GKJ Ngaringan

Info Kontak:

: Jl. Raya Blora No.24, Ngaringan, Grobogan 58193

: –

: utomodigdo@gmail.com

Pendeta:

  • Pdt. Digdo Putro Utomo, S.Si.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 07.00
  2. Minggu, Pk. 09.00
  3. Minggu, Pk. 09.30
  4. Minggu, Pk. 10.00

Profil dan Sejarah:

GKJ Ngaringan dalam ikatan kebersamaan dengan gereja gereja GKJ dalam lingkup klasis GKJ Purwodadi, adapun cakupan wilayah pelayanannya meliputi 5 tempat ibadah, semua dalam lingkup kecamatan Ngaringan kabupaten Grobogan. Tetapi ada juga, sebagian warga gereja yang masuk wilayah kabupaten Blora, tepatnya masuk wilayah kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Ke 5 tempat ibadah yang tersebar dalam lingkup wilayah kecamatan Ngaringan, diantaranya :

1. GKJ Ngaringan di Kedungkendil
Gereja Kedungkendil terletak di dusun Kedungkendil, arah jalan raya Purwodadi Blora, pada Km. 32, dusun Kedungkendil masuk wilayah desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan. Keberadaan gereja di Kedungkendil merupakan cikal bakal adanya dan tumbuhnya jemaatjemaat di Kecamatan Ngaringan.
2. GKJ Ngaringan di Tanjungharjo
Keberadaan gereja Tanjungharjo, terJetak di jantung kota KecamatanNgaringan, atau arah barat kota Kecamatan Ngaringan, atau arah timur kurang lebih 3 Km. dari Kedungkendil.
3. GKJ Ngaringan di Sumberagung
Keberadaan gereja Sumberagung, terletak dulunya dekat dengan daerah hutan jati yang sekarang sudah beralih menjadi lahan garapan rakyat. Dari Kedungkendil kurang lebih 9 Km ke arah utara, atau arah utara dari Tanjungharjo kurang lebih jaraknya 7 Km.
4. GKJ Ngaringan di Sendangrejo
Keberadaan gereja Sendangrejo, terletak di barat daya dari Kedungkendil, kurang lebih jaraknya 6 km.
5. GKJ Ngaringan di Dorosemi
Keberadaan gereja Dorosemi, terletak disebelah utara Tanjungharjo, kurang lebih 4 Km kearah Sumberagung.

Letak geografis GKJ Ngaringan sebagian besar terletak di dataran rendah daerah persawahan tadah hujan, dan juga lahan tandus. Sebagian besar warga gereja bermata pencaharian dari hasil pertanian, baik sebagian kecil pemilik lahan garapan maupun sebagaian besar sebagai buruh tani atau penggarap lahan pertanian

Sistem pemerintahan gerejawi
GKJ Ngaringan dalam menghayati sistem pemerintahan gerejawinya dalam sejarah keberadaan gereja di GKJ Ngaringan, sejak awal tidak menggunakan istilah induk dan pepanthan. Akan tetapi pemahamannya atau penghayatannya yaitu 5 gereja yang ada di masingmasing tempat dalam lingkup wilayah Ngaringan mengikatkan diri dalam payung kebersamaan GKJ NGARINGAN. Artinya bahwa masingmasing tempat atau wilayah pelayanan tadi rnernpunyai keleluasaan untuk rnengorganisasi dan rnenata diri, tetapi dalarn ikatan kebersamaan tetap juga rnenjunjung tinggi kebersamaan tersebut. Pada hakekatnya ada keseimbangan antara aras lokal masing rnasing gereja tempat ibadah dengan yang sifatnya untuk kebersamaan GKJ Ngaringan. Hal tersebut juga tercermin dengan istilah penyebutan namanya, misalnya: GKJ Ngaringan di Kedungkendil, GKJ Ngaringan di Tanjungharjo, GKJ Ngaringan di Surnberagung, GKJ Ngaringan di Sendangrejo, GKJ Ngaringan di Dorosemi.