Info Kontak:

: Jl. Raya Trucuk, Jambon, Sabrang Lor, Kec. Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57467

: 0857 25731141

: wahyunugrohogkjtrucuk@gmail.com

Pendeta:

  • Pdt. Wahyu Nugroho, S.Si.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 07.00
  2. Minggu, Pk. 06.30

Profil dan Sejarah:

SEJARAH GKJ TRUCUK

 

GEREJA KRISTEN JAWA TRUCUK

KABUPATEN KLATEN

Jambon, Sabranglor, Trucuk, Klaten

Klemudan, Gaden, Trucuk, Klaten

 2022

 

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan yang telah memberkati pekerjaan ini sehinga bisa tersusun Buku Sejarah GKJ Trucuk Kabupaten Klaten.

Kami semua menyadari bahwa Buku Sejarah GKJ Trucuk yang kami susun masih sangat jauh dari sempurna, untuk itu dengan penuh kerendahan hati kami mengharapkan masukan, kritik maupun saran dari berbagai pihak yang berkompeten dan berkepentingan terhadap tumbuh kembangnya GKJ Trucuk.

Tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut meluangkan waktu, tenaga atau sumbangan pemikiran-pemikirannya dalam proses penyusunan Buu Sejarah GKJ Trucuk ini, terkhusus kepada para narasumber Bapak Ch. Soerono, Bapak Wardiyono dan Ibu Surtiyati.

Akhirnya kami berharap semoga Buku Sejarah GKJ Trucuk ini bisa menjadi pedoman bagi semua warga GKJ Trucuk untuk mengingat sejarah GKJ Trucuk dan menjadikannya motivasi untuk semakin bertumbuh dan berkembang dalam iman dan percaya kepada Yesus Raja Grejawi.

Klaten,     Maret 2022

Tim Penyusun

 

BAB I
PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

GKJ Trucuk dalam mengemban misinya menjadi tempat pemeliharaan iman bagi jemaatnya terus mengalami perkembangan. Setiap masa perkembangan selalu ada campur tangan Tuhan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Untuk mendokumenkan masa perkembangan tersebut khususnya dalam peristiwa berdirinya GKJ Trucuk perlu disusun Buku Sejarah GKJ Trucuk.

B.       Tujuan

Tujuan disusunnya Buku Sejarah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Trucuk adalah sebagai berikut :

  1. Mengarsipkan catatan sejarah berdirinya GKJ Trucuk
  2. Menghargai jasa para inisiator berdirinya GKJ Trucuk
  3. Memotivasi warga jemaat dalam melayani Tuhan dalam rangka meneruskan tujuan berdirinya gereja.

C.   Narasumber

GKJ Trucuk pada tahun 2021 menunjuk Tim Sejarah GKJ Trucuk untuk menelusuri sejarah berdirinya GKJ Trucuk dan dalam upayanya menelusuri sejarah berdirinya gereja, Tim Sejarah GKJ Trucuk menunjuk narasumber sebagai berikut :

Nama                               : Ch. Soerono

Tempat Tanggal Lahir : Klaten, 20 Februari 1941

Alamat                            : Kacar, Trucuk Trucuk

Nama                               : Wardiyono

Tempat Tanggal Lahir : Klaten, 3 April 1944

Alamat                            : Srebeggede, Trucuk Trucuk

Nama                                : Sri Surtiyati

Tempat Tanggal Lahir   : Klaten, 22 Oktober 1942

Alamat                              : Planggu, Trucuk

BAB II
SEJARAH BERDIRINYA GKJ KLATEN DI JAMBON DAN GADEN

 

A.      Persekutuan di Rumah Bapak Suro Wikromo

Tumbuhnya kekristenan di Wilayah Trucuk diawali oleh beberapa anak muda yang sekolah di yayasan Kristen dan juga keluarga dari Bp. Hadi Prawoto putra dari Arnold Kumalontang dari Manado. Secara perorangan masing-masing mengikuti kebaktian di Pedan, Ketandan dan Klaten. Tokoh muda saat itu yaitu Sumasno, Slamet Subiyanto, dan Ch. Surono aktif menggerakkan mengajak teman-temannya untuk bergereja. Menurut pengakuan narasumber ibu Sri Surtiyati ketiganya dengan semangat menghimpun peserkutuan saat itu.  GKD Klaten memberikan pembimbingan dan pendampingan melalui Bp. Purwo Atmojo dan Bp. Siswo Sumarto.  Ada 9 pemuda yang aktif mengikuti katekisasi di rumah Bp. Suro Wikromo dan dibabtis di GKD Klaten pada tahun 1963 oleh Bapak Pdt Notodiryo. Sembilan pemuda tersebut adalah Sumasno, Slamet Subiyanto, Ch. Surono, Wardiyono, Sri Surtiyati, Sri Mulyani, Hardono, Budi Sudarto, Giran.

Setelah terjadi G30 S/PKI sekitar tahun 1966 warga Kristen di wilayah Trucuk seperti mendapat tekanan dari kelompok ormas tertentu. Bp. Purwo Atmojo membeberi masukan agar di Trucuk memiliki tempat ibadah sendiri. Bp. Slamet Subiyanto dan Bp.Sumasno memprakarsai sarasehan yang dihadiri ± 15 orang warga GKD Klaten yang tinggal di Trucuk, Gaden, dan sekitarnya di Dk Srebeggede Desa Trucuk. Hasil sarasehan menyepakati untuk mengadakan kebaktian sendiri pada Hari Minggu di rumah Bp. Suro Wikromo di Dk Srebeggede Desa Trucuk.  Kemudian hasil kesepakatan tersebut disampaikan kepada GKD Klaten melalui Bp.Pdt S. Notodiryo dan disanggupi untuk dibicarakan dalam Rapat Majelis GKJ Klaten dengan syarat dalam kebaktian harus sanggup berpakaian rapi dan tidak mengenakan sendal jepit. Pembahasan dalam Rapat Majelis GKD Klaten menyetujui usulan warga tersebut dan diresmikanlah tempat ibadah/kebaktian Gereja Trucuk di rumah Bp/Ibu Suro Wikromo di Dk Srebeggede Desa Trucuk pada Hari Rabu, 27 September 1967 jam 16.00 WIB oleh Bp.Pdt S. Notodiryo. Kebaktian pertama dilaksanakan Hari Minggu, tanggal 1 Oktober 1967 dengan pengkotbah Bp. Siswo Sumarto dan dilanjutkan rutin setiap Hari Minggu berikutnya dengan jumlah warga sekitar ± 30 orang. Dukungan nyata diberikan oleh Kepala Desa Trucuk yaitu Bp. Citro Pawiro dengan memberikan pinjaman kursi panjang dari Balai Desa. Pelayanan peneguhan nikah pertama kali di Gereja Trucuk pada tanggal 29 Oktober 1967 untuk pasangan Mardiyo Yosep (warga GKDW Surabaya) dengan Wihartini (Warga GKD Klaten) dilayani oleh Bp.Pdt S. Notodiryo. Pelayanan Babtis Pertama untuk Yohana Widi Astuti dan Agus Eri Purwoko pada tanggal 29 Juni 1969 dilayani oleh Bp. Pdt Notodiryo . Warga yang dibabtis semakin bertambah seperti Ibu Bandi, Camat Iswoyo bersama istri, Camat Sudiyono, dan pada tanggal 21 Desember 1969 dilaksanakan pelayanan babtis oleh Bp. Pdt Ds. S Notodiryo untuk 12 orang sekaligus yang meliputi 10 orang babtis dewasa yaitu Keriyanto, Bp. Siswanto, Ibu Siswanto, Kukuh, Welas, Sadiyo, Kaliso, Darsono, Satimin, dan Peni serta 2 orang babtis anak putri dari Bp/Ibu Siswanto yaitu  Heny Purwaningsih dan Rias Wahjuningsih.

B.   Berdirinya GKJ Klaten Pepanthan Jambon

Kerinduan jemaat Gereja Trucuk untuk memiliki bangunan gereja diberkati Tuhan melalui Pemerintah Kecamatan Trucuk. Bapak Kepala Desa Citro Pawiro memberikan informasi adanya peluang mendapatkan tanah koge dari kecamatan. Bapak Hadi Prawoto menindaklanjuti ke Camat Trucuk Bapak Iswoyo. Bapak Iswoyo kemudian mengumpulkan tokoh-tokoh agama se-Kecamatan Trucuk termasuk perwakilan Kristiani dari GKD Klaten yaitu Wardiyono dan Sumasno, dan Reti dari perwakilan gereja Advent . Inti koordinasi adalah bahwa semua pemeluk agama di kecamatan Trucuk berhak mendapatkan tanah untuk dibangun tempat ibadah.  Dalam perbincangan disanggah oleh perwakilan dari Babat muslim yaitu Drs. Daruri yang menyatakan jumlah jemaat selain Islam hanya sedikit dan meminta agar semua diberikan kepada pemeluk agama Islam. Wardiyono menyanggah agar dikembalikan ke tujuan awal. Meskipun terjadi perdebatan rapat dipercepat dikarenakan suasana mencekam pasca G30 S/PKI. Akhirnya diputuskan Oleh Camat Iswoyo bahwa Pemeluk agama Islam diberikan tanah di Babat dan pemeluk Agama Kristen khususnya warga GKD Klaten yang ada di Trucuk diberikan sebidang tanah koge berukuran ± 500 m2 di Dukuh Jambon, Desa Sabranglor Kecamatan Trucuk dengan status Hak Guna Bangunan. Tanah tersebut cukup lama didiamkan, Bp. Pdt Notodriyo meminta kepada Sumasno untuk mengkoordinir pembangunan Pondasi. Tanah tersebut menjadi modal utama untuk menggugah dan merangsang semangat jemaat Gereja Trucuk untuk membangun tempat ibadah secara bertahap. Jemaat yang memprakarsai penggalangan dana pembangunan gedung gereja antara lain : Bp. Slamet Subiyanto, Bp. Sumasno, Bp. Siswanto, Bp.Ch Surono, dan lain-lain.

Rintisan pembangunan tempat ibadah didukung moril dan materiil oleh Pemerintah Kecamatan Trucuk. Camat Iswoyo pindah ke kecamatan Wedi dan digantikan Bp. Sudiyono. Proses rekomendasi rencana pendirian gereja terus dilanjutkan di masa kepemimpinan Bp. Sudiyono yang hanya menjabat sekitar 3 bulan dikarenakan wafat dan digantikan B. Camat Sugiyono.  Pelaksanaan pembangunan gedung gereja Trucuk dimulai tahun 70an bersamaan dengan pembangunan gedung SMEP Negeri Trucuk (sekarang SMP N 2 Trucuk). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Pdt Notodiryo. Semula akan dibuat pasangan bata ¾ namun atas usulan Bp. Notodiryo akhirnya dibuat sebatu. Camat Sugiyono secara pribadi membantu bata merah dan pasir. Gambar gereja dibuat oleh Sutrisno guru STP Jatinom adik ipar Bp. Ch Surono. Atap sebagian besar dibuat dari Karakan dan dibawa beramai-ramai ke Trucuk. Bapak Hadi Prawito dan Bp. Winoto banyak memberikan bantuan material dalam proses pembangunan. Listrik gereja dibantu oleh Sdr. Sunarto Hardjo Muljono. Atas berkat Tuhan tempat ibadah dapat digunakan mulai Tanggal  1 Agustus 1976.

Sebagai Petugas PI di Wilayah Trucuk adalah Bp. Siswo Sumarto dan Bp. Purwo Admojo. Adapun tempat katakisasi adalah sebagai berikut :

  1. Rumah Bp. Citro Pawiro (Kades Trucuk)
  2. Rumah Bp. Winoto di Sabranglor
  3. Rumah Bp. Sumasno di Kalikebo
  4. Rumah Bp. Sadiyo di Klemudan

Pelayanan perjamuan kudus pertama di gereja Trucuk tanggal 28 November 1976 dilayani oleh Bp. Pdt Notodiryo. Pelayanan Nikah pertama di Gedung Gereja Trucuk adalah pasangan Ch. Surono dengan Sri Wuryati pada tanggal 24 Oktober 1977 dilayani oleh Bp. Pdt. Sukarno dari GKD Pedan.

C.   Berdirinya GKJ Klaten Pepanthan Gaden

Dalam perjalanan waktu, ibarat benih yang ditabur oleh Sang Penabur mengarah ke selatan meliputi wilayah Kalikebo, Gaden, Wiro dan sekitarnya, benih tersebut tumbuh, berkembang dan berbuah. Para aktifis gereja dan jemaat berusaha mencari lokasi untuk tempat ibadah. Melalui Bp. Sy Siswanto, jemaat mengajukan permohonan kepada Kepala Desa Gaden yang waktu itu dijabat Bapak Wongso Sukarno agar bisa diberi tanah untuk dibangun gedung gereja yang akan dipergunakan untuk ibadah umat Kristiani di Gaden dan sekitarnya. Semula akan diberikan tanah di depan SD Negeri Gaden II namun karena warga banyak tinggal di Klemudan maka warga melalui Bp. Siswanto dan Bp. Surono memohon untuk diberikan tanah desa di Dk Klemudan. Permohonan dikabulkan dengan pemberian tanah seluas ± 530 m2 di Dukuh Klemudan.

Pada waktu peresmian gereja Karangnongko, Bp. Wardiyono diajak hadir disana bersama Pdt Notodriyo.  Dalam kegiatan tersebut dihadapan Majelis GKD Klaten dan warga jemaat Gereja Karangnongko Bp. Wardiyono diberi kesempatan untuk mnyampaikan keberadaan tanah di Desa Gaden yang diperuntukkan untuk gereja. Persembahan dari kantong kolekte diperuntukkan untuk membantu pembangunan gereja di Gaden.

Pemberian tanah makin merangsang dan menggugah saudara-saudara seiman untuk membangun tempat ibadah. Dukungan moril dan material dari Kepala Desa berwujud bata merah, batu gamping untuk tempat pondasi. Penggalangan dana ke Belanda oleh Ibu Sri Atmintiasih memperoleh bantuan 1.000 golden. Bantuan juga diberikan dari alokasi dana GKJ Klaten untuk mempercepat proses pembangunan tempat ibadah. Pada tahun 1990 sudah dapat digunakan untuk kebaktian meskipun pembangunan belum 100 % selesai.

Pelayanan babtis anak-anak pertama kali di Gereja Gaden dilayani oleh Bp. Pdt Ch. Nuryadi, S.Th tanggal 16 Juni 1991 sebagai berikut :

  1. Yohanes Risang Permadi (putra Bp. Sugeng Mulyono)
  2. Elizabeth R.Sita (putri Bp. Yoto Susilo)
  3. Yulius Agung Saputra (putra Bp. Kaliso)
  4. Paramitha Dwi Purnamasari (putri Bp. Kamsidi)

Pelayanan Sidhi pertama tanggal 6 September 1992 :

  1. Purwanto
  2. Siswinarti
  3. Yunianto Hermawan
  4. Ratna Dewi Susilowati
  5. Sadino Karso Atmojo (semula warga gereja Advent)

Pelayanan pemberkatan nikah pertama di gereja Gaden dilayani oleh Bp. Pdt. Widyatmo PH.S.Th tanggal 22 Maret 1991 pasangan Tugirin dan Wihartini. Pelayanan perjamuan kudus yang pertama tanggal 18 Setember 1990.

BAB III
PENDEWASAAN GKJ TRUCUK

 Blok VI Trucuk dan Blok VII Gaden merupakan pepanthan dari GKJ Klaten. Berdasarkan musyawarah kedua blok tersebut tanggal 27 April 2011 mengusulkan kepada majelis GKJ Klaten agar kedua blok tersebut dirintis untuk pendewasaan. Tahap perintisan pendewasaan dilanjutkan tahap persiapan pendewasaan. Majelis GKJ Klaten membentuk/mengangkat Panitia Pendewasaan dan Pemanggilan Pendeta Wilayah C dengan Ketua Bp. Mardjuki, B.Sc dan Bp. Ch. Surono dengan nomor surat :208/C/GKJ,Klt/XII/2005 tanggal 6 Desember 2005.

Berdasarkan Visitasi Deputat Keesaan Klasis Klaten Timur XVI Hari Rabu tanggal 26 Oktober 2005, maka dalam Sidang Klasis Klaten Timur XVII pada tanggal 27 Januari 2006 tertuang dalam Akta Sidang Klasis Klaten Timur XVII artikel 16 dan 17 diputuskan menyetujui Pendewasaan Pepanthan Trucuk dan Pepanthan Gaden, sekaligus Pemanggilan Calon Pendeta.

Dengan putusan Sidang Majelis Gereja Kristen Jawa Klaten maka berdirilah gereja baru pada Hari Minggu, Tanggal 1 Oktober 2006 dengan nama “GEREJA KRISTEN JAWA TRUCUK”.

Bersamaan dengan proses pendewasaan juga dilakukan proses pemanggilan calon pendeta. Proses pemanggilan calon pendeta berjalan lancar dengan calon tunggal yaitu Wahyu Nugroho, S.Si. Setelah selesai masa vicariat dilanjutkan penahbisan pendeta atas diri Wahyu Nugroho S.Si sebagai pendeta GKJ Trucuk pada tanggal 22 Maret 2008.

BAB IV
PENUTUP

Demikian sejarah singkat berdinya GKJ Trucuk Kabupaten Klaten ini tersusun, semoga bisa menjadi catatan berharga demi keberlangsungan pertumbuhan persekutuan di GKJ Trucuk. Masih banyak kekurangan dalam penggalian data dan informasi terkait berdirinya GKJ Trucuk, saran dan masukan diharapkan dari segenap warga GKJ Trucuk dan pihak terkait demi kesempurnaan catatan sejarah ini. Generasi muda diharapkan selalu mengingat, meneladani dan meneruskan pemelharaan iman di GKJ Trucuk agar semakin tumbuh dewasa dalam iman dan percaya kepada Tuhan Yesus Raja Gereja.