GKJ Semarang Barat

Info Kontak:

: Jl. Hasanudin G.16, Semarang 50172

: 0243-5444619

: gkjsemarangbarat.g16@gmail.com

Pendeta:

  • Pdt. Drs. Bambang Irianto, S.Th.,M.Min.
  • Pdt. Sediyoko, S.Si.
  • Pdt. Em. Christian Subagyo, Sm.Th.
  • Pdt. Em. Widyatmo Prawitoharsoyo, S.Th.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.00
  2. Minggu, Pk. 15.00
  3. Minggu, Pk. 08.00
  4. Minggu, Pk. 17.00
  5. Minggu, Pk. 07.00

Profil dan Sejarah:

Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah sebelum tahun 1964 sudah mempunyai GKJ Semarang. GKJ Semarang juga sudah mempunyai 2 Pendeta yaitu Pdt. Harjobramoro (1951) dan Pdt. Sulaksono K, BD ( 1956 ). GKJ Semarang mempunyai 2 tempat kebaktian yaitu di Gereja Kalisari Jl. Dr. Sutomo dan Gereja Mlaten Jl. Dr. Cipto. Pada tanggal 15 Juli tahun 1964 GKJ Semarang dibiakkan bukan didewasakan menjadi 2 Jemaat Dewasa yaitu GKJ Semarang Timur dengan Pdt. Harjobramoro dan GKJ Semarang Barat dengan Pdt Sulaksono K, BD. Sehingga tanggal 15 Juli 1964 ini menjadi hari lahirnya GKJ Semarang Barat.

Sebagai Gereja yang dewasa dan mandiri, GKJ semarang Barat senantiasa diberkati oleh Tuhan Yesus dengan berkembangnya jumlah warga gereja. GKJ Semarang Barat mendewasakan banyak pepanthan diantaranya GKJ Karangayu 1970 ( Mendewasakan GKJ Krapyak 1981, GKJ Boja 1986, GKJ Mijen 1997 ), GKJ Bulu Lor 1975, GKJ Jatingaleh Maret 1986, GKJ Sampangan Kradenan April 1986, GKJ Kalilangse 25 Oktober 2000.

Dalam perjalanan, GKJ Semarang Barat memanggil Pendeta lagi dalam diri Saudara Drs. Nugroho Adhi menjadi Pendeta ke dua
( 1981 – 1984 ). Pdt Drs. Nugroho Adhi menjadi Pendeta GKJ Semarang Barat hanya kurang dari 5 tahun karena beliau dipanggil oleh UKSW Salatiga untuk menjadi dosen di Fakultas Teologi. Disisi yang lain, 18 April 1986, Pdt Soelaksono K,BD dipanggil Tuhan. Sejak saat itu GKJ Semarang Barat tidak mempunyai Pendeta, lalu ada Pendeta Konsulen yaitu Pdt. Isman.

Sejak 1986, GKJ Semarang Barat berusaha untuk mendapatkan Pendeta yang sudah berpengalaman tetapi mengalami kesulitan sehingga akhirnya mencalonkan Sdr Christian Subagyo SmTh dan Sdr Drs. Edi Yanto. Yang terpilih adalah pencalonan tersebut adalah Sdr. Christian Subagyo SmTh. Walaupun usia yang bersangkutan pada waktu itu sudah 50 Tahun dan bukan lulusan sekolah Tinggi Theologia yang didukung oleh GKJ. Sehinggga yang bersangkutan harus mengikuti aplikasi dengan dosen – dosen UKSW, UKDW dan STT Jakarta. Sdr. Christian Subagyo SmTh ditahbiskan menjadi Pendeta GKJ Semarang Barat pada tanggal 01 Desember 1989.
Setelah meninggalnya Pdt. Sulaksono K,BD, ternyata banyak masalah muncul di GKJ Semarang Barat, maka Majelis memutuskan untuk mencari Pendeta lagi. Pdt Widyatmo Ph,STh yang sudah melayani 15 tahun sebagai Pendeta di GKJ Klaten, diputuskan dan dipanggil untuk menjadi Pendeta GKJ Semarang Barat serta diteguhkan sebagai Pendeta GKJ Semarang Barat pada bulan April 1993. Sejak saat itu segala permasalahan yang muncul mulai berangsur – angsur bisa diselesaikan.

Dalam perkembangan selanjutnya, Pdt Christian Subagyo SmTh memasuki masa emiritus pada 2 Oktober 1997. Pada tahun 1998,
Pdt. Widyatmo Ph STh sakit dan menjalani operasi batu ginjal. Berdasarkan hal tersebut maka Majelis GKJ Semarang Barat memutuskan untuk menambah 2 Pendeta lagi, yaitu Sdr. Drs Bambang Irianto dan Sdr. Sediyoko,SSi, yang kemudian keduanya ditahbiskan pada tanggal 15 Juli 2000. Dengan adanya ke tiga Pendeta tersebut maka pelayanan kepada warga menjadi lebih baik.

Masa kini, dengan adanya tiga Pendeta pelayanan kepada warga semakin meningkat tetapi disisi lain beban yang ditanggung jemaat ( dalam hal fasilitas dan keuangan ) menjadi semakin berat, demikian juga dalam hal kesehatan menjadi membengkak. Kabar yang sungguh menggembirakan adalah sejak Pdt Widyatmo, Ph STh serta bertambahnya 2 Pendeta Jemaat, GKJ Semarang Barat semakin dikenal baik ditingkat Sinode GKJ maupun Gereja – gereja lain.

Pada tahun 2005, GKJ Semarang Barat menjadi Gereja Penghimpun Sidang Sinode non Reguler dan dalam persidangan tersebut memutuskan hal yang sangat luar biasa bagi perkembangan Gereja – Gereja Kristen Jawa yaitu diputuskannya PPA GKJ, TAGER TALAK, PERTELAAN GKJ. Dalam rangka ulang tahun GKJ Semarang Barat yang ke 45, Majelis menerbitkan 500 buku sejarah Gereja dengan judul, 45 tahun GKJ Semarang Barat.

Harapan ke depan, GKJ Semarang Barat bisa menjadi Gereja yang Missioner dalam hal Pelayanan Diakonia yang transformatif, Gereja yang semakin Inklusif ( terbuka keluar ), Persekutuan dan kebersamaan warga gereja semakin nyata. Dengan ketiga hal tersebut diharapkan Gereja dan warga gereja semakin berakar dan bertumbuh di dalam Kristus dan semakin berbuah bagi dunia. Pelayanan Diakonia GKJ Semarang Barat sudah mulai dirasakan oleh warga sekitar gereja, karena adanya pelayanan bantuan uang sekolah dari tingkat SD hingga SMU dengan jumlah ratusan anak dan bantuan pengembangan usaha kecil.
Disamping itu, GKJ Semarang Barat juga mempunyai sekolah gratis yang dikelola oleh Komisi Urbanisan yang berlokasi di Kelurahan Bandarharjo ( Pelabuhan Tanjung Mas ). Jaman dulu, Sinode GKJ mempunyai program pelayanan Urbanisan bekerjasama dengan negeri Belanda yang berlokasi di SD Santosa untuk membantu warga urban. Dalam perkembangan, hubungan dengan negeri Belanda putus maka segala sesuatunya diserahkan kepada gereja – gereja yang ada di Semarang. Mengingat lokasinya dekat dengan GKJ Semarang Barat maka selanjutnya diserahkan ke GKJ Semarang Barat begitu saja. Sejak saat itu mulai dirintis dengan mengadakan sekolah yang merupakan perwujudan kepedulian kepada anak – anak dari keluarga yang tidak mampu. Keuangan semua ditanggung oleh Majelis GKJ Semarang Barat dan beberapa donator. Majelis GKJ Semarang Barat masih terbuka untuk menerima bantuan dari berbagai pihak untuk pelayan SD Santosa. Jumlah siswa yang mencapai 115 ( 2010 / 2011 ) dari kelas 1 – 6 dan prestasinya tidak kalah dengan sekolah lainnya. Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan Kasih Kristus Nyata ditengah – tengah masyarakat kita. Percayalah ( 1 Korintus 15 : 58 ).