Info Kontak:

: Jl. Parangtritis KM.21, Tegal Belan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul

: 0812-2755-183

: gkjsidomulyo@yahoo.com; korvinuswahyu@yahoo.com

Pendeta:

  • Pdt. Korvinus Wahyu Nugroho S.Th.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 06.30 
  2. Minggu, Pk. 08.30
  3. Minggu,Pk. 09.00
  4. Minggu, Pk. 07.00 
  5. Minggu, Pk. 16.00 

Profil dan Sejarah:

 

SEJARAH SINGKAT GKJ SIDOMULYO

 

Berdirinya Gereja Kristen Jawa Sidomulyo

Atas perkenan Tuhan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus, mulai tahun 1954 di Dusun Tegalsari, Desa Donotirto, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul telah dirintis sebuah Persekutuan Keluarga. Sebagai perintis Persekutuan Keluarga tersebut adalah keluarga Bapak Panggih Rahayu, Bapak Pawiro Sudarso dan Ibu Atmorejo. Persekutuan Keluarga ini terus berkembang setapak demi setapak dan pada tahun 1965 telah memiliki jumlah warga sebanyak 38 orang. Pada tahun 1965 itulah, Kelompok Warga Kristen ini mulai mengadakan kebaktian Minggu dengan meminjam tempat untuk Ibadah yaitu rumah Bapak Pawiro Sudarso yang kebetulan adalah Kepala Dusun Sruwuh, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.

Berkat bimbingan Majelis Gereja Kristen Jawa Patalan dengan Pendeta Samono Hardjosuwito, Kebaktian Keluarga tersebut kemudian ditetapkan sebagai sebuah Gereja Pepanthan dengan nama Gereja Kristen Jawa Patalan Pepanthan Kretek. Dengan melalui berbagai tantangan dan hambatan, para pejuang Gereja tanpa kenal lelah dan takut selalu mewartakan Injil dari waktu ke waktu. Para pejuang Gereja tersebut, antara lain : Bapak Ds. P. Hadi Suwarno, Bapak Sarono Raharjo, Bapak Begjoyo Brojokrisnoro, Bapak Panggih Rahayu dan Bapak Siswo Sardjono. Pertumbuhan warga jemaat dari tahun ke tahun semakin bertambah, baik dari warga baru maupun warga pindahan dari Gereja lain.

Semangat warga jemaat untuk memiliki tempat Ibadah sendiri mulai tumbuh dan hal ini dipergumulkan dalam Rapat Jemaat dan Rapat Majelis Gereja Kristen Jawa Patalan pada saat itu. Kerinduan warga jemaat Gereja Kristen Jawa Patalan Pepanthan Kretek, didengarkan Tuhan. Pemerintah Desa Sidomulyo dengan Kepala Desa Bapak Suwardji memberikan tanah Kas Desa untuk dapat dibeli guna pembangunan gedung Gereja. Tanah kas desa itu kemudian mampu dibeli oleh jemaat.

Pembangunan tempat Ibadah segera direncanakan, penggalangan dana dimulai dan akhirnya proses pembangunan segera dimulai. Berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Kasih, pendanaan terkumpul dari partisipasi warga jemaat, dari Gereja Kristen Jawa Patalan, dari Pemda Tingkat II Bantul dan dari Pemda Tingkat I Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungguh jemaat merasa bersyukur, karena Allah Yang Maha Kasih berkenan memberkati kerja Panitia Pembangunan dan warga jemaat sehingga pada tanggal 02 Oktober 1979 warga Gereja Kristen Jawa Patalan Pepanthan Kretek dimampukan memiliki Gedung Gereja sendiri. Gedung Gereja baru, dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 1.030 m2 (Seribu Tiga Puluh Meter Persegi) di dusun Tegal Belan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul dan diresmikan oleh Bupati Bantul Bapak R. Soetomo Mangkusasmito, S.H. Pada saat itu juga, nama Gereja diubah menjadi Gereja Kristen Jawa Patalan Pepanthan Sidomulyo.

 

Masa Perintisan Gereja Kristen Jawa Patalan Pepanthan Parangtritis

Seiring dengan perkembangan jemaat di wilayah Gereja Jawa Patalan Pepanthan Kretek, Gereja Kristen Jawa Patalan juga merintis berdirinya Gereja di wilayah Parangtritis. Perjuangan pembangunan jemaat di Parangtritis dipelopori oleh Bapak Ds. P. Hadi Suwarno, Bapak Sarono Raharjo, Bapak Panggih Rahayu, Bapak Siswo Sardjono, Bapak Berjoyo Brojokrisnoro dan Bapak Ciptomartono. Pada tahap awal Kebaktian Keluarga diikuti oleh sekitar 27 orang, menempati rumah Bapak Ciptomartono di Dusun Grogol VII, Parangtritis, Kretek, Bantul. Kebaktian di tempat ini dilaksanakan dua minggu sekali.

Kerinduan untuk memiliki tempat ibadah sendiri akhirnya muncul juga. Bapak Ciptomartono (alm.) menyediakan tanah seluas 240 m2 terletak di Dusun Duwuran, Parangtritis guna pembangunan sebuah Gedung Gereja. Dengan bekal semangat yang tinggi, akhirnya Gedung Gereja dapat berdiri pada tahun 1978 dengan Sengkalan tahun yang berbunyi “Mangesti Sabda Gapuraning Urip”. Gedung Gereja baru, diresmikan oleh Bupati Bantul Bapak R. Soetomo Mangkusasmito, S.H.

 

Masa Menuju Gereja Dewasa

Setelah dua jemaat di wilayah Kecamatan Kretek dan Kecamatan Bambanglipuro resmi menjadi Gereja Kristen Jawa Patalan Pepanthan Sidomulyo dan Pepanthan Parangtritis. Setelah jemaat kedua pepanthan mengalami perkembangan, maka pada tahun 1992 mulailah muncul keinginan untuk mendewasakan Pepanthan Sidomulyo menjadi Gereja yang mandiri-dewasa.

Segala sesuatu yang terkait dengan persiapan pendewasaan mulai dilaksanakan. Setelah melalui proses yang cukup panjang –sejak tahun 1992– maka dalam Sidang ke-XII Gereja-gereja Kristen Jawa Klasis Yogyakarta Selatan di Gunturgeni pada tanggal 17 Juli 1997, diputuskan dan disetujui Gereja Kristen Jawa Patalan Pepanthan Sidomulyo dewasa dengan nama Gereja Kristen Jawa Sidomulyo.

Berdasarkan keputusan Sidang ke-XII Gereja-gereja Kristen Jawa Klasis Yogyakarta di Gunturgeni itulah kemudian Gereja Kristen Jawa Sidomulyo didewasakan pada tanggal 02 Oktober 1997 dan memiliki satu Pepanthan yaitu Parangtritis. Jumlah warga keseluruhan pada saat didewasakan adalah 370 orang yang tersebar di wilayah Kecamatan Bambanglipuro, Kretek dan Pundong. Rincian jumlah warga pada saat didewasakan adalah : Jemaat Dewasa laki-laki = 114 orang, jemaat Dewasa Perempuan = 132 orang, Jemaat Anak Laki-laki = 58 dan Jemaat Anak Perempuan = 66 anak.

 

Masa Pemanggilan Pendeta

Setelah menjadi jemaat dewasa sesuai dengan keputusan Sidang ke-XII Gereja-gereja Kristen Jawa Klasis Yogyakarta Selatan di Gunturgeni, Gereja Kristen Jawa Sidomulyo kemudian dilayani oleh Pendeta Konsulen dalam diri Pendeta Budi Raharjo, STh dari Gereja Kristen Jawa Kotagede Yogyakarta.

Kerinduan jemaat untuk memiliki Pendeta sendiri muncul sejak Gereja Kristen Jawa Sidomulyo didewasakan. Kerinduan itu lalu diwujudkan dalam persiapan-persiapan mulai dari pembentukan Panitia Pemanggilan, Penjaringan Bakal Calon Pendeta, Pemilihan, Orientasi, Pembimbingan Calon Pendeta dan Pentahbisan Pendeta.

Dari hasil Penjaringan, diputuskan sebagai calon tunggal adalah Saudara Korvinus Wahyu Nugroho, STh anak sulung dari Pendeta Othniel Ngatiyus Wignyo Nugroho dan Ibu Yohana Suprihatin yang menggembalakan jemaat di Gereja Kristen Jawa Watusigar, Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta.

Setelah melalui proses Orientasi selama kurang lebih 3 (tiga) bulan yakni pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei tahun 2000 dan setelah dilaksanakan Pemilihan; maka Saudara Korvinus Wahyu Nugroho, STh terpilih menjadi calon Pendeta Gereja Kristen Jawa Sidomulyo. Proses berikutnya adalah Masa Pembimbingan selama kurang lebih 6 (enam) bulan dan pada tanggal 26 Maret 2001 dalam Persidangan Gereja-gereja Kristen Jawa Klasis Yogyakarta Selatan di Gereja Kristen Jawa Mergangsan, saudara Korvinus Wahyu Nugroho, STh dinyatakan layak tahbis.

Pentahbisan kemudian dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2001 di Gereja Kristen Jawa Sidomulyo.[1] Saudara Korvinus Wahyu Nugroho, STh melayani jemaat Gereja Kristen Jawa Sidomulyo sebagai Pendeta sejak 11 Juli 2001 sampai sekarang.

 

Pepanthan dan Pos Kebaktian Gereja Kristen Jawa Sidomulyo

  1. Gereja Kristen Jawa Sidomulyo Pepanthan Parangtritis

Gereja Kristen Jawa Sidomulyo Pepanthan Parangtritis berada di Dusun Duwuran, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Letak Gereja Kristen Jawa Sidomulyo Pepanthan Parangtritis sangat strategis karena berada di pinggir Jalan Raya Yogyakarta Parangtritis Km 24, kurang lebih 2 Km sebelum obyek wisata Pantai Parangtritis. Secara kuantitas jumlah warga Gereja Kristen Jawa Sidomulyo Pepanthan Parangtritis sampai sekarang kurang lebih 150 orang.

  1. Pos Kebaktian Ngireng-ireng

Terletak di Dusun Ngireng-ireng, Desa Sidomulyo, Kecamatan bambanglipuro, Kabupaten Bantul. Pos Kebaktian Ngireng-ireng diresmikan pada tahun 1999 dalam sebuah Kebaktian Khusus yang dihadiri oleh jemaat, warga masyarakat sekitar dan unsur pemerintahan. Kebaktian dilaksanakan di salah seorang warga jemaat bernama Bapak Sakimin.

Pada peristiwa Gempa Bumi 27 Mei 2006, rumah Bapak Sakimin dan tempat Kebaktian roboh. Pasca peristiwa Gempa Bumi 27 Mei 2006 Kebaktian untuk sementara dilaksanakan di tempat Bapak Marjiyo dengan menggunakan tenda yang didirikan di pekarangan keluarga. Kerinduan untuk memiliki tempat Kebaktian sendiri pasca peristiwa Gempa Bumi semakin kuat. Jemaat terus berusaha untuk dapat memiliki tempat Kebaktian sendiri dengan mengumpulkan bantuan dari berbagai pihak. Keinginan jemaat semakin kuat lagi ketika salah seorang warga yaitu keluarga Bapak Jumiran, berkenan mempersembahkan sebidang tanah seluas 150 m2 kepada Gereja agar dipergunakan untuk mendirikan Gedung Gereja. Akhirnya jemaat dimampukan untuk membeli rumah joglo 8 x 12 m yang kemudian didirikan di atas tanah persembahan keluarga Bapak Jumiran. Secara kuantitas jumlah warga Pos Kebaktian Ngireng-ireng kurang lebih 35 orang.

 

Wilayah Pelayanan

Seperti sebagian besar Gereja pedesaan, sebagian besar jemaat Gereja Kristen Jawa Sidomulyo bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani dengan pola hidup dan tradisi Jawa yang begitu melekat. Dari status sosial jemaat, sebagian besar merupakan kelas menengah ke bawah. Akan tetapi kondisi tersebut tidak menjadi kendala dalam melanjutkan tugas panggilan jemaat, mewartakan Injil Kerajaan Allah di tengah-tengah kehidupannya.

Seiring dengan tetap berjalannya Pekabaran Injil yang dilakukan dari generasi ke generasi, maka Gereja Kristen Jawa Sidomulyo dapat berkembang dengan pesat.

Secara geografis, Gereja Kristen Jawa Sidomulyo diapit oleh wilayah-wilayah teritorial Kecamatan, antara lain :

  • Wilayah Barat : Kecamatan Sanden dan Kecamatan Pandak
  • Wilayah Timur : Kecamatan Imogiri, Pundong dan Banguntapan
  • Wilayah Utara : Kecamatan Bantul dan Sewon
  • Wilayah Selatan : Kecamatan Bambanglipuro dan Kretek

 

[1] Buku Panduan Pentahbisan Pendeta GKJ Sidomulyo, hal 25 – 27, tahun 2001