Info Kontak:

: Jl. Bhayangkara No.3 Terbah RT.13 RW.06 Wates, Kulonprogo 55611

: 0274-773465

: wates@gkj.or.id

Pendeta:

  • Pdt. Martinus Dwi Anggara, S.Th.
  • Pdt. Adhika Tri Subowo, S.Si.

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 07.00
  2. Minggu, Pk. 09.00
  3. Minggu, Pk. 16.00
  4. Minggu, Pk. 18.30

Profil dan Sejarah:

Sejak didirikannya Rumah Sakit Wates, yang dahulu disebut Hulphospital tahun 1908 pada masa dr.Priys, yang mendapat subsidi dari Kanjeng Sultan di Yogyakarta mulai terdengar Kidung Pujian untuk Allah. Para pengunjung rumah sakit dan pasien sebelum berobat sebelumnya diminta untuk mendengarkan Firman Tuhan terlebih dahulu. Begitu juga dengan para pekerja Rumah Sakit itu sendiri. Karena pemahsyuran Injil melalui media Rumah Sakit semakin maju dan didukung media lain berupa Pendidikan Kristen dan Media Cetak maka terbentuklah Jemaah Kristen Jawa. Pada 1927, Jemaah Kristen itu berubah menjadi Jemaah Gereja Dewasa namun belum memiliki tempat ibadah dan masih menumpang di Rumah Sakit Wates. Untuk menampung jemaat gereja kemudian dengan bantuan Jemaat Kristen Negara Belanda, Dr. Pos selaku Pendeta Konsulen waktu liburan di Negara Belanda minta bantuaan jemaat di sana untuk pembangunan tersebut. Bantuan berupa uang sebesar F 3.000,- (tiga ribu gulden) dan F 5.000,- (Lima ribu gulden) sebagai pinjaman.  Peresmian berdirinya Gereja Kristen Jawa Wates  pada tanggal 7 November 1930 dengan candra sangkala : “Tunggal Rasa Ngesthi Semedi” (1861 Jawa). Peristiwa sejarah yang pernah terjadi antara lain :

1. Pembaptisan pertama penduduk asli wates, yaitu : Bapak Projosemito dari Nagung, Wates dan Bapak/Ibu Tjokrosentono dari Kidul Pasar Wates,

2. Pengangkatan Guru Injil pertama di Wates yaitu Bapak Kalam Efrayim pada tahun 1913,

3. Pendewasaan Jemaat. Pada tanggal 4 September 1927 diteguhkan Majelis Jemaat Wates yang pertama terdiri atas 3 orang tua-tua dan 1 orang diaken, sehingga jemaat Wates menjadi jemaat yang dewasa dengan anggota sebanyak 130 orang. Majelis jemaat pada saat itu sampai ditasbihkannya Rebin Hardjosiswoyo sebagai pendeta pertama GKJ Wates tanggal 26 Oktober 1938, antara lain : 1. Sastrosudiro, Guru HJS Wates, 2. dr. Soenesmo, Kepala RS Wates, 3. dr. Groot, 4. dr. Offringa, 5. Yakub Martosardjono, Wates, 6. Katam, Bojong, Panjatan, 7. Martopawiro, Kliwonan, Triharjo, Wates, 8. Lamin Martoharsono, Guru HJS Wates, Sastrokardjana.

Sebelum pembangunan Gedung GKJ Wates, Zending terlebih dulu membangun Gedung perumahan guru-guru HJS mulai dari Bybel di sebelah timur alun-alun Wates dan di muka GKJ Wates, yang sekarang merupakan Gedung SMP Bopkri II Wates. Bangunan lama GKJ sendiri terdiri dari Bangunan Gereja dan Kantor Klassis.

Pada masa pendudukan Jepang (1943), gereja, sekolah kristen dan Rumah Sakit Wates ditutup karena dianggap pro Belanda.

Pada masa kemerdekaan, Gereja Kristen Jawa Wates difungsikan kembali dan mendukung Pemerintah Indonesia yang bersikap positif terhadap seluruh umat beragama di seluruh Indonesia.

Gedung ini mengalami dua kali pemugaran, yang pertama pada tahun 1986 dengan biaya sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) berasal dari persembahan warga, sekolah-sekolah BOPKRI Wates dan Donatur. Kemudian dikarenakan GKJ Wates sudah tidak dapat menampung warga dalam kebaktian khususnya pada saat pelayanan Perjamuan Kudus, maka mulai tanggal 21 Oktober 1990 dipugar dan diperluas dari semula luas 145.25 m² menjadi  314,45 m². Peresmian pemugaran ini dilakukan tahun 1991 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.

1.                 GKJ Wates didewasakan tanggal 4 September 1927.34

Cikal bakal GKJ Wates tidak dipungkiri adanya rumah sakit (hulphospitaal) yang didirikan pada tahun 1908, atas bantuan dana dari Sultan Yogyakarta.35.

Zending secara tidak langsung diuntungkan dengan kehadiran rumah sakit tersebut. Terbukti saoebengipoen hulphospitaal ing Wates .. radi enggal katoewoehan goeyoebanipoen tijang pitados, dados paedahipoen kangge Zending oegi enggal radi tjata.36

Dalam perjalanan waktu jemaat yang ada di Wates, seperti halnya Patalan dan Wonosari sudah membangun gedung gereja, walaupun sebagian dana berasal dari bantuan jemaat dari Belanda melalui Ds Pos, tidak mengurangi semangat kemandirian jemaat lokal. Greja Wates kabikak nalika tanggal 7 November 1930.37

Hal yang menarik adalah penggunaan gedung GKJ Wates yang baru selesai dibangun tersebut, setelah 3 tahun jemaat Wates didewasakan tepatnya pada tahun 1927. Ing pasamoean Wates nalika taoen 1927 katetepaken kalenggahan pinisepoeh toewin djoeroe pamoelasara.38

Agaknya setelah dewasa ada semangat untuk memiliki tempat ibadah yang permanen, dan setelah tiga tahun membangun gedung gereja intu sudah bisa dipergunakan. Dengan demikian bila dalam kenyataan sekarang GKJ Wates disebutkan didewasakan pada tanggal 4 September 1927 ada kesamaannya dengan apa yang Wolterbeek sebutkan.

  • 34 Agenda 2004 Gereja Kristen Jawa, Sinode GKJ, 2004 hlm 17.
  • 35 Lihat Wolterbeek, Babaz Zending ing Tanah Djawi, 1939, hal 285.
  • 36 Wolterbeek Babaz Zending ing Tanah Djawi, 1939, hal 285.
  • 37 Ibid., hlm. 255.
  • 38 Ibid., hlm. 355.

Pendeta pertama ditahbiskannya Bp. Rebin Hardjosiswoyo, tanggal 26 Oktober 1938, pensiun Tahun 1964, meninggal dunia tanggal 12 April 1964. Gedung GKJ Wates diresmikan tanggal 7 November 1930 dengan candra sangkala”Tunggal Rasa Ngesthi Semedi” (1861 Tahun Jawa), Pendeta konsulen GKJ Wates Tahun 1922 yaitu Ds.Pos. Pendeta ke dua di teguhkan yaitu Pdt. Edi Trimodoroempoko, S.Th. pada tanggal 27 Oktober 1959 pindah ke GKJ Manahan Solo pada tanggal 1 Januari 1964. Digantikan Pendeta Isman sebagai gembala GKJ Wates tanggal 23 September 1965 sampai tahun 1991 GKJ Wates mempunyai 9 (sembilan) Pepanthan yaitu :

    1. Depok, Kecamatan Panjatan,
    2. Wonogiri, Jatirejo, Kecamatan Lendah,
    3. Kutagiri, Sidomulyo Kecamatan Pengasih
    4. Toyan, Triharjo, Kecamatan Wates
    5. Galur, Kecamatan Galur
    6. Kalidengen, Kecamatan Temon.
    7. Pepanthan Butuh, alamat: Butuh, Bumirejo Kecamatan Lendah
    8. Pepanthan Cumethuk. alamat: Cumethuk, RT.24/ RW.12, Kedungsari, Pengasih, Kulonprogo.
    9. Pepanthan Kalinongko, alamat: Kalinongko, RT.14, RW. 07, Kedungsari, Pengasih, Kulonprogo.

GKJ Wates pada Tahun 1991 sampai Tahun 2012 mempunyai 4 (empat) Pepanthan yaitu :

  1. Pepanthan Sidomulyo, alamat: Parakan RT. 54 / RW. 26, Sidomulyo, Pengasih Kulonprogo.
  2. Pepanthan Butuh, alamat: Butuh, Bumirejo Kecamatan Lendah.
  3. Pepanthan Cumethuk. alamat: Cumethuk, RT.24/ RW.12, Kedungsari, Pengasih, Kulonprogo.
  4. Pepanthan Kalinongko, alamat: Kalinongko, RT.14, RW. 07, Kedungsari, Pengasih, Kulonprogo.

2.                 GKJ Wates Selatan didewasakan tanggal 28 Juni 1995.55

GKJ Wates Selatan yang didewasakan pada tanggal 28 Juni 1995 dibersamakan dengan pentahbisan Pendeta atas diri R. Hestitama, S.Th, semula sebagai Pepanthan-pepanthan wilayah pelayanan GKJ Wates. Adapun Wilayah pelayanan GKJ Wates Selatan meliputi Depok, Panjatan sebagai Induk kemudian Pepanthan  Wonogiri Lendah, Pepanthan Galur, Pepanthan Toyan, Triharjo.56 Sebutan GKJ Wates Selatan agaknya memang Wilayah pelayanannya berada pada geografis Selatan Wates dalam arti selatan GKJ Wates, bukan karena di selatan kota Wates. Sebab bila menilik domisili jemaat tidak lagi sekedar di selatan Wates, namun di luar kota Wates, sebab semuanya berada tidak hanya di luar kota Wates, melainkan juga di luar Kecamatan Wates.

Pepanthan-pepanthan yang sebelumnya sebagai bagian Wilayah-wilayah pelayanan GKJ Wates ini telah lama ada (eksis) dan memiliki sejarah yang unik, selain Pepanthan Toyan yang relatif muda usianya sejak 20 Juli 1986.62

Pendirian gedung gereja telah ijin Gubernur pada tahun 1989.

Pepanthan Depok Panjatan yang telah bertumbuh sejak tahun 1933 semenjak ada Baptisan pertama di sana, bahkan telah memiliki gedung gereja pada tahun tersebut.57

Sedangkan Pepanthan Wonogiri Lendah semula warga jemaat Kerasulan, namun sejak tahun 1933 menyatakan menjadi satu dengan Zending, yang selanjutnya pelayanan diampu oleh GKJ Wates hingga pada akhirnya sebagai bagian utuh dari GKJ Wates Selatan.58

Demikian halnya dengan Pepanthan Galur, tumbuh dari kelompok Kristen berkat adanya hulphospitaal di Sewugalur sejak 1922. Bahkan pada awalnya Kebaktian Minggu dilakukan di ruang tunggu hulphospitaal Sewugalur, baru kemudian di rumah salah satu warga.59

Semula Pepanthan Galur masuk dalam Wilayah pelayanan GKJ Gunturgeni, Bantul. Memang pada perkembangan kemudian GKJ Gunturgeni sempat menjadi anggota Klasis Kulon Progo.60

Namun karena dianggap mengalami kesulitan dalam kaitannya dengan pemerintahan politis sejak Sidang Klasis Kulon Progo XVI tahun 1990, GKJ Gunturgeni masuk anggota Klasis Yogyakarta Selatan, sedangkan Pepanthan Galur masuk Wilayah Pelayanan GKJ Wates.61.

  • 55 Agenda 2004 Gereja Kristen Jawa, Sinode GKJ, 2004 hlm 17.
  • 60 Pdt.Em Hardjokrisworo, Kronologis Berdirinya Klasis Kulon Progo.
  • 61 Pendewasaan Jemaat GKJ Wates Selatan dan Pentahbisan Pendeta atas diri R. Hestitama, S.Th. 28 Juni 1995.
  • 57; 58 ; 59; 60 ; 61   Ibid.

3.       Pepanthan Kalidengen.

  • Serah terima GKJ Wates Pepanthan Kalidengan dari GKJ Wates ke GKJ Temon, dilaksanakan Minggu, 2 Oktober 2005 tempat di GKJ Wates Pepanthan Kalidengen yang menyerahkan Pnt. Joko Susilo (Ketua Umum Majelis GKJ Wates) kepada yang menerima Pnt. Drs. Dhanu Priyo Prabowo, M.Hum (Ketua Umum Majelis GKJ Temon) saksi Pdt. R. Hestitama, S.Th. (Pendeta GKJ Wates Selatan) dan Pdt. Ch. Edy Mulyanto, S.Th. (Pendeta GKJ Palihan) Jumlah warga jemaat 21 warga (laki-laki 7 orang, perempuan 14 orang), tanah dengan sertifikat tanah No.13.03.01.05.3.00002, luas 314m2, Gedung gereja ukuran 8.5mx18m, kursi besi  20 buah, meja 3 buah, kursi panjang 3 buah.
  • Bapak Pdt. Em. R. Sri Hascaryo, S.Th. di Tahbisan tanggal. 1 Januari 1972, emiritus tanggal 1 Desember 2000.  Berita lelayu, telah kembali ke rumah Bapa : usia 67 Tahun pada hari Jumat, tanggal 27 Agustus 2010 Waktu, pukul ;  14.00 WIB di Kotagedhe Yogyakarta U p a c a r a      G e r e j a : Disemayamkan : Tempat Persekutuan Doa Gedung Gereja GKJ Wates pada Jumat, 27 Agustus 2010, pukul 19.30 WIB Ibadah Pelepasan pada Sabtu, 28 Agustus 2010, pukul 10.00 WIB di gedung GEREJA KRISTEN JAWA ( GKJ ) WATES Jalan Bhayangkara No. 3 Terbah RT.13. RW. 06 Wates, Kulonprogo, kode pos ; 55611,  DAERAH  ISTIMEWA  YOGYAKARTA ( DIY ). Yang Berdukacita  :  R.Ngt. Octy Suryandari (istri), R. Purwandaru, SP,  R. Bima Adi, S.Si., M.Th., MA,  Kaprananing Tyas, S.Kep.,(menantu) Albert Theomarvel Adi (cucu). Alexeyfino Theovere Adi. (cucu) . U p a c a r a   K e l u a r g a : Disemayamkan di Kanoman Panjatan dimakamkan di Makamsari Kanoman Panjatan, Kulonprogo pada Sabtu, 28 Agustus 2010, pukul 11. 00  WIB – pukul 14.00 WIB. Meninggal dunia Sabtu, 28 Agustus 2010, saat itu Ketua Majelis Bp. Pnt. Tudjo, B.A, Sekretaris Umum Bp. Pnt. Prana Birawa Jalu Pamungkas.
  • Pdt. Santosa Budi Harjono, M.Th. lahir di Wonogiri, 14 Juli 1966, Pendidikan akhir S.2. Teologi UKDW Yogyakarta, Riza Nugrohowati, S.H. (istri) Yeheskiel Reza Andrazein, Kulon Progo, 13 Agustus 1990 (anak) alih pelayanan ke GKJ Sumber Surakarta
  • Pentahbisan sebagai Pendeta GKJ Wates, tanggal 8 Desember 1999, ada Perjanjian kesepakatan antara GKJ Sumber dengan GKJ Wates tentang alih pelayanan Pendeta, Nomor 408/K/GKJ.S/XII/2009 ; Nomor 568/GKJ.Wt/KP-XII/2009, hari Rabu tanggal 9 Desember 2009.
  • Pdt. Adhika Tri Subowo, S.Si., lahir di Pemalang,18 Juli 1987, Jalan Bhayangkara No. 3 Terbah RT.13. RW. 06 Wates, Kulon Progo, Nama Istri Arivia Novia Susanti, anak Smita Mirahingsih Widhi, Yogyakarta, 17 November 2016, Smara Guritaning Widhi, Yogyakarta, 2 Agustus 2018.

Pentahbisan sebagai Pendeta GKJ Wates, Nomor SK-01/001-MPH-GKJ-WT./KP.-III/2013, tanggal 23 Maret 2013,

  • Pdt. Martinus Dwi Anggara, S.Th. Serdangkuring, 5 Maret 1988, Jalan Bhayangkara No. 3 Terbah RT.13. RW. 06 Wates, Kulon Progo, Nama Istri Indriani, anak Arsyanendra Tyaga, Kulon Progo, 14 April 2015. Pentahbisan sebagai Pendeta GKJ Wates, Nomor SK-01/001-MPH-GKJ-WT./KP.-III/2013, tanggal 23 Maret 2013,