo N dan Sdr. Yosua Reza Aji. Harapan kita semua Tuhan yang mempunyai kedaulatan atas gereja kita pasti akan memilih siapa pelayan yang dikehendaki-Nya. Pada akhirnya saat ini Tuhan telah menjawab doa jemaat GKJ Kabluk akan hadirnya seorang pendeta di GKJ Kabuk Semarang atas diri Pdt. Nicolaus Satriyo Nugroho, S.Si yang pada tanggal 19 September 2016 ini ditahbiskan.

 

  1. Pendeta yang melayani (1991 – Sekarang)
  • Drs. Sri Handoko (1991 – 1994)

Melayani sebagi Pendeta Konsulen

  • Efrayim Pangripto Wismono, S.Th, M.Min (1994-2013)

Melayani sebagai Pendeta jemaat Pertama

  • Bowo Ariarso, S.Si (2008-2013)

Melayani sebagai Pendeta jemaat Kedua

  • Bintoro, S.Si (2013-2015)

Melayani sebagai Pendeta Konsulen

  • Anung Trirumantyo, M.Si (2016)

Melayani sebagai Pendeta Konsulen

  • Nicolaus Satriyo Nugroho, S.Si (2016 – sekarang)

Melayani sebagai Pendeta jemaat Ketiga