Info Kontak:

: Ngipang, RT.05 RW.28,Kadipiro, Banjarsari, Surakarta 57136

: 0271 735014

: gkjwismapanembah.nw@gmail.com

Pendeta:

Data Pendeta Belum Tersedia

Jadwal Ibadah:

  1. Minggu, Pk. 08.00
  2. Minggu, Pk. 18.30

Profil dan Sejarah:

Pada tahun 1951, warga jemaat GKJ Margoyudan tersebar sampai di wilayah pinggiran Solo Utara, yaitu Ngipang, sudah ada sekelompok orang yang mengikuti persekutuan dan katekisasi yang dilayani oleh Majelis GKJ Margoyudan yaitu Citroyudono dan Pujo Hadiwisoko di rumah warga bernama Karto Bekel, diantaranya Karto Bekel sendiri, Towiredjo, Karto Ucet, Partowiredjo, Wongsoredjo dan Karto Sondjo, selain orang-orang Ngipang tersebut selanjutnya kelompok ini juga diikuti oleh orang Welar. Dengan bertambahnya jumlah warga Kristen di Ngipang yang semakin banyak, selain alasan jarak, pada waktu itu secara rohani rasa persekutuan di  dalam Kristus semakin kuat, ada rasa rindu untuk mengembangkan dan memperluas Pemberitaan Injil, maka adanya suatu tempat kebaktian merupakan kebutuhan yang mendesak. Karena hal itu maka pada tahun 1955 mulai dilayankan kebaktian di rumah Wongsoredjo di Ngipang. Pada tahun 1961 dimulailah pembangunan gedung gereja di tanah milik Wongsoredjo. Selain itu warga Kristen di Ngipang juga memiliki harapan berdiri menjadi suatu pepanthan. Maka syarat-syarat menjadi pepanthan juga diperhitungkan. Setelah semua syarat menjadi pepanthan telah dipenuhi maka selanjutnya pada tahun 1966, kelompok Ngipang diresmikan menjadi pepanthan GKJ Margoyudan.

 

Semula pepanthan Ngipang adalah bagian dari GKJ Margoyudan yang dalam perkembangannya dibagi lagi oleh GKJ Margoyudan menjadi wilayah pelayanan Sala Utara. Dalam hal perkembangannya bisa dikatakan pepanthan Ngipang lebih lambat dibandingkan Nusukan, sehingga ketika GKJ Nusukan dewasa lebih dulu diberikanlah pilihan bagi pepanthan Ngipang oleh Induknya GKJ Margoyudan, tetap menginduk kepada GKJ Margoyudan atau menginduk kepada GKJ Nusukan. Oleh karena alasan pertimbangan letak geografis yang lebih dekat, maka Pepanthan Ngipang memilih untuk bergabung dengan GKJ Nusukan. Sehingga pelimpahan pelayanan ini diwujudkan sejak GKJ Nusukan menjadi gereja yang dewasa pada tanggal 8 November 1969.

 

Welar merupakan wilayah PI GKJ Nusukan yang perkembangan jemaatnya sangat pesat. Seiring berjalannya waktu dan semakin banyak warga Kristen di Welar, warga yang tadinya ikut beribadah di Pepanthan Ngipang akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dengan mendirikan tempat kebaktian sendiri. Selain itu, jarak dan kondisi wilayah juga menjadi alasan. Pada masa itu kondisi jalan tidak seperti sekarang, pada musim penghujan jalanan sulit dilewati / “jeblok” maka lebih baik jika Welar mendirikan tempat ibadah sendiri. Selanjutnya Majelis GKJ Nusukan dalam sidangnya tanggal 5 Mei 1977 memutuskan untuk mengadakan tempat kebaktian baru di daerah Welar. Pada tanggal 29 Mei 1977 bertepatan dengan hari Pentakosta diresmikanlah tempat kebaktian di Welar. Tempat kebaktian ini dipersiapkan oleh Majelis GKJ Nusukan untuk menjadi pepanthan, selain pepanthan Ngipang yang sudah ada sebelumnya.

 

Dalam perkembangannya, dengan semangat kejemaatan dan penginjilan yang kuat pepanthan Ngipang terus bergerak menuju gereja yang dewasa, keinginan untuk dewasa ini juga didukung oleh warga di pepanthan Welar. Keinginan untuk menjadi gereja dewasa ini disampaikan kepada Majelis GKJ Nusukan dan disetujui dengan satu saran agar Pepanthan Ngipang dan Welar menjadi satu guna mengatasi masalah finansial jika keduanya menjadi gereja dewasa sendiri-sendiri. Sebagai langkah selanjutnya Majelis GKJ Nusukan memutuskan pada tanggal 1 Maret 1990, bahwa urusan administrasi pepanthan Ngipang dan Welar harus sudah menjadi satu dan laporan yang diberikan kepada Majelis GKJ Nusukan hanya bersifat pemberitahuan.

 

Selanjutnya pada 8 Juli 1992 mulai disusun kepengurusan kemandirian gereja Pepanthan Ngipang-Welar, dari situ diadakan swakelola masalah dana, penyelenggaraan rapat majelis, pembinaan majelis dan yang lainnya. Pada bulan Agustus 1992 mulai diadakan pemilihan Majelis Ngipang-Welar, selanjutnya diteguhkan pada 20 September 1992. Memasuki bulan Mei 1993 oleh GKJ Nusukan, mulailah dipersiapkan segala sesuatunya untuk menuju Pendewasaan pepanthan Ngipang dan Welar. Selanjutnya Pepanthan Ngipang-Welar diresmikan menjadi Gereja Dewasa dengan nama GKJ Wisma Panembah Ngipang-Welar dan diresmikan dalam upacara pendewasaan pada tanggal 9 September tahun 1995 serta bergabung dengan Klasis Sala dengan pendeta konsulen Bp. Pdt. Iskak Mangunsaputra. Dua tahun berikutnya, GKJ Wisma Panembah Ngipang-Welar telah memiliki pendeta yaitu, Andreas Rus Seno, S. PAK diteguhkan dan ditahbiskan sebagai pendeta di GKJ Wisma Panembah Ngipang-Welar pada tanggal 9 September 1997.

 

Pada tanggal 16 Juni 2016 Gereja Kristen Jawa Wisma Panembah Wilayah Welar diresmikan pembiakannya menjadi Gereja Kristen Jawa Welar, sekaligus dilaksanankan peneguhan dan penahbisan Pdt. Agias Hesa Kalumbara, S. Si. Teol. sebagai pendeta jemaat GKJ Welar, juga alih Klasis dari Klasis Sala ke Klasis Boyolali, dan GKJ Wisma Panembah Wilayah Ngipang berganti nama menjadi GKJ Wisma Panembah Surakarta, dan tetap bergabung dengan Klasis Sala.

 

Salah satu faktor penyebab terjadinya pembiakan antar 2 gereja ini adalah letak geografis dan nama gereja, meskipun dalam Tata Gereja dan Tata Laksana GKJ menyebutkan wilayah pelayanan tidak dibatasi berdasarkan letak geografis atau wilayah administrasi pemerintah di mana GKJ tersebut berada, ternyata wilayah geografis dan juga nama gereja yang berdasarkan wilayah berpengaruh kepada gereja ketika gereja harus bersinggungan dengan masalah administratif pemerintahan. Sebagai salah satu contoh, mengenai bantuan dari pemerintah. Karena Ngipang terletak di wilayah Kota Surakarta, sedangkan Welar di wilayah Boyolali maka bantuan dari pemerintah tidak dapat dibagi untuk dua gereja.

 

Pada tanggal 12 Februari 2021, GKJ Wisma Panembah Surakarta melaksanakan penahbisan Pdt. Dina Widyastuti, S. Pd. sebagai Pendeta di GKJ Wisma Panembah Surakarta.