Info Kontak:

: Petoran RT.03 RW.05, Kel. Jebres, Kec. Jebres, Surakarta 57126

: 0271-639937

: gkjpetoransurakarta.yahoo.com; gkjpetoran@gmail.com

Pendeta:

  • Pdt. Justin Niaga Simanjuntak, S.Si.,M.Pd.K.

Jadwal Ibadah:

Minggu, 06.30
Minggu, 16.30

Profil dan Sejarah:

SEJARAH GEREJA KRISTEN JAWA PETORAN

Sejarah Berdirinya Pepanthan Petoran.

Diawali sekitar Tahun 1950 sampai dengan Tahun 1965 , untuk pertama kalinya di kawasan kampong Petoran di selenggarakan Pekabaran Injil berupa sebuah Katekisasi yang di lakukan oleh para Perintis terdahulu , antara lain Bapak Notowardoyo di Rumah Bapak Kertopawiro , Ibu.Wirodarmodjo dan Ibu.Sugimo Purwowidagdo di Rumah Bapak Sarjuningtyas , Bapak.Hadisucipto di Rumah Bapak Sutarmo , Bapak.Drs.Setyomahanani di Rumah Bapak Sriyono dan Ibu.Margohutomo di Rumah Bapak Wiryono.BA.

Ketika para Katakisan mulai di Babtis  , praktis kegiatan katekisasi terjadi kevacuman karena belum ada lagi Katakisan yang dilayani di wilayah petoran , itu berlangsung sampai beberapa bulan berikutnya.

Persekutuan Mula-Mula ( 1967 -1971 )

Sekitar Tahun 1967 sampai dengan Tahun 1971 , kembali mulai dirintis oleh beberapa Jemaat yang ada di wilayah Petoran seperti Bapak.Drs Slamet Suparto ,Bapak Sukardi Hadiwardoyo , Bapak Sumaryo Hendrosiswoyo dan Bapak Sarjuningtyas,BA  menghimpun sebuah kelompok persekutuan yang bertempat di Rumah Bapak Kertopawiro Senen. Kebaktian Persekutuan tersebut di lakukan setiap hari MInggu jam 17.00 WIB sampai dengan Jam 18.00 WIB.Sedangkan anggota persekutuan ada sekitar 7 – 10 jemaat , dan Kebaktian ini di sebut sebagai Kebaktian Persekutuan Mula-mula di wilayah Kampong Petoran.

Bersamaan pada saat itu Gereja Gandekan Solo Timur sudah berstatus Pepanthan GKJ Margoyudan . ada beberapa anggota jemaatnya yang menaruh perhatian dengan berpikiran bahwa perlu di selenggarakan sebuah Kebaktian di kawasan kampong Petoran karena di pandang sudah ada embrio kegiatan persekutuan dan wilayah pelayanannya cukup memadai untuk di lakukan pengembangan pelayanan Pekabaran Injil di kampong Petoran dan sekitarnya tersebut.

Oleh sebab itu ,di mulai dari Rumah Bapak Kertopawiro Senen menjadi awal dari terselenggaranya Kebaktian Minggu dan pada perkembangan menjadi Kebaktian Rutin di wilayah kampong Petoran.

Akan tetapi setelah Pepanthan Gandekan Solo Timur di dewasakan , maka beberapa Jemaat  yang terlibat dalam pendewasaan dan berada di dalam wilayah Pepanthan Gandekan Solo Timur melayani sepenuhnya di GKJ Gandekan Solo Timur. Sehingga berakibat adanya penurunan jumlah jemaat yang mengikuti Kebaktian di Wilayah Petoran. Dan Sempat beberapa bulan penyelenggaraan Kebaktian di Petoran Berhenti , dikarenakan jumlah kehadiran jemaatnya semakin sedikit.

 

Kebaktian Minggu Sore ( 1977 – 1981 )

Karena Kerinduan akan adanya Kebaktian di Wilayah Kampung Petoran , maka di sekitar Tahun 1972  sampai dengan Tahun 1977 . yang di prakarsai  oleh Bapak Soetono serta beberapa jemaat di wilayah Petoran menyelenggarakan kembali Katekisasi yang bertempat di Rumah Bapak.Warino Hadisumarto. dalam perkembangannya kembali ada sebuah Pelaksanaan Kebaktian Minggu di rumah Bapak Warino Hadisumarto yang di laksanakan kembali setiap Minggu Sore jam 17.00 sampai 18.00 WIB , pelaksanaan Kebaktian MInggu tersebut dapat berlangsung beberapa Tahun , yaitu dari Tahun 1974 – 1975.

Setelah ada perkembangan yang cukup baik maka Ibadah Minggu sore tersebut sejak Tahun 1975 , tempat Peribadatan pindah di lokasi Pekarangan Bapak.Sarjuningtyas,BA dengan Gotong royong Warga dan berlangsung beberapa Tahun ke depan.

Berkat Rahmat dan Bimbingan dari Tuhan Yesus sendiri , Penyelenggaraan Kebaktian Minggu Sore di Petoran tersebut berkembang dengan pesat ,sehingga dalam beberapa Tahun jumlah warga jemaat dan simpatisannya semakin bertambah , bahkan saat itu terbentuk 3 kelompok Bible Kring dan 1 Kelompok Bible Study yang di selenggarakan setiap 2 minggu sekali dengan system tempat saling bergantian dan itu sebagai awal dari terbentuknya kelompok-kelompok pendadaran di wilayah Petoran.

Sementara Dengan memperhatikan rumah Ibadah yang kurang representative , maka atas saran dan kebijaksanaan Lurah Jebres , pada waktu itu di jabat oleh Bapak.Jumadi dengan Bayan Bapak Tardi memberikan jalan keluar agar dapat mempunyai lokasi tempat Ibadah , maka di minta tempat ibadah dapat di pindahkan ke tanah Negara yang saat itu masih tersisa di wilayah Rt.03 Rw.V seluas 63 M2.

Kemudian Majelis GKJ Margoyudan menugaskan Bapak.Cornelius Sudarno untuk mengurus Ijin penggunaan Tanah Negara tersebut ke BPN Propinsi Jwa tengah , dan atas usahanya dapat di terbitkan HGB atas nama Sinode GKJ dan berlaku 20 tahun sejak saat itu lokasi dan tempat ibadah kelompok petoran menempati lahan tersebut sampai sekarang.

 

Pembangunan Gereja ( 1981 – 1982 )

Sejak Tahun 1981 , dengan semakin meningkatnya kuantitas jemaat di wilayah Petoran maka mulai dipikirkan untuk merintis Tempat Rumah Ibadah dengan tujuan untuk dapat meningkatkan statusnya dari sebuah kelompok Ibadah menjadi Pepanthan dari Gereja Kristen Jawa Margoyudan.

Maka sejak saat itu mulai di adakan perintisan tempat ibadah yang di koordinatori oleh Bapak.Drs.Rajiman dengan sumbangan pikiran dan Dana secara swadaya oleh warga jemaat di Petoran serta bantuan dari Majelis GKJ Margoyudan dan Bimas Kristen di Jakarta yang dapat terkumpul , sehingga dapat didirikan Rumah Ibadah yang peletakan batu pertamannya di mulai pada tanggal 22 Mei 1981 dan dapat di selesaikan dan di gunakan sebagai tempat kegiatan Ibadah pada kebaktian Natal . tanggal 25 desember 1982.

Mulai saat itu pula semakin banyak bantuan yang di terima baik dari warga jemaat maupun dari pemerintah . termasuk bantuan Alkitab yang di serahkan oleh Departemen Agama yang di gunakan dan di bagikan kepada jemaat di Petoran serta sebagian di manfaatkan untuk kegiatan Sekolah Minggu dan Katekisasi.

 

Menjelang di Resmikan menjadi Pepanthan.

 

Menitik beratkan pada penyelenggaraan Ibadah Kebaktian yang permanen dan representative , maka Warga jemaat wilayah Petoran yang saat itu sudah terbentuk 4 kelompok Pendadaran yaitu

Kelompok Jebres 11 sampai Kelompok Jebres 14 melakukan langkah berkaitan dengan situasi dan letak geografis tempat Ibadah yang di selaraskan dengan jemaatnya.

Berkaitan hal tersebut dengan pertimbangan keadaan warga jemaat serta jarak tempuh antara  tempat tinggal jemaat  dengan Gereja Induk Margoyudan yang cukup jauh ,serta pertimbangan bahwa kelompok di wilayah Petoran yang sudah memadai serta memenuhi syarat untuk dapat di jadikan sebagai Gereja pepanthan dari GKJ Margoyudan yaitu dengan telah di milikinya sebagian sarana dan prasarana Ibadah sebagai Gereja Pepanthan.

Dengan tujuan :

  1. Untuk meningkatkan tanggungjawab bergereja.
  2. Untuk meningkatkan segala bentuk Pelayanan sebagai Hamba Tuhan baik di dalam Jemaat maupun di Masyarakat.
  3. Untuk meningkatkan dan Pengembangan Pekabaran Injil demi memperluas kerajaan Allah di dunia , khusunya di wilayah Petoran dan sekitarnya.
  4. Untuk terus belajar dan berusaha untuk Mandiri mengarah kepada Pendewasan Gereja agar tugas sebagai Pemelihara Iman dan pewartaan Injil dapat terlaksana.

 

Maka dengan semangat dan dorongan semua jemaat di petoran dan bantuan dari Majelis GKJ Margoyudan warga Jemaat kelompok Petoran mengajukan Usulan untuk meningkatkan status tempat ibadah di Petoran menjadi Gereja Pepanthan GKJ Margoyudan.

Dalam Sidang Pleno Majelis GKJ Margoyudan telah di bahas dan di respon untuk segera memberikan status kepada kelompok jemaat di petoran menjadi Pepanthan. Pada Tanggal 13 Januari 1986 di bentuk Tim peresmian pepanthan Petoran yang di ketuai Bapak.Drs.Sukardji dan sekretaris Bapak Sutardi. Setelah Tim melaksanakan berbagai kegiatannya dengan perkunjungan di kelompok jemaat Petoran ,maka terus di lakukan koordinasi dan sosialisasi kepada warga kelompok di wilayah Petoran.

Dalam perjalananya Tim terjadi pergantian Susunan kepengurusan dengan pergantian ketua Tim dari Bapak.Drs.Sukardji.Dw diganti Bapak.Drs.N.Hadisutrisno. dan selanjutnya Tim meneruskan kerjanya dengan melakukan kunjungan dengan hasil yang cukup untuk kelompok Petoran dapat di jadikan Gereja Pepanthan.

Pada tanggal 20 Nopember 1986 , dalam Sidang Pleno Majelis Margoyudan memutuskan bahwa Kelompok Kebaktian di Petoran dapat di terima menjadi Gereja Pepanthan GKJ Margoyudan.

 

Peresmian Pepanthan Petoran

 

Sesuai dengan Keputusan Sidang Pleno Majelis GKJ Margoyudan tentang di terimanya Kelompok kebaktian Jemaat Petoran menjadi Gereja Pepanthan , maka Majelis GKJ Margoyudan Menerbitkan

Surat keputusan Susunan Kepengurusan Pepanthan Petoran dan akan melaksakan Peresmian sebagai Gereja Pepanthan.

Dan di tetapkan serta di putuskan dalam SK Majelis GKJ Margoyudan  pada Tanggal 21 desember 1986 bahwa Kelompok Kebaktian Petoran menjadi Pepanthan Petoran melalui Surat Peresmian Kelompok Kebaktian Petoran menjadi Pepanthan Petoran oleh Majelis GKJ Margoyudan , bahwa Pepanthan petoran tetap menjadi bagian dari wilayah Pelayanan GKJ Margoyudan , dengan mengangkat Pengurus pepanthan Petoran berdasarkan SK Majelis GKJ Margoyudan tertanggal 20 Desember 1986. Nomor : 006/Kep./GKJ.M/XII/1986 ( SK –terlampir )

Maka tepat pada Tanggal 21 Desember 1986 , sebagai hari yang bersejarah bagi Kelompok Kebaktian Jemaat petoran untuk dapat melakukan Peribadatan sebagai Gereja Pepanthan dengan menyelenggarakan  Sidi , Baptis Dewasa dan Babtis Anak bersamaan dengan Kebaktian Perdana dan Peresmian sebagai Gereja Pepanthan Petoran.

Dalam perkembangannya Pepanthan petoran terus mengalami kemajuan hingga kelompok berkembang menjadi 7 kelompok dengan nama Kelompok Petoran 1 sampai dengan Kelompok Petoran 7. Sedangkan untuk perkembangan pembangunan pepanthan petoran mengalami beberapa renovasi dan pada tangal 23 Juli 2001 , dikarenakan sudah tidak mampu menampung Jemaat dalam peribadatannya maka Gedung gereja di robohkan dan di renovasi agar lebih indah dan representative serta di resmikan penggunaannya pada tanggal 4 Nopember 2001 hingga sekarang.

Sebagai gereja yang masih mempunyai Status Pepanthan tentunya Pepanthan Petoran punya pemikiran untuk mempersiapkan diri agar dapat berperan lebih besar dalam karya Allah , maka sudah saatnya ada sebuah perencanaan menuju kemandirian untuk menjadi Gereja Dewasa.

Perjalanan Pepanthan Petoran dalam persiapan pendewasaan tidak terlepas dari keterlibatan Pepanthan Petoran sekitar  tahun 1987 dengan Gereja Pepanthan yang lain seperti Pepanthan Ngasinan , Pepanthan Ngoresan dan Kelompok Perwakilan dari Kandangsapi dan Mondokan menjadi modal utama semangat dari Warga Jemaat di Pepanthan petoran untuk juga berkeinginan seperti Pepanthan yang lain yang telah mampu mendewasakan Gereja.

Di mulai Pada Tanggal 15 Januari 1987 , setelah Kelompok Wilayah Petoran dapat di tingkatkan statusnya menjadi Pepanthan sempat terbentuk Pengurus Majelis Wilayah Jebres yang terdiri dari gabungan Majelis Wilayah Pepanthan Ngasinan ,Ngoresan,Petoran dan Pamong Kandangsapi serta Pamong Mondokan.

Pada Tanggal 16 Pebruari 1987,bertempat di Gereja Pepanthan Petoran , Pengurus Majelis Wilayah Jebres juga bersepakat untuk mendirikan Kelompok Pangibadah (KP) Kandangsapi dan Melaksanakan Pangibadah Perdana pada Tanggga 1 April 1987 di Rumah Bapak Suradi  RT.02/22 Kandangsapi.

 

Harapan ada Gereja Dewasa di Wilayah Jebres ( 1993 )

 

Setelah Pertemuan Majelis Wilayah Jebres berjalan lancar dan sangat dirasakan banyak manfaatnya termasuk  semua pelayanan Pastoral dan diakonial dapat terselenggara dengan baik, maka muncul niat dan harapan dari Pengurus Majelis Wilayah Jebres untuk mendirikan Gereja yang Dewasa di wilayah Jebres. Dan kesepakatan itu sempat di lakukan penandatanganan bersama pada tanggal 5 Desember 1989 oleh :

  • Wakil pepanthan Ngasinan : Bapak Miek Sofwan Sopingi
  • Wakil Pepanthan Ngoresan : Bapak Sudarso
  • Wakil Pepanthan Petoran :Bapak Wiyono Hariwasono
  • Wakil KP. Kandangsapi : Bapak Sumarsono M

 

Setelah terjadi beberapa Komunikasi antara Majelis Wilayah Jebres dengan Majelis GKJ Maroyudan sebagai Induk gereja , maka dengan mempertimbangkan akan kemajuan dalam kegiatan pelayanan di wilayah Jebres , Majelis Wilayah Jebers terus mendesak kepada Majelis Induk untuk segera melantik susunan Pengurus Majelis Wilayah Jebres yang saat itu terdiri dari perwakilan-perwakilan Pepanthan di wilayah Jebres.

Akhirnya Majelis GKJ Margoyudan Melatik Pengurus Majelis Wilayah Jebres , pada tanggal 11 Maret 1993 dengan Surat Keputusan Majelis GKJ Margoyudan Nomor : 152/MPH/GKJM/3/1993 di laksanakan di Gereja Pepanthan Petoran. Dengan tugas untuk melakukan musyawarah menentukan Gereja Induk dalam persiapan Pendewasaan Gereja di wilayah Jebres.

Dalam Perjalananya dan karena beberapa pertimbangan Pepanthan Petoran kembali tetap menjadi daerah dan wilayah Pelayanan dari Gereja Induk GKJ Margoyudan dan memisahkan diri dari gabungan Pengurus Majelis Wilayah Jebres. Yang pada akhirnya Pepanthan Ngasinan ,Ngoresan dan Kp.Panggungrejo mempersiapkan diri untuk menjadi Gereja Dewasa dan saat ini bernama GKJ Immanuel. Sedangkan KP.Kandangsapi dan KP.Mondokan juga melakukan hal yang sama dan telah mendewasakan Gereja menjadi GKJ Jebres. Pepanthan Petoran di karenakan berbagai kesibukan pembangunan Gedung gereja maka pepanthan petoran tetap menjadi Gereja pepanthan dari GKJ Margoyudan sampai sekarang hingga berlangsung beberapa tahun ke depan dan saat ini sedang mempersiapkan Pendewasaannya.

 

Pembangunan Gereja Pepanthan petoran ( 2001 )

 

Seiring bertambahnya Usia gereja pepanthan petoran yang semakin tua dan banyaknya sarana dan prasarana yang sudah tak layak lagi di tambah dengan semakin berkembangnya jumlah jemaat bangunan Gereja di robohkan dan tepat pada tanggal 23 Juli 2001 di mulailah Pembanguan Gereja.

Pengurus Pepanthan Petoran yang saat itu di ketuai oleh Bapak.Djoko Wiradi mencari solusi agar dapat terlaksana Pembanguanan Gedung Gereja , khususnya dalam pemenuhan pendanaan.

Berkat Kasih Tuhan dan dorongan yang kuat dari seluruh Jemaat Pepanthan Petoran , disertai semangat dan pelayanan yang tinggi serta adanya berbagai bantuan dari Gereja Induk Margoyudan , pada tanggal 4 November 2001 Pembangunan Gedung Gereja dapat di selesaikan dengan waktu jeda dua tahap. Tahap I di koordinatori oleh Bapak.Sas Her Upadi dan diteruskan tahap II oleh Bapak.CH.Sutarto.

Sedangkan selama Proses pembangunan kegiatan peribadatan di pindahkan di rumah Bapak.Hadi Suwarto. Pada tanggal 4 Nopember 2001 sekaligus di lakukan peresmian dan penggunaan oleh Bapak Pendeta Tanto Kristiono ,STh MSi.

 

 

Pencanangan Persiapan Pendewasaan ( 2005 )

 

Di awali dari sebuah acara Retreat Pengurus GKJ Margoyudan Pepanthan Petoran yang di laksanakan pada tanggal 1-2 September 2005 bertempat di Wisma Tejomoyo Tawangmangu , Pengurus Pepanthan Petoran mulai menganalisa terhadap masa depan Pepanthan dalam perannya sebagai Gereja dewasa.

Visi dan Misi pepanthan petoran , dalam salah satu judul Materi yang disampaikan oleh Pdt.Tanto Kristiono,STh , telah memberi pencerahan bagi pengurus Pepanthan Petoran bahwa Kelompok Wilayah pepanthan Petoran di lihat dari usianya dan pengalaman serta perjalanan pelayanannya cukup memadai untuk Kehadiran sebuah Gereja yang Mandiri.

Jika di tilik dari dari usia dan lamanya Pepanthan petoran ,memang sudah waktunya untuk menuju kepada kedewasaan. Maka di mulai dari Wisma Tejomoyo Tawangmangu tersebut Pengurus pepanthan petoran yang saat itu diketuai oleh Bapak.Djoko Wiradi,AMd  bersepakat untuk memulai mempersiapkan diri menuju kemandirian sebagai Gereja Dewasa

Kerinduan yang sudah lama di harapkan oleh sebagian besar Jemaat di Pepanthan Petoran agar pepanthan segera dapat mempersiapkan Pendewasaanya  tercurah dalam setiap Sidang Pleno Pengurus Pepanthan , Rencana Pendewasaan Gereja menjadi Agenda yang selalu di Jadikan Resume dan terus di pergumulkan oleh  Pengurus Pepanthan Petoran dan Majelis Wilayah Petoran.

Menindaklanjuti kerinduan sebagian besar warga jemaat Pepanthan petoran maka Pengurus Pepanthan Petoran segera mengajukan persiapan Pendewasaan Gereja kepada Majelis Induk GKJ Margoyudan.  dan telah di bahas dalam Sidang Pleno Majelis GKJ Margoyudan  untuk di pergumulkan dan di agendakan dalam setiap Sidang Pleno Majelis GKJ Margoyudan .

Sebagai Langkah Awal dan tanggungjawab Majelis GKJ Margoyudan akan Pelayanan , Pemeliharaan Iman dan Pewartaan karya Allah , maka Majelis GKJ Margoyudan telah memberikan kewenangan Swakelola bagi Pengurus Pepanthan Petoran untuk segera melakukan latihan mengatur Potensi Keuangan secara mandiri.

 

Persiapan Pendewasaan ( 2009 )

 

Dengan berbagai pertimbangan yang ada dan cukup alasan , maka Majelis GKJ Margoyudan menerima permohonan pengurus Pepanthan Petoran untuk mengajukan diri dalam persiapan menjadi Gereja Dewasa , dan pada tanggal 21 Januari 2010diterbitkan Surat Keputusan Majelis GKJ Margoyudan – Nomor : 163 /A/GKJM/2/2010 , dengan mengangkat Tim Pendewasaan Gereja Pepanthan Petoran  masa bakti mulai tanggal di terbitkan sampai terlaksananya Pendewasaan gereja Pepanthan Petoran.

Persiapan Tim Pendewasaan yang di putuskan dalam Sidang Pleno Majelis GKJ Margoyudan bersama Pengurus Pepanthan Petoran telah melakukan langkah awal  kegiatan yaitu mengadakan Sensus bagi seluruh Warga Jemaat yang ada di wilayah Petoran , sebagai pedoman awal dalam mempersiapkan agenda Pendewasaan gereja.

Secara Intens Tim Pendewasaan juga telah melakukan komunikasi dengan Pengurus Pepanthan Petoran berkaitan dengan berbagai Persiapan dan kebutuhan untuk pemenuhan secara administrasi dan factual sebagai syarat-syarat bagi gereja yang akan di dewasakan sesuai Tata Gereja dan Tata Laksana Gereja Kristen Jawa khususnya Pasal 3 tentang Pendewasaan Gereja.

 

Tim Pendewasaan ( 2010 )

 

Sebagai Upaya mempersiapkan Pelaksanaan Pendewasaan Pepanthan Petoran, Majelis GKJ Margoyudan mengangkat Tim Pendewasaan Gereja Pepanthan Petoran dengan tugas membantu Majelis GKJ Margoyudan dalam mempersiapkan Pendewasaan Pepanthan Petoran berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 163/A/GKJM/2/2010 – Tanggal 21 Januari 2010 , di putuskan susunan personalia Tim Pendewasaan Gereja Pepanthan Petoran , dengan masa kerja di mulai dari 1 januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2011.

Untuk itu Tim Pendewasaan bersama-sama dengan Pengurus Pepanthan Petoran dalam awal pelaksanaan Persiapan Pendewasaan telah melakukan kegiatan Sensus bagi warga Jemaat di Wilayah Petoran dnegan mengahasilkan daftar Warga Jemaat di tiap-tiap Kelompok Pendadaran dan telah di Verifikasi oleh Pengurus Kelompok dan Majelis Pamong Kelompok untuk menentukan jumlah warga dan di kelompokan menurut potensi yang ada.

 

TIM PERSIAPAN PENDEWASAAN

GKJ Margoyudan Pepanthan Petoran 2010

NO

JABATAN

NAMA

1

Penasehat

1.       Pdt. Tanto Kristiono, STh, MMin

 

 

2.       Pdt. Nike Lukitasari AW, STh

2

Ketua

Dkn. Andreas Aryanto

3

Sekretaris

Drs. Satim Supardi, STh, MMis

4

Bendahara

Dkn. Wirasmi

5

Anggota

1.       Dkn. Matius SUkidi, STp

 

 

2.       Yusuf Sukiyo

 

 

3.       Natanael Yulianto

 

 

4.       Donny Priyana

 

 

5.       Budi Resmani Nur Handayani

 

 

6.       Ketua Umum Majelis GKJ Margoyudan

 

 

7.       Sekretaris Umum Majelis GKJ Margoyudan

 

 

8.       Bendahara Umum Majelis GKJ Margoyudan

 

Swakelola

Sebagai Langkah Awal dan tanggungjawab Majelis GKJ Margoyudan akan Pelayanan, Pemeliharaan Iman dan Pewartaan karya Allah, maka Majelis GKJ Margoyudan memberikan Tanggungjawab Swakelola bagi Pepanthan Petoran untuk segera melakukan latihan mengatur Potensi Keuangan secara mandiri.

Karena keinginan yang kuat dari sebagian besar warga jemaat di Wilayah Petoran untuk dapat mandiri sebagai Gereja yang Dewasa dan mampu memberikan pelayanan yang lebih luas untuk bersaksi memberitakan penyelamatan kepada mereka yang belum mendengarkannya dan memelihara keselamatan dan Iman jemaat , maka Pengurus Pepanthan Petoran perlu segera  melakukan langkah belajar mengelola keuangan sendiri menjelang persiapan menuju Gereja yang Dewasa.

Melalui Surat Keputusan Majelis GKJ Margoyudan , Nomor : 041/A/GKJ.M/1/2010 tentang Swa Kelola Keuangan Pepanthan Petoran.

Pengurus Pepanthan segera berbenah menyangkut tentang tata cara pengelolaan Persembahan dengan memberikan Informasi dan Sosialisasi kepada Warga Jemaat berkaitan tentang Persembahan.

Bahwa sejak Tanggal 1 Januari 2010 sampai dengan bulan terakhir sebelum pendewasaan Pepanthan Petoran , Majelis GKJ Margoyudan memberikan Kewenangan Swakelola kepada Pepanthan Petoran. Sehingga Semua Persembahan yang berasal dari warga jemaat di wilayah Pepanthan Petoran di gunakan untuk keperluan intern dan dapat di gunakan untuk dapat memenuhi pelayanan gerejawi yang dilaksanakan di Pepanthan Petoran.

Kewajiban-kewajiban sebagai Gereja terhadap lembaga Induk di atasnya tentu mendapat perhatian juga dari Pengurus Pepanthan Petoran , dengan kewajiban awal menanggung Iuran Dana Kebersamaan Klasis (IDKK).

Meskipun demikian Pengurus Pepanthan Petoran dalam pengelolaan Keuangan walaupun sudah dalam masa Swa Kelola tetap harus memberikan Laporan Keuangan secara periodic per semester kepada Majelis GKJ Margoyudan selama masa Swa Kelola.

 

Visitasi Klasis Sala kepada GKJ Margoyudan tentang Persiapan Pendewasaan Pepanthan Petoran.

 

Dengan telah di terimanya Buku Company Profil sebagai potret situasi dan kondisi serta potensi Pepanthan Petoran yang di susun berdasarkan data dan fakta yang ada oleh Majelis Margoyudan tembusan kepada Pengurus Pepanthan Petoran dan Klasis Sala , maka Persiapan awal dari Tim Persiapan Pendewasaan  telah dapat kami selesaikan.

Telah di adakannya Visitasi Klasis kepada GKJ Margoyudan berkenaan dengan Persiapan Pendewasaan Gereja Pepanthan Petoran yang bertempat di Gereja pepanthan Petoran dan telah di terima oleh Klasis hasil berbagai Analisa Potensi Pepanthan Petoran untuk memenuhi persyaratan Administrasi Awal untuk menjadi Gereja yang dewasa sesuai dengan Pasal 3 Tata Laksana dan Tata gereja GKJ dengan hasil baik menurut Tim Visitasi dari Klasis.

Sebagai Tim Persiapan Pendewasaan sekaligus  sebagai Tim Pemberdayaan jemaat telah melaksanakan berbagai program Pelatihan , sarasehan dan Study untuk meningkatkan Kwalitas dan Pengetahuan SDM untuk persiapan menjadi Gereja yang Dewasa.

Dari Analisa Tim Persiapan Pendewasaan , bahwa Pepanthan Petoran telah sepakat untuk mendewasakan Diri sebagai Gereja Dewasa sesuai dengan hasil dari Visitasi Klasis , maka tahap selanjutnya  di laksankan oleh Majelis GKJ Margoyudan menyampaikan dalam usulan untuk ditettapkan dalam Sidang Klasis Sala menjadi Gereja yang Dewasa.

 

Sidang Klasis Sala ( 2012 )

 

Dalam Sidang Klasis Sala ke XXX yang di selenggarakan di GKJ Wisma Panembah , Ngipang Surakarta pada hari Senin tanggal 23 Januari 2012 , Sidang Klasis Sala telah menerima dan menetapkan Usulan GKJ Margoyudan sebagai Gereja Induk dari Pepanthan Petoran untuk mendewasakan Pepanthan Petoran menjadi Gereja Dewasa dengan nama yang telah di sepakati dan di tetapkan menjadi Gereja Kristen Jawa Petoran , serta akan melaksanakan Ibadah dan Peresmian Pendewasaannya pada hari Senin Pahing , 23 April 2012.

Serta telah diputuskan dalam Sidang Klasis Sala ke XXX , sebagai Pendeta Konsulen GKJ Petoran tahun 2012 adalah Pdt.Supranjono Eko Raharja dari GKJ Mojosongo. Dan pada Sidang Klasis Sala ke XXXI tahun 2013 menetapka Pdt.Suwarto dari GKJ Jebres sebagai Pendeta Konsulen menggantikan Pdt.Supranjono Eko Raharjo.

Pada pelaksanaan Sidang Klasis Sala ke XXXII di GKJ Cakradiningratan tahun 2014 menetapkan Pdt.Bambang Mulyatno dari GKJ Bibis  Luihur sebagai Pendeta Konsulen menggantikan Pdt.Suwarto serta mengangkat kembali Pdt.Bambang Mulyatno pada Sidang Klasis Sala tahun 2015 di GKJ Dagen Palur tetap sebagai Pendeta Konsulen di GKJ Petoran.

Selama Memberikan Pendampingan sebagai pendeta Konsulen .Pdt.Bambang Mulyatno telah memberikan banyak kontribusinya kepada GKJ Petoran khususnya tentang pemanggilan Pendeta.

Dengan berbagai pertimbangan dan alasan serta menindaklanjuti keinginan Warga jemaat GKJ Petoran , Majelis bersama Pendeta Konsulen ,Pdt.Bambang Mulyatno melaksanakan proses pemanggilan Pendeta. Dan pada Hari Jumat,24 Juli 2015 .GKJ Petoran Resmi mempunyai Seorang Pendeta , yaitu. Pdt.Justin Niaga Simanjuntak,S,Si,M.Pd.K yang telah di teguhkan dalam acar Peneguhan pendeta GKJ Petoran pada Tanggal 24 Juli 2015.

MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN GKJ PETORAN

Wilayah Geografis dan Pemerintahan

Gereja Pepanthan Petoran terletak di Kp.Petoran Rt.03 Rw.05 Kelurahan Jebres Surakarta .

Meskipun Wilayah sebuah gereja tidak di batasi oleh batas kepemerintahan akan tetapi sangat tergantung pada wilayah efektif bagi warga jemaat yang akan beribadah di suatu Gereja termasuk permasalahan waktu dan jarak yang paling dekat serta tidak ada kendala di saat jemaat menuju tempat ibadah. Sedangkan letak Geografis Pepanthan Petoran ada di antara batas jalan raya dan Gereja Kristen Jawa tetangga yang tentunya sangat mempengaruhi tingkat perkembangan gereja Pepanthan Petoran ke depannya.

Di wilayah bagian Utara di batasi oleh jalan raya Jl.Kol.Sutarto dan terletak GKJ Jebres .

Di bagian Timur di batasi Jl.Cokroaminoto dan terletak GKJ Immanuel yang mempunyai 4 gereja wilayah di Sekarpace , Ngoresan , Panggungrejo dan Pucangsawit

Di wilayah Barat di batasi Jl.Urip Sumoharjo dan terletak Gereja Induk GKJ Margoyudan.

Di wilayah Selatan di batasi Rel Kereta Api dan terletak GKJ Gandekan Solo Timur.

Sedangkan Letak Wilayah Pepanthan Petoran secara kepemerintahan di sebut lingkungan I Kelurahan Jebres yang terdiri dari RW.I sampai dengan RW.IX. Sekaligus sebagai daerah Pelayanan bagi Pepanthan Petoran.

Dalam Kondisi wilayah yang relative terbatas , maka haruslah menjadi perhatian khusus bagi pilar-pilar gereja Pepanthan petoran dalam mengembangkan pelayanannya agar dalam waktu mendatang terjadi perkembangan dan pertambahan secara Kwalitas maupun kuantitas Jemaat wilayah Petoran.

Di sini di butuhkan sebuah upaya kebersamaan dan keharmonisan sehingga sikap arif dan bijaksanan menjadi kunci bagi pengelolaan kehendak bersama, meskipun sangat wajar terjadi beberapa kendala dalam upaya mencari arah yang sama dalam suasana yang dinamis dan suasana karakter Gereja yang sedang berjuang dalam Pelayanan

 

 

Surakarta, Januari 2016

Di susun oleh

 

 

 

Pnt.Andreas Aryanto