GKJ Medari

Info Kontak:

: Gg. Cendrawasih No.1, RT.14 RW.30, Murangan VIII, Triharjo, Sleman

: 0274 868331

: gkjmedari.medari@gmail.com

Pendeta:

  • Pdt. Eko Iswanto, S.Si.
  • Pdt. Em. Sutikno (Emeritus)

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.30
  2. Minggu, Pk. 08.30
  3. Minggu, Pk. 08.00
  4. Minggu, Pk. 07.30

Profil dan Sejarah:

Pada mulanya pabrik gula di Medari mempunyai poliklinik untuk kesehatan karyawan pabrik. Karena pabrik tak bisa mengelola maka kurang lebih pada tahun 1914 poliklinik tersebut diserahkan kepada Petronela Hospital atau Rumah Sakit Betesda sekarang.

Tahun 1915 dikelola oleh Petronela Hospital dibawah pimpinan Dokter YP. Frais (Sepuh). Pada waktu itu yang mengepalai poliklinik adalah Mantri Yakobus (mertua Bp. Yohanes). Karena tiap 4 sampai 5 tahun sekali ada pergantian personil/pimpinan, kirakira tahun 1924 dipegang oleh Mantri R. Alib Wiryo Sudjono sampai tahun 1933 (Ayah Bp. Asmo Pratiknyo warga GKJ Gondokusuman). Poliklinik yang kemudian berkembang menjadi Rumah Sakit itu, pada tahun 1950an diambil alih oleh pemerintah dan kini menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman.

Setiap hari Senin sebelum mulai bekerja diadakan renungan, yang lamakelamaan menjadi sebuah kebaktian kecil. Karena dirasakan kurang pas apabila menempati ruangan poliklinik sebagai tempat kebaktian, kebaktian kemudian dipindahkan ke rumah Bp. Sodikromo (Ayah bapak Surahyo Martosuwito). Adapun keluarga yang ikut dalam kebaktian pada waktu itu antara lain keluarga Bp. Sodikromo, Bp. Kariyo dan Bp. Sastro asal Terwilen. Pendukung berkembangnya renungan kebaktian Bp. Aryo sebagai Kolportir (Penjual bukubuku rohani), Bp. Aryo ayahnya Bp. Slamet (Kakek Bp. Sem Sihadi).

Tahun 1924/1925 Guru Injil pertama Bp. Purwosuhadi dari GKJ Gondokusuman lulusan Pendidikan Kursus oleh Pendeta Baker (Sepuh) dan pendeta Dokter Apos. Pada tahun kurang lebih 1929 pada waktu itu pimpinan poliklinik Mantri Sapon dan Guru Injil Bp. Purwosuhadi pindah ke Gereja Patalan diganti guru injil Bp. Martomo Eliada (Guru Injil lulusan Teologi pertama). Warga bertambah lagi dari Pangukan, Beran termasuk Mbah Moro dan Bp. Sedyosuwito. Bangunan permanen Gereja dibangun kurang lebih 1930 mengganti bangunan dari gedek.

Pendukung berkembangnya gereja: Yan Klerek Yoram (karyawan pabrik gula Medari) putera pertama Bp. Yoram.

Pada waktu pimpinan poliklinik Mantri Reksopurnomo mulai ada Majelis Gereja yang diteguhkan pada tanggal 6 Oktober 1935. Tanggal ini menjadi hari Ulang Tahun GKJ Medari.

Pada tahun 1954 GKJ Medari memanggil Pendeta Praptosiswoyo sampai tahun 1961 karena beliau dipanggil negara menjadi pendeta militer di Cimahi. Selanjutnya Gereja Medari memanggil pendeta Konsulen yaitu Pendeta Hadiwidjojo dan Pendeta Sutrisno Laban.

Pada tanggal 20 Juni 1967 GKJ Medari memanggil pendeta/pentahbisan Pendeta yang kedua yaitu Pdt. Sutikno. Beliau melayani sampai masa emiritus pada tanggal 31 Desember 2001, kemudian diteruskan oleh Pdt. Firdaus Tjahjanto Kurniawan, S.Si. yang ditahbiskan pada hari yang sama.