Info Kontak:

: Jl. Raya Kranggan, Kranggan, Temanggung 56271

: 0293 5509533

: –

Pendeta:

  • Pdt. Rekno Wibowo S.Si.

Jadwal Ibadah:

Data Jadwal Ibadah Belum Tersedia

Profil dan Sejarah:

GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)  KRANGGAN

Latar Belakang Sejarah Gereja Kristen Jawa (GKJ)

Gereja Kristen Jawa adalah buah pekabaran Injil yang ditebarkan di tanah Jawa pada umumnya dan Jawa Tengah khususnya yang tumbuh dan perkembangannya melalui aneka latar belakang serta banyak mengalami tantangan dan pergumulan sebagaimana yang dialami tumbuh berkembangnya gereja mula-mula.

Keberadaan Gereja (GKJ) adalah merupakan buah pekerjaan Zending, dimana dalam pekabarannya antara lain dengan mendirikan sekolah sekolah dan rumah sakit. Dari peran sekolah dan rumah sakit tersebut banyak orang yang terpanggil menganut agama Kristen.

Gereja Kristen Jawa yang merupakan hasil pekabaran Injil Gereja Gereja Gereformeerd . Ajaran dan organisasi ditata menurut pola dan keyakinan Gereformeerd di Belanda maka dari pada itu Gereja Kristen Jawa tahap awal menjadi anak gereja yang menginduk pada gereja Gereformeerd.

Pada perkembangannya Gereja Kristen Jawa  menjadi sebuah gereja yang  mandiri dan dewasa, sehingga tumbuhlah Gereja Gereja Jawa dengan munculnya Pepanthan –Pepanthan baru yang pada gilirannya menjadi gereja dewasa yang mampu untuk mengurusi dan mengatur segala kebutuhan hidup gereja pada saat ini secara mandiri dengan demikian lepas dari tradisi Geeformeerd di Belanda.

Sejarah Berdirinya Gereja Kristen Jawa (GKJ)

Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kranggan Temanggung disebut Gereja yang masih tumbuh-berkembang dan kini berusia + 20 tahun sejak didewasakan pada tanggal 11 Nopember 1995, untuk menjadi Gereja yang Dewasa  tentu saja setelah melalui pergumulan yang cukup lama, dengan proses yang harus ditempuh, guna memenuhi ketentuan / peraturan Gereja yang ada antara lain Tata gereja, persidangan tingkat majelis, klasikal dan sinodal.

Semula dari Gereja – Gereja yang berhimpun menjadi GKJ Kranggan ini adalah merupakan pepanthan dari GKJ Temanggung, tepatnya gereja-gereja  pepanthan yang terletak di sebelah selatan dan timur dari sungai Progo antara lain pepanthan Kranggan, Klowok, Ploso dan Pingit dan pada waktu itu terkenal dengan sebutan GKJ Wilayah II. Kelembagaan GKJ Kranggan ini dibangun atas adasar kebersamaan saling senasib sepenanggungan serta mempunyai visi dan misi  yang sama dalam rangka mewujudkan Gereja yang mandiri untuk dapat mengurus rumah tangganya sendiri.

Dari kebersamaan yang telah terjalin tersebut maka ada kesepakatan bersama guna mewujudkan GKJ Kranggan dimana Kranggan sebagai Induk dan Klowok, Ploso serta Pingit sebagai pepanthan. Penunjukkan Kranggan sebagai Induk ini atas dasar pertimbangan yang mendasar ialah berdasarkan kekuatan jemaat yang ada di Kranggan, disamping faktor lain ialah kemudahan arus surat menyurat, transportasi , komunikasi dan lain sebagainya didukung pula mengingat GKJ Induk Kranggan terletak di Ibukota kecamatan Kranggan yang telah dilengkapi dengan kantor-kantor pelayanan masyarakat, sarana pendidikan, sub terminal , pasar dan lain sebagainya.

Terwujudnya pendewasaan GKJ Kranggan ini tidak terlepas dari peran aktif Bp.  Pdt. Is Subari yang didukung oleh Bp. Pdt. R. Sumitro Sulistyohadi Ketua Majelis GKJ Temanggung.  Beliau pada waktu itu adalah Pendeta GKJ Temanggung yang masih muda dan mempunyai wawasan luas ialah perlunya pembiakan GKJ Temanggung Wilayah II (pepanthan Kranggan, Klowok, Ploso dan Pingit) menjadi Gereja yang dewasa untuk dapat mengatur rumah tangganya sendiri. Hal ini mengingat pada waktu GKJ Temanggung yang warganya tersebar di beberapa Kecamatan meliputi Kecamatan Temanggung, Kedu, Kaloran, Kranggan dan Pringsurat sangat memerlukan pelayanan yang tapis dan merata. Wawasan yang positif dan sejalan dengan cita-cita warga jemaat GKJ Temanggung wilayah II tersebut mendapat persetujuan Majelis GKJ Temanggung yang berdasarkan Surat Keputusan dari Majelis GKJ Temanggung Nomer : 254/Okt/Tmg/XI/1995, tanggal, 11 Nopember 1995 maka statusnya berubah menjadi Gereja yang dewasa dan mandiri ditengarai dengan penandatanganan Prasasti oleh Bp. Drs. Sardjono, SH, CN, Bupati Temanggung. Hadir pada peneguhan Pendewasaan GKJ Kranggan utusan dari Sinode, gereja se klasis Kedu, Komisi Jemaat , BKS Kabupaten Temanggung, Pejabat tingkat Kabupaten, Kecamatan dan unsur Desa. Pada waktu pendewasaan GKJ Kranggan belum mempunyai pendeta sendiri.

Dalam persidangan Klasis Kedu ke 34 di GKJ Parakan pada tanggal 16 Pebruari 1996 ditetapkan Bp. Pdt. Pujo Kristanto , Sth dari GKJ  Secang sebagai Pendeta Konsulen di GKJ guna melayani warga jemaat sebelum mempunyai pendeta sendiri. Pada waktu era perkembangan GKJ Kranggan ada suatu peristiwa yang perlu dicatat pula dalam sejarah gereja, peristiwa tersebut ialah dengan diselenggarakannya Paskah Adiyuswa yang pertama yang bertempat di GKJ Kranggan Pepanthan klowok pada tanggal 5 April 1996.

Sejarah berdirinya GKJ                                                                                                         3                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           

Paskah Adiyuswo ini diselenggarakan atas prakarsa Bp. Sumbada bekerja sama dengan Penerbit/Yayasan Mitra Kencana Salatiga dimana kepanitiaan inti terdiri dari warga jemaat GKJ Kranggan, Temanggung, Salatiga, Magelang. Adapun yang hadir dalam Paskah Adiyuswa tersebut kurang lebih 600 orang dari GKJ Kranggan, Temangung, Parakan, Ngadirejo, Jumo, Salatiga, Magelang, Sala, Sukoharjo, Semarang dan lain sebagainya. Dalam Paskah Adiyuswa yang pertama diadakan di Pepanthan Klowok tersebut telah terlantunkan dalam judul lagu : YEN ING KLOWOK ONO PASKAH ADIYUSWA (dengan lirik lagu Yen Ing Tawang Ono Lintang) , lagu ini dinyanyikan oleh Harestu Paramitha, cucu Bp. Sumbada. Memang peran Bp.  Sumbada sangat besar ,memberikan andil dalam pertumbuhan GKJ Kranggan, beliau melayani kotbah dan turut ambil bagian dalam membantu terselenggaranya Peneguhan Pendeta yang pertama GKJ Kranggan.