GKJ Nguter

Info Kontak:

: Jl. Raya Nguter No.7, RT.01 RW.IV, Nguter, Sukoharjo 57571

: 0271 6594368

: gkjnguter@yahoo.co.id

Pendeta:

  • Pdt. Reny Woro Sulistyo, S.Si

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 07.00
  2. Minggu, Pk. 16.00
  3. Minggu, Pk. 09.00
  4. Minggu, Pk. 10.00

Profil dan Sejarah:

A. Awal pertumbuhannya dimulai dari Gereja Kristen Jawa Begajah. Benihbenih itu menyebar ke Utara dan ke Selatan. Di Utara benih itu tumbuh menjadi Gereja Kristen Jawa Sukoharjo, sedangkan di Selatan benih itu tumbuh sebagai Gereja Kristen Jawa Nguter. Di Selatan benih itu tumbuh oleh pemeliharaan Tuhan melalui hambahamba Tuhan yang terpanggil untuk merawatnya.

B. Hambahamba Tuhan tersebut layak untuk kita dokumentasikan sebagai kenangan yang berharga kelak untuk penyusunan SEJARAH GEREJA.

C. Awal berdirinya ditandai dengan sebuah Kebaktian Istimewa berdirinya sebuah gereja yang diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 25 bulan Juni tahun 2008. Kebaktian dipimpin oleh Pendeta Emiritus Thomas Sukamsi, S.Th.

D. Sebelum memiliki tempat Ibadah secara permanen, awalnya menggunakan rumah pemukiman sebagai tempat Ibadah, yaitu :
1. Rumah Keluarga Bp. Dharmo Samingun
Setelah berkat Tuhan dinyatakan sehingga Jemaat mampu membangun sebuah tempat Ibadah di atas tanah Kas Desa Nguter yang berdasarkan Rembug Desa.
2. Rumah Keluarga Bp. Amat dipergunakan sebagai tempat Ibadah setelah tempat Ibadah yang dibangun di atas tanah kas Desa, direnovasi pada tanggal 1 bulan Juli tahun 2006.

E. Kemurahan Tuhan yang tidak pernah berakhir, luas tanah gereja bertambah 300 M2 ke sebelah barat gereja dengan cara membeli bersamasama seluruh Jemaat. Melalui satu keluarga, Tuhan pakai untuk mengembangkan luas tempat Ibadah sesuai dengan tanah yang dimiliki. Adapun biaya pengembangan menghabiskan dana sebesar 750 juta. (Hasil persembahan dari satu keluarga)

F. Kemudian satu keluarga lagi dipakai Tuhan, untuk menambah luas tanah Gereja ke belakang seluas 300 M2 dengan cara dibeli dan dipersembahkan untuk gereja. Sehingga sampai sekarang seluruh luas tanah gereja menjadi 1000 M2 terdiri dari 2 sertifikat dan 1 leter D.

G. PROSES PEMANGGILAN DAN PENDEWASAAN GEREJA
1. Berangkat dari sebuah wacana yang digulirkan melalui Visitator Klasis Wonogiri XX bersamaan dengan sidang Majelis Regulair Gereja Kristen Jawa Sukoharjo pada hari Jumat tanggal 28 bulan Juni tahun 2002 tentang kemungkinan Gereja Kristen Jawa Sukoharjo Wilayah Selatan yang meliputi : Pepanthan Nguter, Begajah, Jangglengan dan Serut untuk menjadi gereja Dewasa.

2. Kemudian dari sebuah wacana tersebut berkembang menjadi pergumulan bagi GerejaGereja Kristen Jawa Sukohaljo untuk wilayah Selatan. Hasil pergumulan tersebut disimpulkan menjadi sebuah tekad untuk dilaporkan sebagai bahan persidangan Majelis Gereja Kristen Jawa Sukoharjo. Sidang Majelis Regulair Jumat, 12 Juli 2002 diputuskan :
a. Penjemaatan
b. Menentukan langkahlangkah

3. Respon positif dari hasil Persidangan Regulair Majelis Gereja Kristen Jawa Sukoharjo akhirnya ditindaklanjuti untuk membentuk kepanitiaan dengan konsep Pendewasaan Gereja Kristen Jawa Sukoharjo Wilayah Selatan yang meliputi Pepanthan Nguter, Begajah, Jangglengan dan Serut, adapun Pepanthan Nguter kelak sebagai Induknya. Tindak lanjut tersebut diteruskan oleh panitia untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Konsep Pendewasaan tersebut diputuskan berdasarkan keputusan Sidang Majelis Regulair GKJ Sukoharjo. Pendampingan diberikan oleh Majelis GKJ Sukoharjo, pembinaan secara periodik terjadwal baik berupa theology dan Organisasi melalui Bp. Pdt. Em. Thomas Sukamsi, S.Th dan Bp. Pdt. Idi Bangun Mulyono, S.Si.
Caracara Gerejawi berdasarkan Tata Gereja diusahakan untuk kemudian diangkat sebagai bahan Sidang Klasis Regulair, Klasis Sukoharjo I setelah memisahkan diri dari Klasis Wonogiri.

4. Seiring dengan berjalannya waktu, calon Gereja Dewasa, berkat campur tangan Tuhan menemukan dirinya, mengubah Konsep Dewasa menjadi Pemanggilan Calon Pendeta baru kemudian Dewasa. Perubahan Konsep tersebut dipercakapkan dalam Forum Sidang Regulair Majelis GKJ Sukoharjo. Dari Percakapan tersebut menghasilkan sebuah keputusan dengan perubahan konsep Dewasa menjadi Pemanggilan Calon Pendeta. Keputusan Konsep Pemanggilan Calon Pendeta tertuang pada Surat Keputusan Sidang Majelis Regulair GKJ Sukoharjo. Kemudian dibentuk kepanitiaan yang baru pada tanggal 21 Juni tahun 2004 yaitu: PANITIA PEMANGGILAN CALON PENDETA DAN PENDEWASAAN GKJ SUKOHARJO WILAYAH SELATAN.

5. Konsep Pemanggilan Calon Pendeta diangkat sebagai usulan bahan Sidang Regulair Klasis Sukoharjo I. Yang kemudian disahkan dengan Akte Sidang Klasis Sukoharjo I No. 21. Ditunjuk sebagai pendamping GKJ Sukoharjo dan dilakukan Visitasi Periodik oleh Visitator Klasis Sukoharjo.