Info Kontak:

: Jl. Jend. Sudirman No.181, Sidareja, Kab. Cilacap 53261

: 0280 523195

: gkjsidareja@gmail.com

Pendeta:

  • Pdt. Handono Prasetyo Wardono, S.Si.

Jadwal Ibadah:

  1. Induk Sabtu pukul 18.00 WIB; Minggu pukul 08.00 WIB
  2. Pepanthan Sindeh Minggu pukul 08.00 WIB
  3. Pepanthan Cipari Minggu pukul 08.00 WIB
  4. Pepanthan Tambaksari Sidanegara Minggu pukul 08.00 WIB

Profil dan Sejarah:

SEJARAH SINGKAT

GEREJA KRISTEN JAWA SIDAREJA

PENDAHULUAN

 Membicarakan tumbuhnya sebuah Jemaat Kristen tidak lepas daripada adanya unsur “benih” :

  • kwalitas “benih”
  • kwalitas “lahan”
  • kwalitas “pupuk”
  • kwalitas “penggarap”

Sebab unsur-unsur tersebut di atas menjadi penentu/pendorong terhadap pertumbuhannya. Secara logika ini menjadi harapan yang menjanjikan.

BENIH / BIJI SESAWI

Dengan datangnya 3 (tiga) keluarga ke Sidareja :

  • keluarga Hock Kwan dari Ajibarang
  • keluarga Betty dari Purwokerto
  • keluarga Ismail Martadiwireja dari Pengalusan Purbalingga.

Biarpun keluarga-keluarga ini sudah lepas dari Pengalusan Purbalingga Gereja induknya, tetapi tidak lepas dari pada imannya kepada Tuhan Yesus. Kepindahan mereka ke tempat baru (Sidareja) adalah untuk bekerja yang ada kaitannya dengan usaha dagang (bisnis).

KEGIATAN MEREKA

Kegiatan mereka di tempat baru yang sangat sibuk dengan usaha perdagangannya, tetapi tidak mengurangi arti daripada menjadi “benih” yang sedang dipakai oleh Tuhan Yesus. Setiap waktu mengadakan persekutuan doa, terlebih pada hari Minggu.

 

Rupa-rupanya kegiatan mereka di bidang usaha perdagangan dan di bidang rohani mendapat applous positif baik daripada “karyawan”nya dan lingkungannya. Sebagai bunga yang mulai merekah, memberi rangsang terhadap peminatnya. Selayaknyalah para “benih-benih” memberi rangsang kepada Badan Zending yang ada di Purwokerto (Ds Rullman cs.).

SARANA

Fajar mulai merekah pada tahun 1928 dengan adanya : Vervolg School (SD 5 tahun) yang disertai para guru-gurunya yang dikepalai Bapak Sajan Darmosumarto (x). persekutuan doa menjadi semakin merambat pesertanya.

Dengan mendapat dukungan dari para peserta persekutuan doa dibangunlah tempat untuk ibadah dan dipakai pada tanggal 25 Oktober 1930.

Adapun lokasi tempat ibadah yang sederhana tersebut di belakang rumah tinggal bapak Sajan  Darmosumarto. Untuk meningkatkan pelayanan ini dibantu oleh Bapak Pendeta Soedarmadi dari Cilacap.

SITUASI JAMAN

Kehadiran Jepang bukan membasahi benih yang sudah tumbuh dan sudah mekar akan tetapi justru mendatangkan hama yang cukup berbahaya. Namun demikian para penyiram benih yang sudah tumbuh itu tidak layu niatnya, dan adanya kesulitan yang silih berganti tidak mematahkan tegaknya batang tubuh yng melahirkan Jemaat Kristen Jawa. Jaman yang penuh kesulitan dan kesusahan ini menjadi ujian dan pengalaman dalam menghadapi masa depan menuju jemaat yang dewasa, penuh tanggungjawab. Ternyata Jepang tidak lestari bercokol di Indonesia.

Bergantian kekuasaan dari Jepang ke Republik Indonesia yang akan dirasakan memberi harapan baik bagi semua lapisan masyarakat, ternyata masih diganggu oleh Belanda yang masih mengejar/ambisi ingin menguasai kembali. Vervolg School di Sidareja yang akan menopang tumbuhnya Jemaat di Sidareja juga kena imbasnya. Bahkan sampai ditutup. Waktu terus berjalan, setelah Belanda angkat kaki dari Kepulauan negara yang merdeka. Gedung Vervolg School di Sidareja yang sudah “nganggur” itu dipergunakan oleh Pemerintah untuk SD Negeri sampai tahun 1958. Atas adanya inisiatif baik, maka pada tanggal  1 Agustus 1956 dibukalah :

    • SD Kristen yang berlokasi di belakang rumah ibadah;
    • YSRK (Yayasan Rumah Sakit Kristen) di bawah naungan dr. Mesack, sekarang menjadi Yakkum cabang Cilacap di Sidareja.

Ternyata dengan mantan murid-murid Vervolg School yang tertinggal di Sidareja bisa menopang Jemaat Kristen Jawa Sidareja untuk mengatur Jemaatnya sesuai peraturannya :

  • Memanggil Bapak Amir Polycarpus menjadi pendetanya sampai dengan tahun 1960.
  • Pelayanan Gereja Kristen Jawa Sidareja sampai ke Pepanthan Patimuan yang didewasakan pada  7 Nopember 1967.
  • Memanggil Bapak Rubin Sastrorejo untuk menjadi Pendeta berikutnya sejak 1 April 1962 dan ditahbiskan pada tanggal 15 Oktober 1963 dan Emiritus pada tanggal 29 Januari 1999.
  • Keadaan rumah ibadah yang sederhana dan di lokasi rawan banjir, bermaksud untuk dipindah ke lokasi bebas banjir, dan ini bisa terlaksana. Dan pada tanggal 25 Agustus 1980 bisa mempergunakan Gedung Gereja yang baru untuk Natalan dan seterusnya untuk Kebaktian Minggu, dan lain-lain.
  • Yang seterusnya pada tanggal 29 Januari 1999 Bapak Handono Prasetyo Wardono, S.S1 ditahbiskan untuk menjadi Pendeta penerusnya.
  • Sejak tahun 1967 sampai dengan sekarang Gereja Kristen Jawa Sidareja melayani 3 Pepanthan, yaitu :
    1. Pepantan Tambaksari-Sidanegara;
    2. Pepantan Cipari;
    3. Pepanthan Sindeh.

PENUTUP

GKJ Sidareja tahun 2018 melaksanakan program renovasi dan pembangunan Gedung Gereja Induk, dan hingga saat ini ditahun 2022 proses renovasi dan pembangunan masih berjalan hingga target bisa selesai di tahun 2024, kiranya Tuhan memampukan sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik. GKJ Sidareja saat ini mempunyai ladang yang tumbuh menjadi tanaman serta membuahkan beberapa buah kelompok / wilayah saat ini akhir tahun 2021, yaitu :

  1. Kelompok Sindeh;
  2. Kelompok Sidamulya DSK;
  3. Kelompok Sidareja
  4. Kelompok Guntingsari;
  5. Kelompok Nusadadi;
  6. Kelompok Cipari;
  7. Kelompok Cipriyuk-Mulyasari;
  8. Kelompok Jatmika:
  9. Kelompok Tambaksari;
  10. Kelompok Sidanegara.

Adapun Jumlah Warga Gereja pada saat ini akhir tahun 2021 adalah :

  • Warga Dewasa berjumlah 245

(Laki-laki = 95, Perempuan = 150);

  • Warga Anak / Remaja berjumlah 418

(Laki-laki = 205, Perempuan = 213).