GKJ Manahan

Info Kontak:

: Jl. MT. Haryono No.10, Manahan, Surakarta 57139

: 0271 717645

: gkj_manahan_surakarta@yahoo.com

: www.gkjmanahan.org

Pendeta:

  • Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th.,MA.
  • Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si
  • Pdt. Samuel Arif Prasetyono, S.Si.
  • Pdt. Widya Notodiryo, S.Th. (Emeritus)

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu 06.30 WIB Induk Bhs. Indonesia KJ,
  2. Minggu 08.30 WIB Induk Bhs. Jawa KPK BMGJ,
  3. Minggu 16.00 WIB Induk Bhs. Jawa KPK BMGJ,
  4. Minggu 18.00 WIB Induk Bhs. Indonesia KJ,
  5. Minggu 06.30 WIB Induk Sekolah Minggu & Balita,
  6. Selasa & Jumat 05.30 WIB Doa Pagi

Profil dan Sejarah:

Pada tanggal 8 Februari 1929 GKJ Manahan didewasakan, yang awalnya merupakan Pepanthan GKJ Margoyudan Surakarta yang berlokasi di Temenggungan Surakarta. Dan pada tanggal 25 Desember 1931 telah memiliki gedung gereja baru yang berlokasi di Manahan yang kemudian diresmikan dalam Kebaktian Natal oleh Ds.Van Eyk, pada waktu sebagai konsulen GKJ Manahan.
Pendeta pertama yang mulai melayani GKJ Manahan adalah Bapak Ds. Atmowidjono bertugas sejak tahun 1936. Pada saat itu jumlah warga hanya 50 orang, dan pada tahun 1942 bersamaan tentara Jepang datang menduduki Indonesia, jumlah warga berkembang mencapai 239 orang. Sedangkan Daerah pelayanan GKJ Manahan saat itu meliputi Kota Sala bagian barat, Kartasura, Pengging, Blulukan, Plaur, Karanggede.

Tetapi masa pendudukan Jepang itu merupakan lembaran hitam bagi GKJ Manahan dan gereja lain pada umumnya, karena saat itu Jepang menganggap bahwa Agama Kristen adalah milik Belanda yang datang dari Barat. Segala sesuatu yang datang dari Barat dilarang, tidak boleh dilakukan di Indonesia. Sehingga gedung gereja GKJ Manahan saat itu ditutup dan disegel oleh pemerintah penduduk Jepang.

Dalam suasana yang mencekam, jemaat tetap mengadakan kebaktian secara diam diam di gereja lewat pintu belakang, atau di rumah salah seorang warga. Waktu itu Bapak Ds. Atmowidjono meminta kepada tentara pendudukan Jepang untuk membuka segel pintu gereja, ternyata malah ditahan. Kita bersyukur yang akhimya dapat dilepaskan kembali.

Kemudian Tuhan berkenan memberikan berkatNya, dengan perantaraan seorang ahli hukum warga jemaat GKJ Manahan yaitu Mr. Soewidji, beliau dapat menunjukkan Piagam Pemerintah Jepang yang memberi perlindungan kepada umat Kristen di Jawa. Oleh karena itu gedung gereja termasuk gerejagereja se kota Sala, dapat mengadakan kebaktian lagi seperti sediakala, meskipun rasa takut dan cemas belum hilang .

Pada tanggal 9 Juli 1945 Bapak Ds. Atmowidjono dipanggil menghadap Tuhan, Bapa di Sorga. Kemudian diganti Pendeta kedua yaitu Bapak Pdt RM. S. Purwowidagdo.

Pada tahun 1949 Klasis Surakarta, mengangkat Bapak Pendeta RM. S. Purwowidagdo sebagai Pendeta Utusan Klasis Kartasura, sehingga pelayanan di GKJ Manahan dilaksanakan oleh seorang guru Injil, Bp. RN. Padmowijono. Baru pada tahun 1951 memanggil seorang Pendeta ketiga yaitu Bapak Pdt .S. Hadisewojo.

Mulai saat itu pelayanan GKJ Manahan semakin baik dalam pelayanannya. Yang akhirnya pada tanggal 27 Maret 1967 dapat mendewasakan Pepanthan Kerten menjadi GKJ Kerten, yang dilayani oleh Bp. Pdt. Suparman Purwoko Adisudarmo, yang ditahbiskan pada tanggal 27 September 1968.

Pepanthanpepanthan ( Blulukan, Klodran, Tohudan, Sumber ) mulai berkembang. Semula baru ada Pepanthan Blulukan yang diasuh oleh Guru Injil, yang dilayani oleh 4 orang majelis.

Kemudian pada tanggal 8 Januari 1966 lahir Pepanthan Klodran, dan sudah mempunyai gedung gereja sendiri dan pada tanggal 25 Desember 1976 saat itu dilayani oleh 7 orang majelis.

Pepanthan Tohudan sebenarnya lahir embrionya tahun 1953, mempunyai tempat ibadah sendiri pada tahun 1977 dan diasuh oleh 4 orang majelis. Kemudian diresmikan pada tanggal 25 Desember 1969 oleh Bp. Pdt. S. Hadisewojo.
Pepanthan Sumber merupakan pepanthan terakhir dari 4 pepanthan yang ada di GKJ Manahan. Diresmikan pada tanggal 31 Desember 1990 oleh Bp. Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta, yang dilayani oleh 12 orang majelis.
Semakin berkembangnya warga jemaat di GKJ Manahan maka dirasakan perlu menambah pendeta maka memanggil pendeta baru. Pada tanggal 29 April 1971 ditahbiskanlah Pendeta yang keempat, Bp. Pdt Bambang Brotosudjaly, S.Th. Sejak saat itulah ada 2 orang Pamulang yang melayani jemaat GKJ Manahan

Pada tahun 1983 Bp. Pdt. S. Hadisewojo mulai masuk masa emiritus, maka diadakan persiapan untuk memanggil seorang pendeta baru. Pada tanggal18 Januari 1985 menahbiskan Pendeta kelima Bp. Pdt. Widya Notodiryo, S.Th.
Dengan berkembangnya warga jemaat, timbul pemikiran perlunya pengembangan sarana fisik, yaitu perluasan gedung gereja agar dapat menampung jemaat yang kebaktian lebih banyak.

Pada tanggal 13 April 1986 dimulailah pembangunan Gedung Serba Guna GKJ Manahan, gedung ini berlantai dua, lantai I digunakan untuk pertemuanpertemuan dan rapatrapat yang dapat menampung 250 orang, dan direncanakan untuk menampung kebaktian, sementara gedung gereja sedang dalam revitalisasi. Lantai II untuk kantor gereja, kantor Klasis Kartasura dan ruang perpustakaan.

Pembangunan Gedung Serba Guna yang direncanakan selesai selama 2 tahun, atas berkat Tuhan Yang Maha Kasih ternyata 4 bulan lebih awal sudah selesai, yaitu pada bulan Desember 1987.

Pada tanggal 21 Mei 1993 dilakukan peletakan batu pertama revitalisasi gedung Gereja Manahan. Dengan revitalisasi daya tampung gerejagereja akan meningkat yang semula 500 orang menjadi 1.200 orang.

Akhimya atas berkat dan karunia Tuhan Purna Pugar Gedung Gereja dan dapat diresmikan pada hari Selasa Kliwon, 29 Maret 1994, yang dihadiri oleh Bp. Mayor Jendral Pol. Drs. A.A. Soegijo Kapolda Jateng/DIY; Bp. H.R. Hartomo, Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta; Para pejabat Sipil dan Militer di Surakarta; Para wakil jemaat dari gerejagereja tetangga dan seluruh warga jemaat GKJ Manahan.

Pada tanggal 15 September 2002, Pendeta GKJ Manahan yang keempat dipanggil Tuhan. Duka menyelimuti jemaat GKJ Manahan sejak Pdt. Bambang Brotosudjaly, S.Th. meninggal dunia, jemaat GKJ Manahan mulai merasakan kebutuhan akan seorang Pendeta. Maka proses pemanggilan Pendetapun dirintis lagi.

Setelah melalui proses pemanggilan pada tanggal 30 Maret 2005, GKJ Manahan meneguhkan seorang Pendeta keenam yaitu Pdt Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th yang sebelumnya sudah melayani 12 tahun di GKJ Kutoarjo, Purworejo.
Mengingat perkembangan jumlah jemaat GKJ Manahan semakin pesat dan kompleksitas pelayanan, maka dirasa perlu untuk menambah pendeta. Kemudian setelah melalui proses pemanggilan sejak tahun 2007, maka pada saat ini tanggal 10 Pebruari 2010 di tahbiskan Pendeta yang ketujuh yaitu Bapak Pendeta Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si.

Pada saat ini namanama Pendeta yang melayani di GKJ Manahan adalah :
Pendeta I : Pdt. Widya Notodiryo, S.Th
Pendeta II : Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th
Pendeta III : Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si

Jumlah Majelis yang bertugas pada tahun 2010 ada : 81 orang
Jumlah Warga ada : 2.809 orang

Susunan Struktur Organisasi sebagai berikut :
Bidang – bidang:
 Bidang Ibadah
a. Sub Bidang Peribadatan
b. Sub Bidang Katekese
c. Sub Bidang Persekutuan Doa
d. Komisi Liturgi

 Bidang Kesaksian dan Pelayanan
a. Komisi Kesejahteraan Warga Gereja.
b. Komisi Perkunjungan
c. Komisi Pemberdayaan Ekonomi Warga Gereja.
d. Komisi Hub. Lokal, Regional Nasional dan Internasional.
e. Komisi Seni dan Budaya
f. Komisi Wekasan
g. Komisi Taman Kanakkanak

 Bidang Pembinaan Warga Gereja
a. Komisi Anak
b. Komisi Remaja
c. Komisi Pemuda
d. Komisi Warga Dewasa
e. Komisi Adiyuswa
f. Komisi Pengkaderan dan Pengembangan.
g. Kebersamaan Majelis

 Bidang Penatalayanan
a. Sub Bidang Keuangan
b. Sub Bidang Personalia
c. Sub Bidang Sarana Prasarana

 Bidang Perencanaan dan Laporan
a. Sub Bidang Perencanaan
b. Sub Bidang Laporan.