Info Kontak:

: Jl. Tanjung VI No.4, Karangasem RT.02 RW.13, Laweyan, Surakarta

: –

: –

Pendeta:

Pdt. Batsyeba Dias Prasentina, S.Si

Jadwal Ibadah:

Data Jadwal Ibadah Belum Tersedia

Profil dan Sejarah:

SEJARAH   JEMAAT KRISTEN DI KARANGASEM DAN BERDIRINYA GKJ KARANGASEM:

 

NO TAHUN URAIAN
1 1937-1942

Kegiatan peribadatan warga Kristen di wilayah desa Karangasem dan sekitarnya telah berjalan secara berpindah-pindah dari rumah warga yang satu kerumah warga yang lain dan dibawah pembinaan GKJ Manahan.

2 1950

Telah berdiri Gereja Kristen Kerasulan Sadrah di Kerten.

3 1957

Gereja Kristen Kerasulan Sadrah di Kerten pecah menjadi  dua jemaat,.

Satu kelompok jemaat bertempat di Gereja, dan satu kelompok jemaat yang lain bertempat dirumah Bpk. Pawirorejo.

4

1960

 

Proses pendewasaan Pepantan Kerten menjadi GKJ Kerten. Kegiatan peribadatan warga Kristen Karangasem dan sekitarnya tetap berjalan meskipun tempat beribadahnya berpindah-pindah. Pada tahun 1960 an ada kegiatan berdirinya (proses pendewasaan Pepanthan Kerten), maka kegiatan peribadatan warga Kristen di wilayah desa Karangasem dan sekitarnya diserahkan kepada calon GKJ Kerten.
5

1960

 

Persiapan berdirinya GKJ Kerten, Pembinaan/ pembimbingan kegiatan peribadatan Warga Kristen di wilayah desa Karangasem dan sekitarnya kepada calon jemaat GKJ Kerten.Kegiatan peribadatan berpindah-pindah dari rumah Bp. Sukardi Darmo Suparto pindah ke rumah Bp.Tjitro Suwarna, pindah ke rumah milik nenek Bp. Sri Kuncoro.
6 Akhir Oktober 1961

Jemaat Kristen Kerasulan Sadrah yang bertempat dirumah Bpk. Pawirorejo ini bergabung  ke GKJ Manahan dan menjadi Jemaat GKJ Manahan Pepantan Kerten, yg terdiri dari :

Ø  Brayat Kertorejan  8 Kepala Keluarga berjumlah sekitar 48 jiwa.

Ø  Dua kemenakannya  terdiri dari 2 Kepala Keluarga berjumlah sekitar 17 jiwa.

Dengan jumlah total 10 Kepala Keluarga terdiri dari 65 jiwa.

7 Januari 1964

Tempat kebaktian dipindah ke ruang tunggu Poliklinik dan Rumah Bersalin Panti Waluyo.

8 1965

Karena makin berkembangnya Pepantan Kerten, maka Majelis GKJ Manahan di Pepantan Kerten ditambah menjadi 6 orang.

9 Januari 1966

Pepantan Kerten diberi seorang pembantu Pendeta yaitu Bpk. Suparman, yang ditugasi untuk mempersiapkan pendewasaan Pepantan Kerten menjadi jemaat yang dewasa.

10 Pertengahan 1966

Untuk melayani warga di daerah Pajang, maka dibuka tempat kebaktian di Aula Pamardi Karya.

11 27 Maret 1967 Pendewasaan GKJ Manahan Pepantan Kerten, melalui Kebaktian khusus pendewasaan yang dipimpin oleh Bpk.Pdt.Hadi Sewoyo, dengan nama Gereja Kristen Jawa Kerten dengan pepantannya Pajang dengan 15 orang Majelis.

Setelah Pendewasaan GKJ Kerten, maka pembinaan warga Kristen Karangasem dan sekitarnya dikelompokkan dalam:

ü  Blok Karangasem.

ü  Blok Jajar.

ü  Blok Tunggulsari.

Kegiatan peribadatan warga desa Karangasem dan sekitarnya diserahkan dari GKJ Manahan ke GKJ Kerten. Sejak saat itu, semua persembahan diserahkan dan dikelola oleh GKJ Kerten sebagai gereja induk.
12 Sebelum 1968 Bapak Lurah Karangasem mengusulkan untuk melepas sebagian tanah kas desa untuk kepentingan umum.
13 1970

Pemerintah Kotamadya Surakarta melalui Lurah Karangasem memberikan/menghibahkan tanah seluas +/- 800 M2 tepatnya 768 M2 kepada warga Kristen di Wilayah Kelurahan Karangasem untuk pembangunan sebuah Gereja.

Dengan dihibahkannya tanah tersebut, maka umat Kristen diwilayah Kelurahan Karangasem diwajibkan segera membangun gedung Gereja

14 1970/1971 Dengan biaya dari warga Kristen Karangasem, Dibangun gedung Gereja di Karangasem dengan kondisi sangat sederhana , yg penting dapat dipergunakan untuk tempat peribadatan, walaupun berlantai tanah menggunakan dingklik dsb.
15 1975/1976

Dibangun rumah Pendeta (Pastori), Untuk pembangunan  tersebut dibiayai secara gotong royong dari hasil persembahan seluruh jemaat  GKJ Kerten dan persembahan dari jemaat Pepantan Karangasem serta persembahan dari jemaat Pepantan Sanggrahan.

16 1978/1379

Dilakukan pekerjaan renovasi Pastori (I). Untuk pembangunan  tersebut dibiayai secara gotong royong dari hasil persembahan seluruh jemaat  GKJ Kerten dan persembahan dari jemaat Pepantan Karangasem serta persembahan dari jemaat Pepantan Sanggrahan.

17 1983/1984

Dilakukan renovasi ulang Pastori (II). Untuk pembangunan  tersebut dibiayai secara gotong royong dari hasil persembahan seluruh jemaat  GKJ Kerten dan persembahan dari jemaat Pepantan Karangasem serta persembahan dari jemaat Pepantan Sanggrahan.

18 1993

Tanah di GKJ Karangasem, terbit Setifikat sbb:  Sertfikat atas nama :  GKJ Kerten Status: Hak Guna Bangunan/ HGB no. 11, Th 1993 Luas tanah: 768 M2 GKJ Karangasem,Jl.TanjungVIno.4Karangasem ……………………………  RT  03,RW 03, Laweyan Surakarta

Sertifikat HGB no.11 Th 1993 tersebut atas nama GKJ Kerten, karena yang punya hak dicantumkan di Sertifikat adalah Gereja dewasa  (GKJ Kerten sebagai Gereja Induk ).  GKJ Karangasem belum dewasa saat pengurusan Sertifikat Th 1993, tapi tidak berarti GKJ Kerten yang memiliki tanah tersebut.   Jika GKJ Karangasem dewasa, Sertifikat tanah tersebut dibalik nama menjadi  atas nama GKJ Karangasem.

19 2001

Dilakukan pembangunan Pastori, Untuk pembangunan  tersebut dibiayai secara gotong royong dari hasil persembahan seluruh jemaat  GKJ Kerten dan persembahan dari jemaat Pepantan Karangasem serta persembahan dari jemaat Pepantan Sanggrahan.

20 2004

Dilakukan pembangunan gedung Gereja, Untuk pembangunan  tersebut dibiayai secara gotong royong dari hasil persembahan seluruh jemaat  GKJ Kerten dan persembahan dari jemaat Pepantan Karangasem serta persembahan dari jemaat Pepantan Sanggrahan.

21 1971 Perintisan pembentukan Pepanthan Karangasem dengan kegiatan Kebaktian perdana oleh warga Kristen wilayah Karangasem.
22

1998

 

Perlunya pendewasaan Pepanthan Karangasem yang diusulkan kepada Majelis. Salah seorang anggota Majelis (Bagus Sujadi) mengusulkan program pendewasaan 10 tahun
23

2008

 

Usulan Pendewasaan PepanthanKarangasem oleh Bpk. Sri Kuncoro warga jemaat Karangasem. Program pendewasaan ini dibahas pada Sidang Klasis Boyolali dengan keputusan: Agar rencana pendewasaan pepanthan Karangasem diproses dengan kasih.  Usulan ditanggapi secara positif oleh Majelis GKJ Kerten dengan dasar pertimbangan dan pandangan dari 3 pendeta ( Pdt. Suparman, Pdt. Joko Surodo dan Pdt. Hery Yudha).
24

2012

 

Sidang Klasis GKJ Boyolali di GKJ Simo,  Program pendewasaan pepanthan Karangasem mendapat penegasan/persetujuan klasikal melalui Keputusan Artikel 21:(1). Mendorong Majelis GKJ Kerten untuk “membentuk Pepanthan Karangasem beserta pengurusnya” dalam daur Sidang Klasis BoyolaliV sebagai embrio pendewasaan dan melaporkan pada Sidang Klasis GKJ Boyolali VI. (2). Mendorong Majelis GKJ Kerten untuk meningkatkan pembinaan supaya tercipta suasana kehidupan bergereja yang kondosif, rukun dan damai. (3). Bapelklas Boyolali V sebagai mitra dialog bagi Majelis GKJ Kerten.

25 2013

 Artikel 24:

Pengangkatan Pengurus Pepanthan Karangasem, sebagai subyek Calon_Gereja. Surat Keputusan Majelis GKJ Kerten No. 115/GKJ/A.1/IV/2013, perihal Pengangkatan Pengurus Pepanthan Karangasem. Pengurus Pepanthan Karangasem diberi kewenangan secara penuh, untuk mengelola/mengatur pepanthan Karangasem seagai “Embrio Gereja Dewasa”. Agar kepengurusan Gereja Pepanthan Karangasem bisa berjalan dalam pelayanannya, maka kepengurusan Gereja Pepanthan Karangasem membentuk/menyusun Struktur Organisasi yang sesuai dengan fungsi dan tugasnya secara sistematis. Setelah berjalan 3 tahun pelayanan,maka pengurus pepanthan mengajukan kesiapan pendewasaan kepada Majelis GKJ Kerten, untuk diresmikan sebagai Gereja Dewasa.

26

2017

 

Surat Keputusan Majelis GKJ Kerten   No. 001/GKJ .Krt/SK/I2017,   tanggal 23 Januari 2017   tentang:   Persetujuan Pendewasaan Pepanthan Karangasem menjadi  GKJ Karangasem Surakarta.

27

2017

 

Hari Minggu, tanggal 22 Januari 2017, Pendewasaan GKJ Karangasem, dengan Kebaktian Pendewasaan yang dipimpin oleh Bp. Pdt. Yonathan Budi Santosa, STh.,SH.  denganMajelis pendamping dari GKJ Kerten:

a)      Bp. Sulistya Adi SH

b)     Bp. Suwandi Atmojo

c)      Bp. Sri Utomo

d)     Bp. Jarot Indarto

e)      Bp. Budiharjo. SE

f)       Bp. Sutardi

g)      Bp. Satrio Budi Susilo.

Diikuti seluruh warga Jemaat GKJ Karangasem,                                                         yang dihadiri oleh:                                                                                                                                        

1. Walikota Surakarta Bp. FX. Hadi Rudiatmo,2. Ketum Bapelsin GKJ, 3. Bapelklas Boyolali,  4. BAGKS, 5. GKJ Kerten, 6. GKJ Tetangga, 7. Muspika Kecamatan Laweyan. 8. Tamu undangan lainnya. Dalam Kebaktian Pendewasaan tersebut juga diadakan Peneguhan 15 orang anggota Majelis GKJ Karangasem. Selesai Kebaktian Pendewasaan,  dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari: 1. Ketua Majelis GKJ Kerten, Bp. Drs. Agus Supriyanto, Akt

2.Ketua Bapelklas Boyolali, Bp. Pdt. Jaryono SSi

3.Ketua Umum Sinide GKJ, Bp. Pdt. Simon Yulianto, STh

4. Ketua BAGKS, Bpk. Pdt. Victor Panjaitan

5. Walikota Surakarta, Bp. FX. Hadi Rudiyatmo

Sambutan-sambutan tersebut pada intinya mengucapkan Selamat atas Pendewasaan GKJ Karangasem.                                                                           Acara ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Bp. Pdt.(Emiritus) Suparman PA

 

Link Update Pembaharuan