GKJ Mergangsan

Info Kontak:

: Jl. Taman Siswa No.166, Yogyakarta 55151

: 0274 375651

: warta_gkjm@yahoo.co.id

Pendeta:

  • Pdt. Wibowo, S.Si.; Pdt. Hendro Kurniawan, S.Si.
  • Pdt. Em.Bambang Sumbodo, S.Th.,M.Min.
  • Pdt. Em. Christian Soetopo, DPS.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.30
  2. Minggu, Pk. 08.30
  3. Minggu, Pk. 16.00
  4. Minggu, Pk. 18.00

Profil dan Sejarah:

Kira-kira pada tahun 1895 di Kampung Tungkak. Letaknya + 250 m dari Pasamuwan Tungkak sekarang terdapat tempat bekas Rumah Miskin yang didirikan oleh Pemerintah Kasultanan Yogyakarta dan diurus oleh Tn. Pieters. Pada mulanya Gereja Kristen Djawa (GKD) Mergangsan yang dahulu bernama Pasamuwan Tungkak, terdiri hanya tidak lebih dari 10 orang Kristen yang berasal dari pasien Poliklinik di Tungkak Lowano (Yogyakarta bagian selatan). Pada tahun 1901 Sri Sultan Hamengkoeboewono berkenan menyerahkan sebidang tanah untuk orang sakit sarat milik Kesultanan yang terletak di Kampung Tungkak kepada Zending. dr. Jan Gerrit Scheurer dan DS. Cornelius Zwaan atas nama Zending menerima pemberian Sultan Yogyakarta dengan senang hati. Verpleger Sambija ditempatkan di Rumah Sakit Tungkak.

Gedung Poliklinik tersebut disediakan oleh Pemerintah Yogyakarta, sedang pelaksanaan oleh Petronela Hospital (sekarang RS Bethesda). Kelompok orangorang Kristen tersebut di bawah asuhan GKJ Gondokusuman, sedang Bp. M. Kalam Efrayim Guru Sekolah Rakyat Zending di Lowano (tahun 1902) ditugaskan untuk berkhotbah setiap mereka berjemaat pada setiap hari Minggu di ruang Poliklinik.

Jalannya perkembangan jemaat Tuhan disini makin lama makin bertambah kemajuannya hingga pada awal tahun 1925 jumlah anggota pasamuwan mencapai 50 orang terdiri dari 12 keluarga. Sejak pada waktu pasamuwan di sini mempunyai majelis gereja tepatnya pada tanggal 15 Maret 1925 yang dipimpin oleh DS. A. Pos. Setelah Tahun 1929 pasamuwan baru mulai memperhatikan tempat kebaktian dan merencanakan berdirinya gedung gereja lagi. Yang akhirnya karena berkat Tuhan yang diberikan kepada Pasamuwan Tungkak di dalam tahun yang berjalan itu Pasamuwan Tungkak dapat mendirikan gedung gereja di wilayah Mergangsan yang dibuka pada tanggal 16 juli 1930. Di atas mimbar bertuliskan ayat Kitab Suci ditulis dengan huruf Jawa yang diambil dari Injil Yokhanan 14 : 6 : “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku “. Dalam Bahasa Jawa ; “ Aku iki dalane sarta jatine kayekten lan kauripan, ora ana wong sijisijia kang bisa sowan marang Sang Rama menawa ora metu ing Aku “.

Bp. M. Kalam Efrayim pindah ke Pasamuwan Wates, Kulonprogo digantikan oleh Bp. Setodihardjo yang Guru Sekolah Zending pula, kemudian digantikan oleh seorang Guru Injil yaitu Bp. Darmomartana pada tahun 1930. Pada waktu itu orangorang Kristen sudah begitu banyak, dan atas bantuan sanasini dapat memiliki gedung Gereja beserta tanahnya terletak di kampung Mergangsan Kidul. Pasamuwan Tungkak digantikan dengan nama Gereja Kristen Jawa Mergangsan pada 28 Juli 1952, disesuaikan dengan letak Gedung Gereja yang di wilayah Kemantren (Kecamatan) Mergangsan.

Setelah Bapak Guru Injil wafat, maka tidak lama kemudian memanggil Pendeta pertama, yaitu Bp. Sangidja Dwidjaasmara. Setelah Bp. Pdt. Sangidja Dwidjaasmara pindah ke Purwokerto, lebih kurang empat tahun kemudian memanggil Bp. M. Prawirohatmodjo menjadi Pendeta yang kedua.

Sedang setelah Pendeta M. Prawirohatmodjo emiritus tahun 1980, dipanggillah Bp. Bambang Sumbodo, Sth menjadi Pendeta yang ketiga sampai sekarang. Dalam kurun waktu + 82 tahun (1925 – 2007) anggota GKJ Mergangsan semula 50 orang, sekarang (akhir tahun 2006) menjadi 2.273 orang. Hingga tiap tahun pukul ratanya 2.273 : 82 = 27 orang. Belum termasuk Pepanthan Kotagede yang sekarang menjadi GKJ Kotagede.

Pada tahun 2007, GKJ Mergangsan saat ini masih dalam proses Pemanggilan Calon Pendeta yang ke IV. Mohon dukungan doa dari semua warga jemaat, kiranya dapat berjalan dengan lancar. Sampai di usianya yang ke82 tahun ini (1925 – 2007), masih banyak hal yang perlu kita renungkan, sejauh manakah pelayanan kita untuk kemuliaan Tuhan bagi jemaatnya di GKJ Mergangsan ini. Sudahkah kita berikan yang terbaik kepada Yesus Kristus Tuhan kita?

Demikianlah karya besar Raja Gereja atas diri GKJ Mergangsan yang telah berfirman : ”Memang biji (sesawi) itu paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, biji sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burungburung di udara datang bersarang pada cabangnya.” (Matius 13 : 32).